1 Perihal yang tak penting

Dia Duduk tenang, membolak balik buku tebalnya. Mungkin tebalnya saja membuat kita muak. Apa lagi isi nya.

"Drrtttt drttttt drrrttt" dering Hp nya

Dia melirik layar HPnya

lalu mengangkat panggilan tersebut dengan malas

"Hemm ?" sahut nya

"Kamu dimana sih ? Kita nungguin , kamu jadi kesini kan? Gila... Ranendra nungguin dari tadi" Rengek sahabatnya

"kamu itu nanya apa ngerap sih? Bisa ngga tanya nya satu-satu" kesal nya

"Haduhh ga penting udah jawab aja"

"Sebelum nya maaf, aku ga bisa dateng. Ada buku baru yang harus aku baca"

"Gila ya . beneran kamu ga ikut? ini ke pantai loh, apa lagi bareng geng nya Ranendra. Ini ga sebanding dengan buku tebal yang kamu dewakan itu"

"Udah deh intinya aku ga ikut . Maaf"

Dia pun mematikan telp tersebut.

Dova Andrea, panggilan Dova. Siswa SMAN Pelita Karya. Cewe pintar, cantik, manis pokoknya populer, yah bisa bayangin sendiri lah. Hobby nya membaca buku tebal, buku sejarah. Dikabarkan Dia pacaran dengan Ranendra, Ketua basket populer yang dikejar kejar banyak cewe.

Hari ini sebenarnya dia pergi pantai sama sahabat nya Dhea dan Derlin. Tapi ntah ya, dia malas ikut karena ada Ranendra disana. Mereka pacaran tapi Dova tidak menyukai Ranendra. Sahabatnya lah yang memaksa Dova menerima Ranendra.

Hari ini dia asik membaca buku. Sesekali dia meminum Es susu yang bibi Sandra buat kan. Sebenarnya, dia baru saja menemukan buku ini di perpustakaan kota lama. Dia kata sepertinya buku ini menarik.

Buku ini unik, cover nya saja terlihat klasik. Terbuat dari kayu terpahat judul "Mimpi". Dilihat sekilas isi nya terdapat banyak gambar gambar kota ini dulu. Mulai dari jembatan modern dekat rumah Dova. Namun digambar ini jembatannya berbeda warna.

-Bisa dibilang buku ini unik .Buku sejarah tapi menurutku Fiksi. Black hole menuju masa depan-

Dova sudah sampai halaman terakhir. Ada gambar segi empat yang terisi beberapa garis. seperti simbol

Dihalaman ini tertulis.

"Usap lah 3 kali jika kamu ingin melampaui langit"

-Terbang maksudnya? -Dova tertawa

"Apa buku ini lelucon ?" kata dova

Tiba tiba lembar buku membalik halaman depan dengan sendirinya. Dan ada kalimat

"Tentu Tidak. Aku bukan lelucon. Cobalah sendiri"

-Deg-

"Mungkin ini cuma kebetulan"

"salah jika kamu mengira ini hanya kebetulan cobalah" tulisan lembar berikut nya

-kenapa buku ini seperti menjawab perkataan ku-

-Penasaran sih tapi masa iya-

Dova mengusap halaman yang di maksud sebanyak 3 kali.

1 usapan

2 usapan dia tidak merasakan apa pun

3 usapan tetap dia tidak merasakan apa pun

"Benar benar lelucon, bodoh nya aku menco aaahhhkkkk"

-rasanya seperti tertarik- batin Dova

Tiba tiba. Dia seperti tertarik kedalam buku tersebut.

Sengatan listrik mengujur di tubuh Dova

-dan sedikit sakit dibagian kepala- batin Dova

"Ahhhhhahhhhhhhhh" teriak Dova

-perut ku terasa geli- batin Dova

Dova pernah membaca ini, di bacaan yang ia baca rasa ini ... berarti ini

"Perjalanan Waktu"

Next chapter