webnovel

Gairah Kakak Tiri

Author: BlueSekai
Teen
Ongoing · 146.9K Views
  • 17 Chs
    Content
  • ratings
  • NO.200+
    SUPPORT
Synopsis

WARNING!!! MENGANDUNG UNSUR DEWASA 21+ Setelah lulus dari SMA dua tahun yang lalu, akhirnya Jack memutuskan untuk kuliah di usianya yang kedua puluh tahun. Dikarenakan kampusnya berjarak jauh dari rumah dan lebih dekat dengan rumah kakaknya, maka kak Brian pun menyarankan Jack untuk tinggal dirumahnya sampai Jack selesai kuliah. Singkat cerita, Jack pun setuju dan ia pun tinggal bersama dengan kak Brian dan kakak iparnya yang super sexy, kak Vivi. Namun berawal dari kejadian yang tak terduga, gairah liar pun muncul antara Jack dengan kakak iparnya. Setelah kejadian dengan kakak iparnya tersebut, mulaibermunculan wanita-wanita cantik yang bersinggungan dengan Jack. Bagaimanakah kisah terlarang antara Jack dan Kak Vivi? Apakah Kak Brian menyadari bahwa istrinya ada main dengan adiknya sendiri? Dan bagaimanakah petualangan asmara Jack bersama teman-teman wanitanya?

Chapter 1Chapter 1 "Terbangun"

Jack melihat jam di handphone nya yang menunjukkan pukul dua malam. Ia tak sengaja terbangun karena tenggorokannya sangat kering. Diraihnya botol minum yang ada di meja kecil samping ranjangnya. Dibukanya botol tersebut namun ketika ia hendak meminumnya, tak keluar setetes pun air dari mulut botol tersebut.

"Yah, habis" keluh Jack yang merasa kesal sekaligus masih sangat mengantuk.

Sebenarnya ia cukup malas untuk pergi ke dapur dan mengisi kembali botol minumnya. Tapi karena tenggorokannya sudah sangat kering, ia pun terpaksa bangkit dan memutuskan untuk ke dapur yang berada di lantai di lantai bawah.

Suasana rumah lumayan gelap dan hanya pada bagian-bagian rumah tertentu yang dibiarkan lampunya menyala oleh kak Brian, kakak kandungnya. Itu pun hanya menggunakan lampu kecil di beberapa sudut ruangan. Kak Brian yang bekerja sebagai kartunis baru saja menikah dengan kak Vivi selama empat bulan. Sebelum kak Brian menikah, ia memang sudah mempunyai rumah dan hidup terpisah dengan Jack dan juga kedua orangtuanya.

Tapi dua minggu yang lalu Jack mendaftar kuliah dan diterima di universitas yang berada tak jauh dari rumah kak Brian. Kakaknya pun menyarankan untuk tinggal bersamanya daripada harus indekost yang akan memakan biaya tambahan. Maka sejak seminggu yang lalu, Jack pun pindah kerumah yang kak Brian dan kak Vivi tinggali.

Saat kakaknya menikahi kak Vivi, ada rasa iri pada diri Jack yang juga tak habis pikir bagaimana kakaknya bisa mendapatkan wanita cantik, kulit putih, dada besar,dan memiliki body goals selayaknya tokoh-tokoh anime wanita yang sering ia tonton. Khususnya dengan genre Harem dan Ecchi yang kadang memancing libidonya.

Sesampainya di dapur ia segera mengisi botolnya dari dispenser. Setelah penuh, segera saja dipuaskannya dahaganya yang sejak tadi menyiksa dan memaksanya untuk meninggalkan ranjangnya yang nyaman.

Namun, saat ia sedang minum. Dirinya seperti mendengar sesuatu. Setelah berhenti minum, Jack pun semakin menajamkan pendengarannya untuk mencari asal suara yang ia dengar. Ia pun berjalan perlahan-lahan sembari mencari asal suara yang ia yakin merupakan suara wanita tersebut.

Setelah di dekat pintu kamar kakaknya, ia berhenti dan terkejut bukan main. Kini suara yang ia dengar menjadi sangat jelas. Ternyata yang ia dengar sejak tadi adalah suara erangan kakak iparnya yang sedang bercinta dengan kakaknya.

Karena malu, Jack pun berbalik badan dan hendak kembali ke kamarnya. Tapi saat baru saja ia hendak berjalan, kak Vivi mendesah lebih keras lagi. Sontak saja pikiran Jack segera berpetualang dengan liar dan menerka-nerka apa yang sedang kakaknya lakukan sampai membuat kakak iparnya mendesah begitu keras.

Pergulatan batin pun terjadi. Antara ia ingin mengintip atau kembali ke kamarnya dan melanjutkan untuk tidur yang dimana sangat diragukannya untuk bisa dia lakukan.

"Aaahhhhh," desah kak Vivi semakin keras dan panjang.

"Ssttt.. jangan terlalu keras sayang, nanti Jack bisa dengar," sahut kak Brian.

