1 Ch. 1 [Permulaan]

[TRING!]

[Tutorial Menara berhasil diaktifkan

Terima Tutorial?

Ya. Tidak.]

[][][][][]

Hei.

Kegelapan ada di dalam diriku.

Aku tidak tahu yang mana kebenaran dan yang mana kebohongan. Semua seakan ilusi yang dibuat-buat. Jatuh semakin jauh dari cahaya. Menghindari suara berisik yang memekakkan telinga. Sekarang, kesunyian dengan kegelapan membuatku merasa nyaman di alam bawah sadar ini.

Tidak.

Aku tidak bermaksud untuk melarikan diri ketika mengetahui sosok tersebut.

[Darkness Monarch] yang ada di dalam pikiranku bernama Noah Achlys de Darkness Monarch. Monarch dari seluruh Kegelapan yang akan mencabut nyawa mereka. Mereka yang dimaksud merujuk ke Rulers yang sama sekali tidak ku kenal.

Tapi, pikiran ini benar-benar mengganggu.

Tubuhku semakin menjauhi cahaya yang terang benderang. Mempersilahkan kegelapan menarik ku semakin jauh dan jauh. Hingga tidak mengingat siapa diriku yang sebenarnya.

Ingatan yang mengganggu membuat kepalaku menjadi pecah. System memberikan ingatan Darkness Monarch secara paksa. Aku tidak tahu apa maksudnya, tapi sekarang aku sudah tidak peduli lagi.

Biarlah kematian mendekatiku. Aku sungguh tidak peduli. Biarlah sang malaikat maut datang sambil melambaikan tangannya di depan wajahku. Biarlah aku meninggalkan semua yang ada di dunia daripada mereka harus tersiksa karena ulahku. Karena ulah System ini.

Ah, kenapa aku terlalu melankoli?

[TRING!]

Suara itu biasa ku dengar di mana dan sedang apa aku saat itu juga. Pemberitahuan System yang saat ini sedang tidak ingin ku lihat. Bahkan, di alam kematian pun System masih mengikutiku. Seperti kutukan yang tidak ingin terlepas meskipun tubuh dan jiwa telah terpisah.

Hawa dingin menusuk tulang belulang, tapi meskipun begitu, perasaan nyaman tidak pernah terlepas pada tubuhku. Aku mengetahui bahwa kegelapan semakin menelanku dan sekarang aku tidak bisa melihat cahaya yang ada di atas sana. Tubuhku terasa sangat berat, tubuhku menjadi kaku, atau semacamnya. Mata yang ku gunakan untuk melihat, pada akhirnya mulai terasa berat. Semua panca indera ku mulai tidak berfungsi, dan detakan jantung mulai melambat. Hanya ingatan yang tidak ku kenal ini masih juga menghantuiku.

"[Ruler yang biadab, tidak tahu diri hanya akan berakhir dengan kehancuran.]"

Aku seperti mengenal suara tersebut. Ingatan ini mendarah daging. Seperti Darkness Monarch merupakan bagian dari masa lalu atau Darkness Monarch ... Monarch dari Kegelapan yang tidak lain merupakan aku sendiri. Otakku bahkan terasa sangat asing olehku. Mentalku tiba-tiba jatuh dan sifatku seperti muak dengan keadaan ini. Ku akui bahwa aku memiliki sifat yang dingin dan tajam, tapi Darkness Monarch lebih dari itu.

"[Sebaiknya kau hentikan ini, atau kau hanya akan menderita di atas penyesalan.]"

Sungguh, rasanya sangat aneh ketika aku mengetahui nama dan wajahnya, tapi belum pernah bertemu dengannya. Suara-suara dari makhluk asing, monster yang tunduk kepada Darkness Monarch, lalu Rulers yang seakan suci itu memusuhi sang raja kegelapan ini. Bahkan, aku seakan mendapatkan ingatan yang bermanfaat dengan mengingat pengalaman-pengalaman dari Darkness Monarch itu sendiri, seperti mengendalikan Element Kegelapan yang ternyata banyak variasi penggunaannya.

"[Noah! Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu!]"

Hentikan.

Wanita yang mengakui cintanya, wanita yang terlihat licik dengan gaya pakaiannya yang terlalu terbuka. Aku bahkan tidak mengenalnya, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Ingatan yang seperti itu mengapa harus aku terima dari System.

"[False itu tidak ada gunanya, lebih baik buang saja para Goblin daripada merugikan kerajaan.]"

