25 Semoga Bahagia (Ending)

Rudi mendengarkan lagu Afgan 'untukmu aku bertahan' lewat HPnya menggunakan headset, dan dia menghampiri meja kerja Yulita sambil tersenyum.

"Sarapan bareng Yuk.." Ajak Rudi ke Yulita yang lagi duduk di mejanya

"Ayo Saiy..hehe.." jawab Yulita, mereka pun keluar ruangan untuk sarapan.

"gimana kapsulnya udah kamu buka?" tanya Rudi

"hmm belum hehe, ak mau buka nanti di depan km, tiap ak baca 1 kapsul, ak cium km.." jawab Yulita

"so sweet banget sih, jumlahnya ada 30 kapsul loh.." jelas Rudi

"gpp, bisa cium 30 kali berarti hahaha..." kata Yulita sambil tertawa

"hahaha.." mereka pun tertawa, dan sesekali berpegangan tangan sambil jalan ke kantin.

orang-orang kantin yang melihat pun berpikir kalo Yulita dan Rudi berpacaran

"Km makannya abisin yah..." kata Yulita ke Rudi

"Iyaaaaa..km juga jangan di sisain..btw nih cobain saiy.." Rudi mengambil lauknya untuk di supakan ke Yulita, dan tanpa pikir lagi Yulita langsung menyambut

"Aaammmm...hmmm enak hehe...gantian yah..." kata Yulita, dan yulita mengambil lauknya untuk di suapkan ke Rudi

"Ammmm hehehe..btw ada orang lirik-lirik ke kita tuh saiy..." Kata Rudi

"Biarin ah, gak urusan..hahaha.." jawab Yulita

"hahaha..iya yah..suka-suka kita..hahaha" dan mereka pun melanjutkan sarapan sambil bercanda

"eh, kemaren kan pas km peluk ak di kostn, ak ngeliat penjaga kostn km si Juned ada di pinggir kostn..hahaha..kira-kira dia liat ga yah?" kata Rudi ke Yulita

"Hahaha..masa sih?? gpp lah, orang dia mah robot, gak akan komen juga hahaha.." jawab Yulita

"hahaha parah..robot gedek kali..hahaha..." kata Rudi sambil tertawa.

Sesekali Rudi dan Yulita saling bertatapan, setelah itu mereka tersenyum malu.

"Btw, km kapan mau buka kapsulnya saiy?" tanya Rudi

"hari ini yukk ak penasaran.." jawab Yulita

"Ayokk..hmmm buka di sunter yah, kita duduk di meja payung.." ajak Rudi

"Ayo..kita kebut kerjanya yah..hehehe.."

"iya siap hahaha..." setelah sarapan, mereka kembali ke ruang komputer menaiki lift ke lantai 10, kondisi lift saat itu sedang penuh, Rudi dan Yulita saling bertatapan mereka pun berpegangan tangan di lift sambil senyum-senyum.

"Miss you...." kata Yulita di dalam lift dengan menggerakan bibirnya tanpa bersuara

"Miss U to..." balas Rudi tanpa bersuara juga, setelah sampai Lt.10 mereka berdua tertawa terbahak-bahak, seolah mentertawakan tingkah mereka sendiri.

"km semangat kerjanya yah..bye.." kata Rudi ke Yulita

"iya, km juga semangat yahh...bye.." Kata Yulita, padahal mereka satu ruangan hanya beda meja kerja.

seperti hari-hari biasanya Rudi mengaktifkan speaker untuk mendengarkan musik, dan dia juga membuka YM untuk mengobrol dengan Yulita sambil bekerja, tiba-tiba Yulita mengirim emoticon bersuara

"HALO, SAYANG..." suaranya terdengar jelas di speaker yang Rudi pasang, dan menggema ke seluruh ruangan komputer, membuat Mytha, Wulan dan Anggoro langsung menatap Rudi

"What the hell is that???" tanya Anggoro ke Rudi,

"hahahahaha..." Rudi cuma bisa tertawa sambil menunduk di meja dan menoleh ke arah Yulita, di sana Yulita sudah duluan menunduk sambil tertawa dengan muka yang merah mirip buah apel.

"maapp kirain km ga pake speaker.." kata Yulita di YM

"hahaha ak pake speaker :P tapi gpp saiy, biar pada shock semua.."jawab Rudi

"hahaha pasti mereka pada tanda tanya tuh..biarin lah..hahaha.." balas Yulita

"hahaha iya bodo amet lah..hahaha.." kata Rudi tertawa-tawa di meja kerjanya, Anggoro cuma bisa menatap dengan wajah heran.