"Tidak...mung..kin..dia...dengar.. aahhhh...ini..sudah...larut...ahh, iya terus disitu sayang..ahhh," balas kak Vivi yang malah semakin merasa terangsang.

Di dahi Jack sudah mulai bercucuran keringat dan kemaluannya perlahan-lahan menegang. Pikirannya sudah benar-benar kalut dan dia pun memutuskan untuk kembali berbalik badan dan mengintip dari ventilasi atas pintu kamar kakaknya. Kebetulan di dekat pintu kamar kakaknya terdapat lemari yang berisi buku-buku koleksi kakaknya dan kursi yang dipakai untuk melahap buku-buku tersebut. Jack berencana menggunakan kursi itu untuk naik dan mengintip kakaknya.

Jack berjalan sembari berjinjit agar tidak menimbulkan suara apapun. Sesampainya di dekat pintu, Jack tersentak, ternyata pintu kamar kakaknya tidak tertutup dengan rapat. Karena itu juga ia bisa mendengar erangan kakak iparnya dari kejauhan. Merasa sangat beruntung, Jack segera saja mengintip melalui sela pintu yang sedikit terbuka itu.

Mulutnya langsung menganga melihat kakak iparnya yang biasa ia temui setiap hari saat ini sedang duduk di tubuh kakaknya yang berbaring dan memegangi pinggul istrinya yang terus bergerak naik dan turun. Jack terpesona melihat tubuh mulus dan putih kakak iparnya yang terkadang memang berpakaian sedikit terbuka walaupun di dalam rumah dan ada dia sekalipun.

Dia dapat melihat gunung kembar milik kakak iparnya yang memang berukuran besar berguncang dengan hebat seiring dengan semakin cepatnya ia bergerak. Merasa payudaranya berguncang dengan keras, kak Vivi memegangi kedua gundukan daging yang berbentuk indah dan masih sangat kencang tersebut seraya meremas-remasnya untuk semakin membuatnya terangsang.

Melihat hal tersebut kak Brian segera bangkit dan duduk kemudian tangannya maju ke depan dan meremas-remas dada dari istrinya yang sangat sexy tersebut. Sambil tak ketinggalan ia menciumi punggung istrinya yang membuat kak Vivi semakin menggila dan menggeliat tak karuan karena bercampurnya rasa geli dan nikmat yang sedang ia rasakan.

Dada Jack juga merasa sangat panas karena menyaksikan kedua kakaknya tanpa busana dan memadu kasih dengan saling mengejar kenikmatan bersama-sama. Mata Jack masih terpaku pada tangan kakaknya yang meremas-remas payudara istrinya dan terkadang memainkan putingnya yang berwarna merah muda dan nampak sudah mengeras yang menandakan bahwa kakak iparnya itu sudah sangat terangsang dan sedang di mabuk oleh kenikmatan duniawi.

Tangan kak Brian kini sudah tak lagi meremas dada dari kak Vivi. Tapi kini ia memegang pantat dari kak Vivi dan mengangkatnya sedikit. Kak Vivi pun hanya bisa pasrah dan kedua tangannya meremas-remas rambutnya seperti sedang mandi keramas. Setelah kak Brian mengangkat sedikit bokong kak Vivi dan merebahkan tubuhnya kembali, kini ia mengambil alih sebagai yang aktif dengan menggerakkan pinggulnya naik dan turun dengan cepat.

Mendapat perlakuan seperti itu, sontak saja kak Vivi menjadi semakin menggila dan menggeliat karena merasa sangat enak. Bahkan ia sampai menggigit bibirnya sendiri agar tidak kelepasan yang dimana kali ini mungkin saja ia tidak lagi mendesah, namun berteriak dengan keras.

Kak Brian terus menggoyangkan pinggulnya dan saat ini kepalanya mendangak menghadap tembok yang dimana menunjukkan kalau ia juga merasa sangat keenakan. Tubuh kak Vivi tersentak-sentak ke atas yang membuat dadanya berguncang dengan tak beraturan. Kedua dadanya sudah tak terkendali lagi dimana hal itu membuat Jack yang sedang menyaksikan hanya bisa menelan ludah pahit.

Kemudian kak Brian berhenti bergerak dan kak Vivi pun terlihat terengah-engah dengan wajah yang sedikit memerah. Dengan posisi yang sama kak Brian menyatukan kedua kaki kak Vivi yang dimana sejak tadi terbuka dengan lebar sehingga membuat Jack dapat melihat semuanya dengan jelas karena posisi duduk kak Vivi persis menghadap ke pintu. Kini posisi kak Vivi berganti menjadi berjongkok dengan pinggul sedikit terangkat yang hal itu dilakukannya dengan spontan karena untuk memberi ruang pada kak Brian agar bisa bergerak naik dan turun.

Kak Brian bangkit untuk duduk namun kedua tangannya berada lurus ke belakang untuk menjadi penyangga tubuhnya. Dan kemudian ia pun kembali menggerakkan pinggulnya naik dan turun memompa tubuh indah kak Vivi. Setelah berganti posisi menjadi jongkok, otomatis kini alat vitalnya menjadi lebih rapat, sehingga gerakan suaminya menjadi semakin terasa dan semakin membuatnya melayang. Bagai sudah tak terbendung lagi, kak Vivi pun kembali mendesah walaupun tak sekeras tadi.

