Normal POV
"Tidak kusangka di dalam Kotak hitam ini terdapat Shigureku yang sudah hancur serta Pedang Terkutuk, Nidai Kitetsu" ucap seorang Wanita berambut Hitam dengan memakai Kacamata
Wanita yang terkejut ketika membuka Kotak Hitam yang berada di Kapalnya itu bernama Tashigi, salah satu bawahan dari Kapten Smoker dari Angkatan Laut.
Setelah Wanita itu mengeluarkan dua pedang legendaris yang berada di Kotak Hitam itu tadi, dia langsung melihat terdapat satu lembar kertas dan juga sebuah botol yang berisikan air berwarna Biru.
Tanpa pikir panjang lagi, Wanita itu tadi langsung membaca apa yang ada di selembar kertas tersebut.
"Halo, Jika kamu membaca surat ini, maka berarti kamu sudah menerima apa yang sudah aku rusakkan tadi. Pedang yang pertama itu adalah Pedang Shiguremu yang asli sedangkan untuk pedang yang satunya lagi itu merupakan Duplikasi sempurna dari Nidai Kitetsu yang asli. Aku berharap suatu hari nanti jika kita bertemu, kamu sudah menjadi Pendekar Pedang Hebat yang memakai Pedang yang aku berikan.
Kedua, Botol yang berisikan air berwarna Biru ini adalah sebuah penawar Racun yang berada di dalam Tubuh Kaptenmu, suruh dia untuk meminum semuanya! Aku memiliki satu permintaan kepadamu. Jika suatu saat nanti di Kerajaan Alabasta ini dirimu menemukan Kelompok Topi Jerami yang sedang tak sadarkan diri, tolong jangan di bawa mereka ke Angkatan Laut. Jika kamu melanggar permintaanku ini, maka racun yang ada di tubuh Kaptenmu itu akan kambuh lagi. Salam dari Cheveux Shiro"
Setelah selesai membaca, apa yang ada di pikiran Wanita itu hanyalah 'Kenapa kotak ini berada di Kapal?'.
Karena sudah terlalu khawatir dengan atasannya, Wanita itu tadi langsung bergegas menuju ke Ruangan milik Atasannya.
Tanpa pikir panjang lagi, dia menyuruh Kapten Smoker untuk meminum Air berwarna Biru yang berada di sebuah botol di Kotak Hitam tadi.
Dua Pedang miliknya yang bernama Shigure dan juga Nidai Kitetsu tadi ia taruh di tempatnya biasa menaruh Pedangnya.
Dirinya tidak pernah menyangka kalau akan bertemu dengan orang yang bisa mengalahkan Atasannya dengan satu serangan saja dan menghancurkan pedangnya dalam sekejap.
"Tashigi, apakah Akainu sudah tiba di sini?" tanya orang yang sedang berbaring di tempat tidur. Ia adalah Kapten Smoker
"Belum. Saya baru saja mendapatkan laporan bahwa Admiral akan tiba disini dalam waktu kurang lebih 3 hari lagi"
"Bilang kepada Sengoku untuk tidak mengirimkan seorang Admiral ke sini! Akulah yang akan mengurus mereka semua"
"Baik"
Tanpa pikir panjang lagi karena sudah di perintahkan oleh Atasannya, Tashigi langsung keluar dan mengambil Den Den Mushi untuk menghubungi Fleet Admiral Sengoku.
Ketika ia baru saja membicarakannya dengan Fleet Admiral Angkatan Laut tersebut, permintaan dari atasannya ditolak secara mentah mentah.
Fleet Admiral itu tetap ingin untuk mengirimkan seorang Admiral Angkatan Laut untuk menangkap Kelompok Bajak Laut Flowers atau dikenal dengan Bajak Laut Shirogami.
Karena mereka tidak memiliki Hak untuk menolak keputusan dari Fleet Admiral, mereka hanya bisa menerimanya saja.
Shiro POV
Saat ini kami sedang dalam perjalanan untuk menuju ke Pinggir pantai dan melanjutkan ke Yuba melewati Gurun.
Selama di Kapal Going Merry milik Kelompok Topi Jerami, yang aku lakukan hanya mengobrol bersama dengan yang lainnya.