####

Sore hari tiba, Rudi dan Yulita bersiap-siap untuk pergi ke sunter, mereka ke kostn Yulita dulu untuk mengambil kapsul kata-kata.

"Siap??" kata Rudi ke Yulita yang sudah naik ke atas motornya.

"Ayo jalan..."Jawab Yulita.

Sore itu, walaupun keadaan sedikit gerimis mereka tetap berangkat menuju danau.

"grimis Yul.." kata Rudi ke Yulita

"gpp Rud, lanjut aja terus..." jawab Yulita

"malah lebih Romantis klo grimis tuh yah..haha..asal jangan hujan gede aja.." mereka melewati kemacetan jakarta sambil mengobrol

"Miss U...." kata Yulita

"Miss U to..." jawab Rudi

"Love You..." kata Yulita lagi sambil memeluk Rudi dari belakang

"Love You to...." Jawab Rudi

"Ehh.. malah ujan gede nih..hahaha..terpaksa kita neduh, kalo gak bisa basah sampe sana.." sambung Rudi sambil memarkirkan motornya di pinggir jalan

"hahaha...Ya udah kita neduh dulu saiy.."

mereka menunggu hujan sambil ngobrol, tak terasa waktu sudah hampir malam, Rudi dan Yulita pun melanjutkan perjalanannya.

"Akhirnya sampe juga..duduk di sana yuk.." kata Rudi yang sudah turun dari motor dan mengajak Yulita duduk di kursi payung. Suasana danau pun sedikit ramai dengan muda mudi yang berpacaran di kursi payung sambil menikmati es kelapa.

"Aku seneng bisa kesini lagi.." kata Yulita sambil duduk di kursi

"Iya aku juga seneng kita masih bisa ke sini.." Rudi duduk di sebelah Yulita dan mereka pun berpegangan tangan.

"Aku mau sambil stel lagu yah.." Yulita mengeluarkan HPnya dan memutarkan sebuah lagu Afgan yang berjudul 'Bawalah Cintaku'

~

Sumpah tak ada lagi

Kesempatan ku untuk

Bisa bersamamu

Kini ku tau

Bagaimana cara ku Untuk

dapat trus denganmu

Bawalah pergi cintaku

Ajak ke mana pun kau mau

Jadikan temanmu

Temanmu paling kau cinta

Di sini ku pun begitu

Trus cintaimu di hidupku

Di dalam hatiku

Sampai waktu yang pertemukan

Kita nanti

~

Rudi melihat Yulita, dan dia kaget Yulita mengeluarkan air mata.

"Hei..km nangis??" kata Rudi ke Yulita sambil memegang bahunya, Yulita menoleh ke arah Rudi dan tersenyum dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

"Enggak kok, aku cuma sedih dengerin lagunya.." Rudi merangkul Yulita dan menyandarkan ke bahunya.

"km jangan nangis yah, kalo km nangis, nanti aku juga nangis.." kata Rudi sambil mengusap kepalanya.

"aku sedih Rud, bentar lagi kita udah ga bisa sama-sama lagi, makin ke sini aku makin sedih.." kata Yulita yang menangis di bahu Rudi, lagu Afgan masih berputar menambah haru suasana malam itu di danau sunter.

"walaupun kita udah ga bisa sama-sama, tapi aku janji bakal selalu sayang sama km Yul, selalu ada tuk jadi temen km, selalu ada tuk support km..aku ga mau km sedih, aku mau km terus semangat.." Yulita masih menangis dan menggengam tangan Rudi

"makasih untuk semua yang udah km kasih buat aku ya Rud..aku seneng bisa kenal km, deket sama km, dan km selalu ada buat aku di saat aku bener-bener down..makasih.."

Rudi mencium kening Yulita

"udah jangan nangis lagi yah, kita ke sini kan mau buka kapsul..mau happy, bukan sedih.." kata Rudi berusaha menenangkan Yulita

"Iya...ak juga ga tau malah jadi sedih gini.." kata Yulita dan Rudi menyeka air mata Yulita dengan tangannya "jangan sedih yah... "kata Rudi, Yulita menarik nafas dan melihat ke arah danau yang gelap "Iya.. tapi ak masih pengen sandaran di bahu km...boleh?" jawab Yulita,

"boleh...selama yang km mau.." Rudi merapatkan kepala Yulita di bahunya.

