1 Chapter. 01– Yang Mulia dan Dewa Spiritual Melakukan penyerangan.

Terjadi sebuah peperangan hebat antara dua orang kultivator hebat yang sudah menduduki posisi, peringkat paling atas menuju kekuatan spiritual surga yang akan ditentukan pemenangnya. 

Tidak! Tidak! Ini pasti ada yang salah! 

Pertarungan antara dua kultivator itu, membawa pengikut-pengikut mereka untuk membela tuan mereka. 

Kultivator putih (Bai Wu) yang mereka sebut itu, melawan seorang kultivator hitam (Song Yin) juga dengan pengikut-pengikutnya yang tentunya juga ikut menghitam karena pemimpin mereka yang memang adalah seorang iblis! 

Getaran, guncangan hebat yang berasal dari alam manusia itu sampai di alam surga yang juga mendapatkan akibat dari pertarungan itu. "Memangnya, apa yang telah kami lakukan pada kalian hingga membuat kami merasa sakit kepala karena ulah kalian yang memiliki aliran yang berbeda?" 

"Pertarungan itu tidak akan selesai sampai mereka menemukan siapa yang akan tumbang lebih dulu!"

"Apa yang harus dilakukan sekarang ini? Apakah kita akan menunggu untuk kedatangan hancurnya alam surga hanya karena pertarungan bodoh ini?"

"Apa yang sedang dilakukan dewa spiritual sekarang ini?"

Langit tiba-tiba terbelah! Awan-awan bergemuruh membentuk sebuah lubang cahaya ditengah-tengah mereka. Dewa spiritual Wu Cheng yang memakai pakaian indah terbang di tengah-tengah lubang langit tersebut. Rambutnya yang panjang, melayang terbang bersama dengan angin membuat keindahan yang tampak jelas terlihat pada aura kedatangan Wu Cheng. 

"Itu dia! Dewa spiritual Wu Cheng!"

Raut wajah Wu Cheng, tentunya terlihat tidak senang ketika melihat akibat dari pertarungan mereka. Hutan yang seharusnya hijau, penuh dengan bebauan bunga-bungaan yang bermekaran, serta juga terdapat dedaunan yang berterbangan terbawa angin. Hancur! Menghitam! Seperti termakan oleh bumi! 

Wu Cheng berkata dengan dingin, "Kalian adalah orang-orang yang biadab. Tidakkah anda merasa telah diberikan kemampuan spiritual yang sangat besar dan bertujuan untuk melindungi alam kalian?"

Satu orang diantara kerumunan orang-orang, pengikut sekte aliran gelap bertekuk lutut dihadapan Wu Cheng, berkata dengan penuh ketakutan di wajahnya, "Saya mohon, untuk Dewa Spiritual! Kami memohon maaf atas tindakan yang sangat lancang! Ini bukan keinginan saya sendiri tapi, ini benar-benar dari lubuk hati kedua Kultivator putih dan hitam ini, untuk melakukan sebuah pertarungan!" 

Benar-benar orang yang licik! Laki-laki itu seperti hewan! Apakah dia melakukan ini untuk lari dari kenyataan bahwa sekarang adalah hari kematiannya? 

Namun sayang, Dewa Spiritual tidak percaya dengan perkataan anda sekarang ini. Di Kanan dan kirinya, muncul perlahan bayangan merah, putih juga dengan kuning keemasan, berubah menjadi beberapa naga yang memiliki warna yang berbeda-beda dan memiliki arti yang berbeda-beda juga. Mereka adalah naga pelindung, kemakmuran, serta petarung alam surga. 

Naga putih sebagai naga yang melindungi alam surga dari segala serangan serta kedatangan iblis-iblis yang berasal dari alam mereka. 

Naga merah, sebagai naga petarung yang menyemburkan api dari mulutnya. Tidak tinggal di alam surga melainkan ia akan selalu pergi dari alam surga mencari musuh-musuhnya yang kemudian akan dibunuhnya menggunakan semburan api miliknya. 

