1 Sup Hangat

Malam itu Leana berjalan di gang sempit yang memiliki pencahayaan yang redup dan kebetulan saat itu sedang musim salju. Leana mengenakan pakaian yang tipis akan tetapi dia terus berjalan dengan gigih sambil terus menyusuri jalan yang sepi tersebut

Sampailah dia di sebuah rumah kumuh kusam dan terlihat mulai runtuh, langit langit rumah tersebut bahkan berlubang-lubang. Tampak di dalam rumah tersebut ada 2 anak kecil yang sedang terbaring lemas menggunakan kain yang tebal

"Noah! Dian! Sabar sayang, kakak pulang bawa makanan"

Tampak raut wajah bahagia kedua bocah tersebut melihat Leana pulang membawa plastik hangat berisi makanan..

"Kakak!!" -Noah & Dian

"Iya sayang.. Mari makan sup nya selagi hangat"

"Iya"

"Siap bos!!" Sambil memperlihatkan wajah bahagia

Mereka melahap sup tersebut dengan cepat hingga Noah pun tersedak

"Uhuk!-"

"Makannya pelan² aja" Leana memberikan air minum

Lalu Noah menatap Leana dan berkata

"Kak, kakak sudah makan? Mari bergabung bersamaku" Ucap Noah khawatir

"Jangan pedulikan kakak sayang.. Makan saja, kakak sudah kok" tentu saja Leana berbohong kepada Noah

"Bagaimana mungkin aku mengatakan bahwa aku belum makan sedari kemarin malam? " -pikir Leana

Setelah makan malam Noah dan Dian tertidur rupanya mereka sedang demam. Malam itu Leana duduk di sebuah kursi kayu yang mulai lapuk.

Leana memandangi adik²nya yang tertidur pulas dan kemudian menatap langit. Di langit Leana bisa melihat banyak sekali bintang bertaburan dan saat itu pula dia mengingat kedua orang tua nya. Leana berkata

"Ayah, Ibu.. Andaikan kalian masih di sini andaikan kalian melihat penderitaan kami, teganya kalian meninggalkan kami di sini"

Air matanya bercucuran, Leana teringat kecelakaan 3 tahun silam yang merenggut nyawa kedua orang tuanya

....

Pagi hari tiba.. Cahaya matahari memenuhi ruangan yang kemudian membangunkan Noah dan Dian.

"Pagi! Kalian sudah bangun?" -Leana

"Hoaaam~" -Noah

"Pagi kak!" Sahut Dian ceria

Pagi itu Leana ada interview kerja di salah satu minimarket dan pagi ini Leana harus lebih cepat karena dia bangun sedikit terlambat

Melihat Leana terburu-buru Noah bertanya

"Kak! Ada apa teburu-buru?"

"Hari ini kakak akan interview kerja dek, kamu diam di rumah ya jagain Dian"

"Siap bos!" jawab Noah sambil tertawa

Melihat tingkah imut adiknya Leana merasa gemas dan ikut tertawa dan pagi itu suasana rumah terasa hangat dan ceria Leana tidak tahu bencana apa yang sedang menunggunya...

Leana mengenakan setelan kemeja merah muda dan rok mini dan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi sehingga membuat Leana terlihat fresh..

Bersambung-

Next chapter