~

"Aku gak pernah nyangka semuanya bakal jadi begini, aku sayang dan cinta sama teman sendiri, teman kantor yang di awal pertemuan kita seperti orang asing, tak saling mengenal satu sama lain, teman yang hanya membahas kerjaan, membicarakan hal-hal konyol dan kadang menyebalkan...

Tapi, aku jadi sayang dengan apa adanya km, keras kepalanya km, juteknya km, sensinya km, marahnya km, lucunya km, senyumnya km, ketawanya km, sedihnya km, tangisnya km...aku sayang semua yang ada di km dan semua kekurangan km."

setelah beberapa saat bersandar di bahu Rudi, Yulita mengambil sebuah botol berisi kapsul dari tasnya.

"aku buka sekarang yah.." kata Yulita dengan mengambil satu dari tiga puluh kapsul secara acak. Dia membuka satu dan membacanya

"TETAP SEMANGAT" isi tulisannya

"iya, km juga yang semangat yah..." kata Yulita sambil menatap Rudi, dengan sedikit malu Yulita pun mencium Rudi

~Muuacchhh...

Rudi tersenyum dan membalas ciuman Yulita

~Muaachhh...

"hehehe so sweet banget sih.." kata Rudi dengan mencubit lembut pipi Yulita

"Kan kamu yang ngajarin hehe.." Jawab Yulita sambil tertawa

"Btw kamu belum pernah kaya gini sebelumnya Yul? sama mantan kamu gitu?" tanya Rudi ke Yulita

"Jujur ya Rud, dulu aku belum pernah sampe segininya..dulu tuh kaya gak ada romantis-romantisnya, semua pengalaman baru aku alamin sama kamu, dari kamu aku belajar apa itu sayang, apa itu cinta, apa itu kesetiaan, apa itu kebaikan, selama hidup aku baru pertama kali ini rasain cuma sama kamu..... kamu cowo pertama yg buat kebahagiaan itu benar adanya dan asal kamu tau, aku belum pernah ciuman sama cowo sebelumnya loh.." kata Yulita menceritakan isi hatinya.

"aku ga tau harus jawab apa, yang jelas aku tulus banget ngelakuin ini semua sama kamu Yul, btw aku ga nyangka kalo kamu belum pernah ciuman sebelumnya..berarti? sama aku first time juga?" Yulita tertunduk malu, dan mencubit perut Rudi

"Adaawww..kok nyubit..haha.." kata Rudi

"Iya..aku tuh malu..jujur ya, dulu aku pernah di cium sama mantan, tapi ya gitu cuma sekilas, ga berasa, kalo ga salah di pinggir bibir hahaha..." kata Yulita sambil tertawa

"hahaha masa sih saiy??" Rudi merangkul Yulita dan mendekatkan bibirnya ke bibir Yulita "Hmmmm" jawab Yulita singkat, merekapun berciuman lagi.

###

setelah itu Yulita kembali membuka kapsul pemberian Rudi

"AKU CINTA KAMU" isi tulisan dalam kapsul yang di buka Yulita

"Aku juga cinta kamu saiy.." kata Yulita ke Rudi sambil menciumnya

~Muaachhh..

dan Yulita melanjutkan membuka kapsul yang belum di buka tersisa dua puluh depalan buah.

Setiap satu kapsul yang di buka, Yulita mencium Rudi, dan Rudi membalas cium Yulita, begitu seterusnya sampai semua kapsul selesai di buka.

"Yeee, udah semua di buka, btw makasih ya saiy buat kapsulnya, semua perhatian dan sayang kamu ada di dalem kapsul ini hehe..."

kata Yulita ke Rudi

"iya sama-sama saiy, pokoknya kamu simpen yah, kalo kangen aku, buka kapsulnya.. anggap aku lagi ngomong..hehe" setelah itu Yulita dan Rudi masih duduk di kursi payung menikmati suasana danau yang gelap dan tenang.

Seolah enggan untuk pulang, Yulita masih bersandar di bahunya Rudi

"aku nyaman di sini, tapi banyak nyamuk..hehe.." kata Yulita ke Rudi

"iya yah, nyamuknya banyak banget dari tadi hehe.."

"tapi gpp deh banyak nyamuk juga, mungkin dia iri sama kita..hahaha" sambung Yulita

"hahaha..kamu tenang aku lindungin kamu, aku usir-usirin nyamuknya..huss..huss jangan deket-deket Yulita.." kata Rudi sambil mengusir nyamuk yang mendekati Yulita dengan tangannya

"hmmm so sweet banget sih kamu..." Yulita memeluk Rudi dan mereka kembali berciuman.