Naga emas, selalu melindungi kemakmuran, kedamaian di alam surga dan selalu berhasil membuat alam surga terjaga dengan baik. 

Sekarang tingga menyelesaikannya saja. Apa yang akan dilakukannya pada alam manusia setelah ia masih melihat sifat arogansi, egoisme serta keserakahan yang ada dalam pikiran orang-orang ini? 

Dari atas langit sana, Dewa Spiritual, Wu Cheng berkata, "Sebagai gantinya, saya akan memberikan kalian sedikit ajaran baik serta orang-orang yang akan mengajari kalian apa itu sopan santun dan menjauhi sifat arogansi kalian. Tapi, untuk manusia seperti kalian, tidak bisa terus menerus hidup disini dan membuat orang-orang saya sengsara dengan keserakahan kalian. Karena itu,..." Setelah jeda sejenak, Wu Cheng menghunuskan pedangnya, kembali melanjutkan, "Orang-orang yang layak untuk meninggal!" 

Ketiga naga yang berada di sisi kanan dan kiri Wu Cheng, membuka mulut mereka dan memunculkan cahaya sesuai dengan warna kulit mereka yang kemudian jatuh ke tanah, menyebabkan guncangan keras pada tanah yang mereka injak. 

Ketiga cahaya itu akhirnya perlahan menghilang, meninggalkan wujud dua orang laki-laki juga seorang wanita dari ketiga cahaya tersebut. Mereka tidak membawa pedang, serta hanya memakai celana yang berbahan tipis atau mereka sebut telanjang dada, juga wanitanya hanya memakai jubah putih yang tipis, masih menunjukkan bentuk tubuhnya yang indah.

Naga merah petarung, memunculkan seorang laki-laki bertubuh tinggi dan besar serta memiliki rambut merah panjang terbawa angin, terlihat anggun dibandingkan dengan wujud manusia dari kedua naga lainnya. 

Naga putih, memunculkan wujud seorang wanita berambut putih panjang serta kulitnya seputih salju. Bola matanya sangat tajam ketika mulai di tunjukan ke arah mereka. Sedikit pendek namun tubuhnya ideal karena memiliki ukuran pinggang yang hanya seukuran kertas putih normal. 

Juga naga emas yang memiliki rambut pirang keemasan bercahaya. Senyum di wajahnya itu sangat manis dan lembut seperti memeluk mereka namun sebenarnya itu adalah senyum kematian yang selalu ditujukan padanya. Tubuhnya tidak begitu besar, namun lincah ketika menghindari serangan lawan. 

Wu Cheng yang masih berada di atas langit itu berkata, "Potongan dari kekuatan spiritual dari ketiga naga penjaga alam surga, saya akan memerintahkan untuk, mengeksekusi mati orang-orang yang sedang berada di hadapan kalian."

Masing-masing dari ketiga jelmaan manusia ketiga naga, akhirnya membuka mata mereka. Pandangannya seperti mati, seperti menunjukkan bagaimana akhir dari mereka semua. Kami hanya akan mematuhi perintah dari tuan kami. Sesuai perintah, kami akan mengeksekusi mati kalian semua! 

Selama 200 tahun, potongan ketiga naga tersebut sudah melakukan reinkarnasi sebanyak 6 kali dan akhirnya sampai pada reinkarnasi mereka yang ketujuh setelah reinkarnasi mereka yang ke enam meninggal 30 tahun lalu. 

Rata-rata yang kematian mereka alami adalah, terbunuh dan jatuh sakit. 

Tapi sebelum mereka melakukan sesuatu yang sudah diperintahkan, harus ada yang namanya pertemuan di sebuah tempat. 

"Saya merasa jika pada reinkarnasi dari ketiga naga ini, sesuatu mungkin akan terjadi."

Sebuah kekaisaran di wilayah barat daya, terkenal dengan kekejamannya, senyap, mereka ketakutan mereka merinding melihat seorang laki-laki bertubuh kekar, memakai baju kebesarannya, sangat indah terlihat anggun juga dengan rumbai pedang yang ada di pinggangnya itu. 