"Ahhhh...ahhh...enak mass...ahhh ...terus mas...ahh." desah kak Vivi yang merasa sangat keenakan.

Mendengar hal itu, Jack sontak saja semakin terangsang dan seperti tak kuat lagi menahan libidonya. Tak terasa ia pun menurunkan celana boxernya dan mulai memompa "si Joni" sambil menyaksikan secara langsung adegan ranjang yang mana pemain utamanya adalah kedua kakaknya sendiri.

Jack sudah hampir lepas kendali dan tak memperdulikan lagi sekitarnya. Ia merasa hasratnya juga harus terlampiaskan. Tapi karena tidak ada lawan dan tidak mungkin juga untuk bergabung dengan kedua kakaknya, ia pun memilih untuk masturbasi disana.

Dilihatnya terus kedua kakaknya yang bercinta dengan hebat sambil ia juga terus menggerakkan tangannya sendiri. Tapi gerakan tangan Jack tiba-tiba saja berhenti, ia pun segera bergeser dan bersandar pada tembok. Ia sangat terkejut dan jantungnya berdegup sangat kencang karena baru saja matanya bertukar pandang dengan mata kak Vivi.

You May Also Like

Was My Sweet Badboy

WARNING !! [cerita ini hanyalah fiktif belaka, semua setting tempat adalah fiktif! kesamaan nama tokoh, tempat, sekolah maupun scene dalam novel ini adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan!] ------------------------------------------------- Bimo namanya, anak baru pindahan dari Bandung yang tiba-tiba memberiku surat, isinya dia minta izin untuk menyukaiku. hah?! 'kenapa suka aku?' kuputuskan untuk tanya hal ini. lalu dia jawab begini ; 'aku tidak punya alasan, tidak paham juga kenapa bisa suka, hanya mataku tidak bisa berhenti melihat kemanapun kamu pergi, aku tidak bisa menahan senyumku dan rasa senangku kalau sedang dekat denganmu, aku suka lihat kamu ketawa dan tidak senang lihat kamu nangis, aku benci orang-orang yang bikin kamu sedih sampai-sampai ingin ku tendang pantat mereka biar sampai ke pluto, aku mau pegang tanganmu dan bilang pada cowok-cowok yang suka padamu untuk tidak lagi mengganggumu.' ku baca tulisannya yang panjang itu. aku deg-degan, sumpah kalau dia bisa dengar jantungku, itu seperti ada drum band di dalamnya. Dia orang yang unik, dan punya pendekatan berbeda padaku, orang yang percaya diri dengan bagaimana kepribadiannya, tidak kasar, berusaha dengar perkataanku, tapi sebenarnya dia juga adalah orang yang keras pada idealisnya, suka naik gunung bahkan bikin jantungku sering ingin lompat karena khawatir setiap kali dia melakukan hobinya itu. Bimoku... Elangku yang selalu terbang bebas tanpa peduli apapun.. Elangku yang selalu terbang menerjang badai... ini, adalah kisahku saat itu, saat dia bersamaku.. -------------------------------------------- VOLUME 2 : Menggapai kembali Ketika masa lalu menyesak masuk saat kau telah mulai lari darinya. Seseorang yang tetap berdiri di persimpangan hidup mereka. Yang tetap tegak di persimpangan waktumu dengannya. Kini persimpangan itu mempertemukan mereka kembali. Dengan segala keajaiban-keajaiban yang kau kira telah tiada. Dia berusaha menggapaimu sekali lagi. Berlari dari masa lalu, mengejarmu yang telah lama tertatih untuk bisa berdiri di titik ini. Mencoba meraihmu dengan senyumnya lagi. "Kamu masih punya hutang jawaban sama aku." "Apa?" "Yang mau kamu jawab 10 tahun lagi sejak waktu itu." "Hahah, kamu pikir itu masih akan berlaku?" "Tentu! Ray, marry me please ..." POV 3 ---------------------------------- Volume 3 : Langit dan Rindu Kisah si kembar buah hati Bimo dan Raya, akankan kisah mereka semanis kisah remaja kedua orang tuanya? Bagaimana jika Langit Khatulistiwa punya kecenderungan sister complex dan juga tsundere akut terhadap adik kembarnya? Intip yuk ... ---------------------------------------------- [karya ini bergenre romance-komedi, harap bijak dalam membaca, jika sekiranya tidak sesuai selera, silahkan close, gak usah masukin koleksi] [mengandung kata kasar, dan diksi tidak serius dalam penceritaan!] Credit cover : Pinterst cover bukan milik pribadi

MORAN94 · Teen
4.9
425 Chs

ratings

  • Overall Rate
  • Writing Quality
  • Updating Stability
  • Story Development
  • Character Design
  • world background
Reviews
Liked
Newest

SUPPORT