1 Langit Biru

*Alarm berdering*

Aku terbangun mengambil jam beker diatas meja kecil disebelah tempat tidur dan mematikan dering jam berwarna merah itu, sebelah mataku melihat ke arah jam yang sudah menunjukan pukul 6 pagi. Rasanya hari ini aku ingin melanjutkan tidur dan enggan pergi ke kampus.

Ku rapi-kan kembali sprei dan bantal-guling yang sudah tidak beraturan lagi menjadi rapi. Menyiapkan pakaian yang akan aku pakai dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil dua lembar roti, telur, beberapa lembar daun selada, mayonaise dan ngga lupa susu cair coklat kesukaanku. Pagi ini aku akan membuat sandwich dan segelas susu coklat untuk sarapan.

Aku bersiap dan sekali lagi memandang cermin memastikan semua telah sempurna. Aku langsung berjalan keluar dari apartemenku, lalu menutup pintu perlahan. Langkah kakiku begitu ringan saat menuju lift, menekan tombol dan masuk kesana. Lift meluncur tanpa terasa aku sudah berada di lantai bawah. Pintu terbuka aku keluar dan berjalan dengan cepat karena taksi online yang ku pesan tadi sudah menunggu.

Langit pagi ini sangat indah berwarna biru muda dan cerah, aku terpaku memandangi langit dari dalam mobil. Sekitar 30 menit akhirnya sampai kampus, baru saja aku turun dari mobil dan menutup pintu aku sudah dikejutkan oleh Bella. Dia adalah teman baikku dari awal semester 1 sampai sekarang kami semester 7. Hanya dia yang kupercaya dan mengerti aku. "Lo udah selesai bab berapa?" Sambil menggangdeng tanganku dan berjalan ke kantin. Kelas hari ini mulai jam 10 sementara sekarang masih jam 9.

"Gue udah selesai bab penutup" sambil tertawa bangga.

"Yeee sombong lo yaa, jajan yukk" ucap bella sambil mengelus perut bukti bahwa dia sangat lapar.

"Gue udah sarapan tadi, lo aja yang pesan" sahutku sambil mengeluarkan handphone didalam tas.

"Lo mau gue kenalin ga sama temennya david?"

"Ngga ah" jawabku singkat tanpa memalingkan pandangan dari handphone.

"Ngga apa-apa kali, kenalan aja dulu. Kalo ngga suka yaa udah" sambil melahap ketoprak bu sum.

"Hmm" aku hanya bisa berdehem karena walau aku menolak bella pasti tetap akan mengenalkan temannya david kepadaku.

Next chapter