Kaisar telah duduk di singgasananya! 

Dua orang kultivator, ditugaskan untuk memantau kekaisaran Utara, gagal mendapatkan informasi dari mereka. Dua orang kultivator itu, gemetaran duduk bertekuk lutut, ketakutan setengah mati di depan kaisar mereka 'Zhang Li Feng' mengangkat pedangnya dengan ekspresi tidak biasa, penuh dengan amarah yang semakin merasuki pikirannya. "Benar-benar tidak berguna!" 

Kekaisaran Barat Daya memang terkenal dengan kekejamannya, bejat kelakuan tingkah buruknya terhadap istri-istrinya sendiri. Kaisar mereka, sama sekali tidak memberikan ampunan pada anak buahnya baik itu kesalahan kecil ataupun besar, tidak akan mungkin untuk bisa menghindarinya karena pesonanya yang sangat besar, hampir mencapai tingkatan alam surga. 

Pedang kaisar itu kemudian diayunkan, bergerak sedemikian rupa memotong daun telinga mereka dengan kejam bahkan sampai terlepas. Kedua Kultivator itu meringis kesakitan, bersujud memegangi telinga mereka yang sudah terlepas. Daun telinga yang terlepas, kemudian mereka ambil kembali dan diletakan kembali di tempatnya namun, itu tidak akan bisa dilakukan! Secara permanen, otomatis kalian akan mengalami ketulian! 

Salah satu yang berdiri di dekat kaisar itu berkata dengan gemetaran, menyatukan kedua tangannya, "Kaisar, kami mohon maaf! Ampuni kami!" 

Namun, sadarkah kalian? Kaisar itu sama sekali tidak memiliki hati yang lunak! 

Kaisar itu berkata dengan dingin, "Segera, akan ada puluhan bahkan ratusan pedang yang akan menancap di tubuh kalian!" 

Beberapa orang yang berada di sekitar karpet merah berlantaikan perunggu, dan mengawal kaisar di depannya, mereka berdiri mengerti apa yang dikatakan oleh kaisar mereka tadi. Pedang kemudian kembali digerakkan oleh masing-masing orang yang berada di sekitar karpet merah, mampu menancap di seluruh tubuh kedua Kultivator tersebut. 

Sungguh kejam! Pembunuhan macam apa ini! Memangnya siapa yang bisa melakukannya selain kaisar bejat seperti kasar di barat daya ini!? 

Dua sejoli, kupu-kupu melayang menghampiri kaisar. Dua orang wanita cantik dengan memakai gaun, berlapiskan kain sutra emas yang begitu indah serta hiasan kepala yang bersinar dalam kegelapan istana. Aroma wanginya menyebar ke seluruh ruangan istana, para laki-laki disana, memiliki nafsu yang sangat kuat terhadap dua sejoli ini. 

Satu wanita yang berdiri di samping mayat laki-laki yang tergeletak di sampingnya, menendang kepalanya agar menghindar dari kakinya yang indah. Genangan darah itu begitu membasahi karpet merahnya juga sekumpulan pedang yang menancap pada mayat laki-laki tersebut. 

Satu orang kupu-kupu berkata, "Yang Mulia, apakah anda telah melakukan pembunuhan yang kejam?" 

Zhang Li Feng mendengus, "Ada apa? Kenapa kalian berdua tiba-tiba muncul disini? Apakah ada hal yang baik yang kalian dapatkan?"

Satu orang kupu-kupu kembali menjawab, "Yang Mulia, kekaisaran Utara, akan mengadakan festival penyambutan dewa. Tuan muda mereka, pangeran Xiao Luhan akan melakukan sebuah pertunjukan tarian pedang dan bertanding melawan banyak Kultivator di wilayahnya yang memiliki kemampuan tidak sebanding dengannya."

Kaisar Zhang Li Feng tertawa lepas ketika mendengar berita baik tersebut. Sungguh ini adalah sebuah kejutan yang besar! Segera, siapkan ribuan pasukan untuk melakukan penyerangan secara brutal pada mereka!