Goblin yang juga termasuk False berpihak kepada Darkness Monarch, mereka juga ada untungnya bagi kerajaan. Melindungi musuh-musuh buatan Rulers yang selalu bereksperimen, mereka ada untungnya. Walaupun, kerajaan akan merugi pada pasokan makanan yang berada di gudang. Tapi-

Ah, untuk apa aku memberi saran kepada orang-orang yang tidak dapat mendengar pikiranku. Aku hanya memasuki ingatan seseorang, aku bukanlah Darkness Monarch, melainkan seorang manusia lemah yang tiba-tiba diberkahi kekuatan dahsyat. Darkness Monarch bukanlah diriku, Darkness Monarch merupakan Darkness Monarch. Tidak lebih dan tidak kurang dari itu.

Aku semakin jatuh ke dasar kegelapan. Memangnya ada dasar di dalam kegelapan yang tampak tidak memiliki ujungnya. Aku hanya membiarkan tubuhku jatuh dan ditarik oleh tangan-tangan mengerikan. Menutup mataku, lalu memasrahkan diri pada ingatan-ingatan Darkness Monarch yang selalu menggangguku.

Kapan ini semua berakhir.

Mataku sempat terbuka ketika cahaya dari System menarik perhatianku. Pandanganku buram, tapi aku yakin itu ialah ingatan-

"[Maafkan aku teman lamaku. Kau boleh membenciku di kehidupan selanjutnya dan ....]"

Wajah penuh darah, latar yang penuh dengan kobaran api. Dia tersenyum diatas penderitaan rakyatku- rakyat Darkness Monarch. Senyum itu bukanlah senyum puas, melainkan senyum yang diselimuti rasa kecewa. Kecut.

Dia memalingkan wajah. Mengabaikan Darkness Monarch yang pada saat itu sudah dalam masa sekaratnya. Tubuhnya penuh dengan tusukan, jantungnya semakin melemah. Untuk mengeluarkan sepatah kata saja ia tidak bisa. Alhasil, tangan yang diselimuti kegelapan itu mencoba meraih ujung baju pria tersebut.

Namun, tidak bisa. Pria itu keburu mengambil langkahnya.

"[Jangan pernah memaafkanku.]"

Satu kalimat yang memohon untuk tidak memaafkannya. Ujung rambutnya yang berwarna merah bergoyang begitu angin mengelilingi dirinya. Api seakan merayakannya ketika setiap langkahnya selalu menghasilkan kobaran api.

Wajahnya mengingatkanku pada Xaviero Rodriguez. Pria api kedua yang selalu kewalahan mengendalikan Element Apinya. Tapi, jika dia mulai serius, wajah dan sikapnya persis dengan pria yang sedang membelakangi Darkness Monarch.

Ah.

Tiba-tiba kepalaku berdenyut.

Pada akhirnya, aku tidak bisa terus menerus berpikir di dalam kegelapan. Disaat ingatan-ingatan Darkness Monarch terus menerus memaksa masuk ke dalam otakku. Seakan ingin pecah, tapi enggan untuk tiada.

Aku hanya bisa menutup mata, tubuhku mati rasa, mulutku terasa kelu, dan pernapasanku terasa berat. Sesak pada ulu hati membuatku berharap: mungkin lebih baik mati ketimbang merasakan penderitaan ini. Tapi, tubuh tak kunjung hancur dilahap oleh kegelapan. Kegelapan seakan tunduk, tapi tak ingin melakukannya. Tentu saja, aku hanyalah manusia yang rapuh. Sangat berbeda dengan Darkness Monarch.

Jatuh dan jatuh ke kegelapan. Hingga cahaya tak lagi tampak di depan sana. Kegelapan yang sepi. Hampa. Kesepian dikala kegelapan melanda. Perlahan menjadi jati diri yang terasa dingin dan kejam.

Kemudian terdengar samar-samar suara System. Hologram muncul di hadapanku, penglihatanku sangat buram. Tubuhku terasa sangat berat ketika kegelapan semakin menarikku jatuh ke tempat yang tidak ku ketahui. Kehampaan, kepedihan yang ada di dalam hati membuatku terasa nyaman. Apa Darkness Monarch adalah aku ketika namanya hampir sama dan kepribadiannya yang terlihat mirip? Ah, apa yang sedang kupikirkan disaat maut sedang menjemput.

Mataku meredup dan kesadaranku perlahan mulai tidak dapat ku kumpulkan lagi. Aku kehilangan kesadaran. Kegelapan lain menyapaku-meskipun aku sudah berada di kegelapan. Aku tidak peduli jika memang ini lah yang akan menguntungkan diriku-jika aku dapat hidup untuk yang ketiga kalinya.

Ya, berharap jika ini kematianku yang kedua kali dan kebangkitanku yang ketiga kali.

Next chapter