1 Hari Yang Aneh

Hari ini adalah hari yang melelahkan. Hari dimana status siswa ku sudah berubah menjadi mahasiswa. Ini adalah hari pertamaku untuk memasuki dunia perkuliahan. Aku bergegas ke kampus untuk menuntut ilmu dihari pertamaku. Aku mengikuti kelas dengan penuh semangat dan berharap hari ini adalah hari yang baik bagiku.

Senjapun tiba. Aku berjalan menuju ke supermarket membeli sebuah roti untuk mengalahkan lapar yang bergejolak dalam perutku. Aku langsung memakan roti itu sambil melihat keramaian di alun-alun kota. Tak terasa roti ku hampir habis. Aku bergegas untuk pulang kerumah. Aku terus memerhatikan langkah kaki ku agar tidak menabrak seseorang.

Seketika aku melihat seorang gadis. Gadis itu tak ada bedanya dengan gadis normal pada umumnya. Tetapi, ada satu hal yang berbeda dengan dirinya. Seperti magnet yang membuatku ingin terus dekat dengannya. Mataku terus menatapnya dengan lembut. Kupikir dia adalah mahasiswi yang baru saja pulang dari kampus. Tetapi entah mengapa aku sangat ingin mengetahui nama dan berkenalan dengannya.

Tiba-tiba gadis itu menoleh dan mendekatiku.

"Halo." Ucap gadis yang tidak kuketahui namanya.

"Hai." Jawabku sambil menatap matanya.

"Kau ingin mengetahui namaku kan ? namaku Rena." Ujarnya dengan wajah yang tersenyum dan pipinya tiba-tiba berubah menjadi berwarna merah.

"Oh iya namaku Sera. Bagaimana bisa ? kenapa kau tahu kalau aku ingin berkenalan denganmu ?" tanyaku.

"Kalau soal itu, Cuman firasatku saja. Senang berkenalan denganmu. Kalau begitu aku pamit dulu ya. Ada yang harus ku kerjakan. Tujuanku hari ini sudah terpenuhi. Sampai jumpa lagi Sera. Aku harap bisa bertemu denganmu lagi ditempat ini." Jawabnya sambil tersenyum dan berjalan menjauh dariku dengan terburu-buru.

Ketika dia mengucapkan ucapan perpisahan, aku terus memerhatikannya. Tiba-tiba gadis yang sangat misterius itu menghilang dalam keramaian.

"Hah ? Tujuan ? apa maksudnya itu ?" Tanyaku dalam hati.

Aku tak sempat untuk mengambil kontaknya. Aku berniat kembali ketempat itu diesok hari dan menemui gadis itu kembali.

Aku melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Hal yang baru saja terjadi masih terpikirkan olehku.

"Bagaimana bisa dia mengetahui kalau aku ingin berkenalan dengannya ? Mungkin gadis itu mempunyai kekuatan spiritual. Ah tidak mungkin. Lagi pula ini pertemuan yang sangat singkat." Gumamku dalam hati sambal memasuki rumah.

Setelah beristirahat sejenak, aku langsung menuju ke ruang makan untuk menyantap makan malam bersama adikku. Setelah itu aku bergegas untuk tidur agar aku bisa melihat hari esok walaupun hal itu belum tentu terjadi.

Keesokan harinya aku terbangun dari tidurku. Aku langsung bergegas untuk mandi dan sarapan. Aku berpamitan kepada adikku dan berangkat ke kampus. Sama halnya dengan hari kemarin, kegiatan kampus berakhir di sore hari. Aku langsung menuju ke alun-alun kota dan berharap aku bisa bertemu dengan dirinya.

Aku terus menunggu dan menunggu. Selama berjam-jam, Rena tak kunjung datang. Aku terus mencari, menoleh, dan berharap dia datang menemuiku lagi. Dan pada akhirnya, dia tidak pernah muncul dihari itu.

"Mengapa aku terus terobsesi dengannya ? ah sudahlah. mungkin hanya halusinasiku saja." Gumamku dalam hati.

Aku bersama rasa penasaranku, menuju jalan pulang. Sesampai di rumah, aku langsung memasuki kamarku dan terus berpikir mengenai kejadian kemarin.

Apa yang sedang terjadi disini ? apakah seseorang telah mengikutiku ? apakah dia adalah orang yang kucari selama ini ? tidak ada yang tahu. Aku bertekad untuk kembali ke tempat itu. Tempat dimana aku bertemu dengan gadis itu. Ya Rena, si "Gadis Misterius".

Next chapter