Ketika kami sampai di pinggir pantai, aku langsung kembali ke Kapalku yang berada di belakang Going Merry untuk menyiapkan beberapa barang yang akan kami bawa.
"Shiro, apa kamu yakin Jaket ini bisa menyejukkan kita di gurun pasir ini?" tanya Nojiko kepadaku
"Percayakan padaku. Jaket ini sudah aku rancang untuk bisa tahan di berbagai suhu"
"Awas saja kalau kamu berbohong"
"Apakah diriku ini pernah berbohong?" ucapku sambil mendekatkan wajahku ke wajah Nojiko
Pletak...
Kepalaku yang tadinya baik baik saja sekarang muncul sebuah benjolan besar karena pukulan kekesalan dari Nojiko.
Bisa dibilang di Kelompok Bajak Lautku ini aku adalah orang yang paling tidak bisa ditebak karena kepribadianku yang selalu berubah ubah.
12 Orang dari Kelompok Bajak Lautku akan berangkat menuju ke Alubarna bersama dengan 8 Orang dari Kelompok Bajak Laut Topi Jerami.
Yang memakai Jaket yang aku berikan hanyalah Kru Bajak Lautku saja.
"Yosh.... Mari kita Mulai. JAN..... KEN..... PON..." ucap seluruh anggota Bajak Lautku yang laki laki
Sebelum berangkat, kami saling adu suit untuk menentukan siapa yang akan duduk tanpa berjalan.
Hal itu selalu kami lakukan sejak pertama kali memulai petualangan dari Desa Kai.
Hasil dari Suit kami tadi, yang berhak untuk duduk dan menikmati perjalanan adalah Aku dan Paman Kuro saja.
Kami bertiga akan ditarik oleh Kinoe sampai tiba di tujuan kami yaitu Alubarna.
Kekuatan Fisik yang dimiliki oleh Kinoe sangatlah besar karena ia sejak kecil terus berlatih bersama dengan teman temannya di tempat tinggalnya dulu yaitu Para Monster.
Menarik diriku dan juga Paman Kuro bukanlah masalah besar bagi Kinoe karena kekuatan fisik yang ia miliki.
"Yosh, Kin-chan, tarik kami sampai tiba di tujuan ya" ucapku kepada Kinoe
"Ya, ini adalah salah satu latihanku"
"Luffy, taruh barang bawaan kalian di kereta yang akan ditarik oleh Kin-chan. Kalian akan kelelahan jika membawanya" ucapku
Setelah aku mengatakan hal itu, Kereta yang akan aku dan Paman Kuro gunakan langsung penuh dengan perbekalan kita selama perjalanan menuju ke Yuba.
Ketika semuanya sudah siap, kami langsung berjalan melintasi Gurun pasir yang sangat panas ini.
Setelah beberapa waktu berjalan bersama, kami tiba di Kota Erumalu yang menyisakan raruntuhan saja.
Karena tidak ada hal yang membuat perjalanan kami terhambat, kami langsung melanjutkan lagi.
"Hei, Nojiko"
"Apa?"
"Apakah kalian tidak kepanasan dibawah teriknya matahari ini?" tanya Nami kepada Nojiko yang berada disampingnya
"Tidak kok. Kami semua tidak merasakan panas karena sejak tadi kami memakai Jaket kebanggaan kami"
"Jaket ini? Bagaimana bisa jika kalian memakai Jaket tidak kepanasan?" tanya Nami penasaran
"Coba saja sendiri"
Ketika Nojiko mengatakan hal itu, dia langsung melepaskan Jaketnya dan memakaikannya kepada adiknya itu.
Wajah yang ditampakkan oleh Nami terlihat dengan jelas kalau dirinya menikmati betapa sejuknya ketika memakai Jaket Kebanggaan Bajak Laut Flowers.
Sedangkan untuk Nojiko, aku bisa melihat dirinya sangat kepanasan ketika baru saja melepas jaketnya.
