1 Prolog

"Tuan muda, waktu sudah menunjukkan pukul 5:45 cepat bangun" Terlihat seorang wanita yang memakai pakaian maid ala Eropa sedang berusaha untuk membangunkan remaja yang tengah tidur di ranjangnya.

"Ayo tuan muda cepat lah bangun, jika tidak nanti anda akan terlambat untuk pergi ke sekolah" Maid tersebut masih berusaha untuk membangunkan Tuan mudanya, dan tidak lama kemudian usahanya membuahkan hasil...

"Ahh iya iya aku bangun, hoam... aku masih mengantuk" Tuan muda itu bangun, meski masih nampak rasa kantuk yang terlihat di wajahnya.

"Tapi tuan muda, jika anda tidak bangun, anda akan terlambat... lagipula, suruh siapa anda begadang" Maid tersebut tidak menyerah untuk terus membuat Tuan mudanya tidak lagi tidur, dan maid itu juga sedikit mengomeli Tuan mudanya.

"Mau bagaimana lagi, novel fanfic yang aku baca semalam sangat seru, jadi aku kebablasan" Tuan muda tersebut bangkit dari ranjangnya, meski ia terlihat enggan.

Tuan muda ini bernama Rein Dominic, dia adalah anak dari seorang CEO Perusahaan Dominic, Rein juga seorang anak yang jenius namun pemalas.

Sifat malas Rein datang saat ia pertama kali masuk ke dunia para otaku, saat itulah sifat malas Rein merajalela, meski tidak terlalu parah seperti para Hikikomori diluar sana.

Meski Rein menjadi pemalas, Rein tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang anak yang baik, dia selalu datang ke sekolah meski terpaksa, menurut Rein sekolah sudah tidak lagi memberikan ilmu untuk Rein namun karena itu adalah perintah dari orang tuanya maka Rein selalu melaksanakan perintah tersebut.

Ada satu rahasia yang tidak diketahui oleh keluarganya tentang Rein, sebenarnya Rein adalah seorang Reinkarnator yang berasal dari Bumi dan bereinkarnasi ke Bumi yang sama namun berbeda, yaitu Bumi Parallel.

Banyak kesamaan dan perbedaan antara Bumi yang dulu ditinggali oleh Rein dengan Bumi yang sekarang ditinggali oleh Rein.

Seperti hiburan, teknologi, fashion dll. perbedaannya adalah di Bumi Parallel ini terdapat sebuah sihir namun, Rein belum mengetahuinya untuk sekarang.

Sebelum bereinkarnasi, Rein bertemu dengan Tuhan, Tuhan tersebut lah yang telah me reinkarnasikannya ke Bumi Parallel ini.

[][][][][]

Dalam Kehampaan.

"D-dimana aku? kenapa semuanya begitu gelap, i-ini sangat menakutkan" Sebuah Jiwa bergumam ketakutan saat melihat keadaan sekitarnya, Jiwa ini adalah Rein sebelum bereinkarnasi.

"Sa-sangat gelap, sepertinya tidak ada batasnya untuk kegelapan ini, ba-bagaimana aku bisa berada di kegelapan ini, apa yang sebenarnya terjadi?" Rein bingung dan takut akan keadaannya sekarang, ia memikirkan, apa yang terjadi dengannya sebelum ia sampai ketempat gelap ini.

Saat Rein sedang berpikir, sebuah pencerahan muncul di pikirannya.

"Ja-jadi begitu, aku sudah mati" Rein berkata dengan sedih saat dirinya tahu bahwa dirinya telah mati.

"Benar nak, anda telah mati" Sebuah suara tiba-tiba muncul di sisi Rein dalam wujud Cahaya terang yang menyinari kegelapan tak terbatas ini.

"Si-siapa, siapa anda?" Rein terkejut dengan suara yang datang tepat disampingnya, meski Cahaya itu terasa hangat tapi Rein masih takut dengan keadaan aneh ini.

"Tidak perlu takut nak, aku adalah Tuhan, Tuhan yang Sejati" Cahaya tersebut mengaku bahwa ia Tuhan, dan perlahan Cahaya itu membentuk seorang kakek-kakek.

"Jadi anda adalah Tuhan, apakah anda yang akan menimbang amalku dan memutuskan kemana aku akan pergi, ke surga atau neraka?" Rein bertanya, meski ketakutannya telah menghilang namun kini digantikan dengan kegugupan karena sedang berhadapan dengan Tuhan.

"Tidak, kamu tidak akan dikirim ke kedua tempat itu-" Belum sempat Tuhan menyelesaikan kata-katanya, ia disela oleh Rein yang sekarang kembali dilanda oleh rasa takut.

"A-apa, apa aku akan dihukum di tempat ini, kumohon... lebih baik aku pergi ke neraka dari pada harus di tempat menakutkan ini" Rein sangat ketakutan, bahkan berani menyela Tuhan yang sedang berbicara kepadanya.

"Dengarkan aku dulu nak, kamu tidak akan dikirim ke kedua tempat itu karena, aku akan mereinkarnasikan mu" Tuhan dengan sabar melanjutkan kembali perkataannya yang sempat terpotong oleh Rein.

"Re-Reinkarnasi, benarkah itu?" Rein bertanya dengan penuh harapan kepada Tuhan.

"Ya, kamu akan ku reinkarnasikan namun ke Bumi Parallel" Tuhan membalas dan langsung menetapkan tujuan untuk Rein bereinkarnasi.

"Tidaaaak... impianku" Rein yang sudah mengharapkan bahwa dirinya bisa bereinkarnasi ke dunia anime sirna begitu saja.

"Akan ku beri 1 permintaan untukmu" Tuhan tidak peduli dengan rengekan Rein.

"Ka-kalo begitu, aku ingin Sistem ani-" Perkataan Rein dipotong oleh Tuhan.

"Aku bisa memberimu Sistem, namun Sistem tersebut akan acak" Lagi-lagi impian Rein sirna begitu saja oleh Tuhan.

"Hah... baiklah tidak apa-apa, oh ya.. bagaimana dengan penampilanku" Hanya ini satu-satunya harapan Rein yang tersisa, semoga saja Tuhan mengabulkannya, pikir Rein.

"Tergantung gen dari orang tua barumu" Tuhan menghancurkan harapan Rein yang terakhir.

Kini terlihat Rein sedang bersujud karena putus asa, semua harapannya dihancurkan oleh Tuhan. Meski begitu, Rein tetap berterimakasih karena Tuhan mengijinkannya untuk bereinkarnasi.

"Kumohon, beri aku orang tua dengan gen terbaik" Rein memohon pada Tuhan, hanya ini yang bisa dirinya lakukan karena pihak lawan adalah Tuhan, bukan makhluk biasa.

"Baiklah, hanya ini yang bisa aku berikan, aku akan mereinkarnasikan mu sekarang" Tuhan berkata lalu melambaikan tangannya kearah Rein, tak lama kemudian Rein pun hilang dan bereinkarnasi.

[] [] []

Mengingat kembali percakapannya dengan Tuhan membuat Rein kembali putus asa, dia sudah berusia 15 tahun, namun Sistem nya tidak pernah datang.

Rein bertanya-tanya, apakah Tuhan membohongi dirinya, namun Rein percaya bahwa Tuhan tidak seperti itu, Rein hanya bisa pasrah dan menunggu.

'Hah... lebih baik aku pergi sekolah terlebih dahulu' Lalu Rein turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama keluarganya.

Next chapter