"love You..." kata Rudi sambil mencium bibir Yulita

"hmmm Love You to saiyng..." suasana malam itu serasa semakin romantis, Yulita dan Rudi mencurahkan sayang dan cinta mereka di tepi danau sampai tengah malam.

###

"gak kerasa udah tengah malem aja saiiyy.." kata Yulita ke Rudi

"iya yah, ya ampun, baru pertama aku main sampai tengah malem gini.." jawab Rudi

"sama...aku paling malem jam sembilan udah ada di rumah..haha..pengalaman pertama lagi deh sama kamu.." kata Yulita

"hahaha...Trus gimana mau pulang sekarang?" tanya Rudi

"hmmm masih kangen.." jawab Yulita

"Ya udah..nanti lagi pulangnya..yah.." Rudi pun kembali memeluk Yulita

"Iya saiiy, masih mau sama kamu.." jawab Yulita sambil mencium kening Rudi

"so sweet banget sih..aku juga masih mau sama kamu.." ciuman pun kembali terjadi sampai waktu menunjukan pukul 01:30 , kondisi danau semakin sepi, warung sudah tutup, dan pengunjung satu persatu meninggalkan danau.

"ya ampun kayanya tinggal kita berdua deh Yul..udah sepi, kita pulang yuk haha..." kata Rudi ke Yulita

"iya bener...haha Yuk pulang..." akhirnya mereka pun pulang dengan kondisi jalan yang sudah sangat sepi dan dingin, Yulita memeluk erat Rudi dari belakang.

indahnya kota jakarta tergambar dengan lampu kota dan gedung-gedung yang menyala.

"Miss You..." kata Yulita ke Rudi

"Miss You to.." jawab Rudi

"Love You..." Kata Yulita lagi

"Love You to, now and forever.."

~

"Berdua menyusuri jalan di malam hari, suka dan duka dilalui bersama..Yulita, seandainya waktu bisa di putar kembali ke masa di mana aku dan kamu masih bisa memilih, tanpa ragu aku akan pilih kamu"

####

~DUA BULAN KEMUDIAN~

Rudi pun sudah menikah.

~

"Perasaan aku sama km masih sama, masih sayang seperti dulu, aku yakin ini bukan sebuah kesalahan, karena aku mencintaimu tulus dari dalam hati, hanya saja kita harus lebih bisa menerima kenyataan, aku pun harus bisa belajar mencintai lagi seseorang yang sudah menjadi pasangan hidupku sekarang.

Jalan kita berlawanan, Tak ada lagi genggaman tangan yang saling menghangatkan, tak ada lagi gelak tawamu di tengah cerita dan dongeng-dongeng yang kadang tak kita pahami, tapi tetap menjadi moment favoritku.

Ternyata semesta menilik hati kita, bahwa kita masih ingin bertemu walau tak lagi saling menggenggam dan menyambutnya dengan pelukan.

Jalan kita bersinggungan kembali, membawa dimensi kenangan yang tak akan hilang, namun tetap tersimpan rapi.

Melihatmu cukup bagiku, sungguh manusiawiku ingin memelukmu kembali, namun memang ini bukan takdir kita, aku pun tak pernah tau sampai kapan perasaan ini akan hidup di sana, tumbuh perlahan walau tertimpa perasaan lain, namun tetap tumbuh di sana bersama kenangan dan angan bersamamu.

Dari sini kita mulai belajar kalau apa yang kita mau belum tentu apa yang kita butuhkan menurut ilmunya, kita hanya bisa menjalani dan bersyukur sama apa yang sudah di gariskannya, percaya dan ikhlas bahwasanya apa yang sudah menjadi ketetapannya, itu yang terbaik untuk kita."

~

lima bulan setelah Rudi menikah, Yulita pun Resign dan pindah kerja ke jogja, di sana dia menemukan pasangan hidupnya dan menikah enam bulan setelahnya.

Rudi menyempatkan diri datang ke Jogja untuk menghadiri acara pernikahan Yulita, untuk yang pertama kali dia bertemu lagi dengan Yulita dengan perasaan campur aduk, melihat orang yang pernah dekat denganya, orang yang dia cintai, akhirnya bahagia dengan orang lain.

"Selamat yah, semoga kamu bahagia" kata Rudi ke Yulita yang bediri di samping mempelai prianya dengan wajah yang gembira.

Setelah itu Rudi belum pernah lagi bertemu Yulita sampai saat ini sudah enam tahun lamanya.

Tapi, komunikasi masih tetap terjalin dan mereka masih menjadi teman yang berbagi cerita seperti dulu.

~TAMAT~