"Nami, kembalikan jaketku. Ini sangat panas sekali" ucap Nojiko sambil berusaha mengambil jaketnya kembali
"Tidak mau! Aku tidak mau kepanasan" jawab Nami
"Ya sudah. Padahal kalau kau mengembalikan jaket itu kembali kepadaku, Shiro akan memberikan Harta karun kepadamu"
"Benarkah? Kalau begitu terima kembali jaketmu ini"
Tak lama kemudian, para Kru Topi Jerami yang sedari tadi menahan panasnya terik matahari langsung memohon kepadaku untuk dipinjamkan jaket yang sama seperti yang kami pakai.
"Sozo Sozo no Mi : Jaket"
Dalam sekejap, semua Kru Topi Jerami yang sebelumnya tidak memakai Jaket dan kepanasan, tiba tiba mereka langsung memakai Jaket yang sama seperti yang aku pakai.
Vivi dan Ace yang bukan bagian dari Kelompok mereka juga memakai Jaket yang sama.
"Apa yang baru saja terjadi? Kenapa kita memakai Jaket?" ucap Nami kebingungan
"Itu adalah kemampuan milik Kapten kami, Cheveux Shiro. Dia memakan Buah Iblis Sozo Sozo no Mi yang membuat dirinya bisa menciptakan apapun bahkan Uang dan juga Daging sekalipun" ucap Firo
"Uang?" ucap Nami dengan mata uang di matanya
"Daging?" ucap Luffy dan Ace secara bersamaan
"Apa itu benar? HEBATT. Tunjukkan padaku! Aku ingin memakan Daging" ucap semangat Luffy
"Itu benar. Tunjukkanlah sekarang" ucap Ace yang mengikuti perilaku Adiknya itu
"Silver, buatlah sebuah Rumah di tengah tengah Gurun ini" ucapku
"Baik. Wooden House"
Seketika, dari bawah tanah kami langsung muncul banyak kayu yang menutupi kami.
Kayu kayu itu tadi langsung berubah menjadi sebuah Rumah yang bisa digunakan untuk beristirahat sejenak.
"HWEBAT" ucap Luffy
"Masih belum loh, Luffy. Sozo Sozo no Mi : Meat, Sake" ucapku
Ketika aku mengucapkan hal itu, meja yang ada di depan kami semua langsung terisi penuh dengan Daging dan juga Sake yang merupakan favorit Zoro dan Paman Kuro.
Sebelum aku memerintahkannya, kedua laki laki bersaudara itu tadi langsung menuju ke Daging yang aku ciptakan tadi dan mulai memakannya dengan cepat.
Karena aku tidak ingin kalah dari mereka berdua, aku langsung mengikuti mereka dan mulai memakannya dengan cepat.
Paman Kuro yang sebelumnya tertidur langsung bangun dari tidurnya karena mencium bau dari Sake yang menjadi minuman Favoritnya itu.
Karena hari juga sudah mulai malam, kami memutuskan untuk bermalam di Rumah yang dibuat oleh Silver menggunakan kemampuannya di tengah padang pasir atau gurun pasir ini.
"Gawat, aku sudah tidak bisa makan lagi" ucap Luffy sambil memegangi Perutnya yang sudah menjadi besar tersebut
"Aku juga sudah tidak bisa makan lagi" ucap Ace sambil melakukan hal yang sama dilakukan oleh Luffy
"Kalian berdua benar benar payah sekali. Ini bukanlah apa apa" ucapku sambil mengunyah Daging
"APAAA? Kau masih bisa makan sebanyak itu?"
"Sebenarnya, Perut seperti apa yang kalian miliki?" tanya Nami yang terheran melihat kekuatan makanku, Ace, dan Luffy
"Biarkan saja seperti itu. Lagi pula, aku belum pernah melihat Shiro bahagia seperti ini sejak 8 tahun yang lalu" ucap Bibi Julia
"Bibi, ada yang ingin aku tanyakan" ucap Nojiko
"Apa?"
"Sebenarnya siapa orang yang kalian bicarakan sebelumnya itu?"
"Dia adalah Orang yang diselamatkan oleh Shiro 9 tahun yang lalu. Jika nanti sudah waktunya, kamu akan mengetahuinya"
"Benar sekali, dia adalah salah satu teman kita yang berharga. Kekuatannya memang berada di bawah Shiro. Yang pasti dia adalah orang yang sangat kuat" potong Firo
Pada malam itu kami semua melakukan Pesta di tengah tengah padang pasir yang luas ini.