1 01

Pagi yang sangat cerah ini, terpaksa harus memaksakan diriku untuk bangun dari tempat tidur yang nyaman ni. Ya sekarang adalah hari pertama ku, untuk masuk ke perguruan tinggi alias kuliah. Gila sumpah males banget ahhh''''..

"Humaira " teriak umi sambil menggoreng ikan di dapur.

"hhhuuuffftt elah, si umi pagi-pagi udah teriak-teriak Bae" Humaira menggerutu.

"Apa sih umi" sahut Humaira sambil menuruni anak tangga.

"kamu ingat ga sekarang, hari pertama masuk kuliah" omel umi

"Iya umi, Humaira inget ko" jawab Humaira

"Yasudah sana mandi dan solat subuh"

Humaira tak menjawab perkataan umi, ia langsung pergi mandi. Kamar mandi di kamar Humaira kerannya bocor jadi ia terpaksa harus mandi dikamar mandi bawah.

Setelah mandi, Humaira pun pergi ke kamar untuk solat subuh dan persiapan kuliah.

Oh ya aku lupa memperkenalkan diri, Nama aku Humaira Azizah keluarga ku biasa manggil namaku Humaira atau Ade biasalah anak bungsu😁 Abi dan umi di beri amanah oleh Allah SWT untuk menjadi orang tua, beliau di beri anak yang tampan dan cantik seperti aku. Mereka mempunyai 2 anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan. Nama anak pertama Abi, Muhammad Abdullah, alhamdulilah ia baru 1 tahun lulus dari Kairo yah Abang ku memang sangat pintar dan tampan. Sekarang Abang ku bekerja sebagai dokter, profesi dokter lah yang di pilih oleh Abang karena itu adalah pilihan dari Abi. kata Abang kalo pilihan dari orang tua in sya Allah berujung baik. Anak kedua Abi adalah perempuan yaitu aku, Humaira Azizah. Alhamdulilah aku diberikan kesempatan oleh Allah untuk meneruskan belajar di Universitas di Yogyakarta, yah memang aku tak sepintar Abang ku yang mendapat kan beasiswa, yasudah lah sudah jalannya. Aku mempunyai dua pahlawan yang sangat aku sayangi dan cintai, beliau adalah Abi dan Umi, nama abiku Abdul zafar. Abi adalah pahlawan yang sangat, amat baik, sabar, pokonya++, aku beruntung punya ayah seperti Abi semoga aku bisa mendapatkan suami seperti abi. Pahlawan kedua ku yaitu umi, beliau lah ibu yang super bawel tapi masyaallah hati umi sungguh baik, kuat, perhatian pokonya sayang umi deh.

"Hhhuuuffftt akhirnya aku selesai juga siap2nya, ribet banget ah kaya bocah SMP pake pita dan di tempel dikepala karena aku pake kerudung jadi dijepit paket peniti deh sama nametag untungnya ga sesuai tanggal lahir ni pita" saking keselnya Humaira tersandung si anak tangga.

"aawww, iiss...Umi, Abi, Humaira jatuh" ringis Humaira

"Astagfirullah de" kata Abi, sambil membantu Humaira berdiri. Abi pun membawa Humaira ke sofa ruang tamu.

"Abi, maira kenapa bi" tanya Umi

"Ade kesandung mi" jawab Abi

"huh kamu toh de, kalo jalan hati-hati"

"Iya umi, maira salah"

"Yaudah sekarang kita sarapan dulu yu, nanti maira ke kampus di antar Abi" titah Abi

Kami bertiga pun menuju ruang makan untuk sarapan. Di keluarga Abi, di terapkan kalo makan tidak boleh sambil berbicara. kami makan dengan keadaan sunyi tanpa ada suara kecuali alat makan.

Kami telah menyelesaikan sarapan pagi dengan mengucapkan hamdalah.

"Humaira, udah selesai nak persiapan kamu untuk kamu kuliah?" tanya Abi

"Alhamdulilah udah bi" jawab Humaira

"Udah baikan itu nak, luka nya?" tanya umi

"Udah mendingan ko mi"

"Yasudah ayo Humaira kita berangkat nanti kamu terlambat" ajak Abi

"Humaira pergi ke kampus dulu" pamit Humaira sambil mencium punggung tangan umi.

"Umi, Abi sama Humaira pergi dulu ya" pamit abi sambil mencium kening umi.

uuh si Abi udah tua juga masih aja mesra, pengen ih kaya Abi sama umi, hubungan nya masih romantis walaupun udah lanjut usia. Aku ingin seperti umi, baik, sabar, Soleha, agar aku dapet suami kaya Abi πŸ˜… udah lah masih pagi udah ngehalu aja.

"Ayo bi" ajak Humaira

Humaira dan Abi pun, pergi meninggalkan pelataran rumah.

Akhirnya sampe juga ke kampus tercinta 😊 aku sampe kampus setengah jam sebelum penyambutan mahasiswa dimulai, aku takut datang terlambat dan berujung dengan hukuman. 15 menit lagi acara dimulai, akupun segera ke gedung aula, dimana mahasiswa pendidikan dan keguruan berkumpul. Ya aku mengambil jurusan keguruan karena aku ingin menjadi guru dan pekerjaan guru juga sungguh mulia.

"awww" aku tertabrak oleh perempuan yang tak dikenal.

"Maaf, saya tidak sengaja" kata si perempuan itu.

"Oh ya tidak apa-apa. Perkenalkan, nama saya Humaira Azizah. Panggil aja maira" Humaira mengulurkan tangannya.

"Emm nama saya, Samuana Elizabeth. panggil saja saya Eliza"jawab Eliza dengan wajah malu-malu

"Kamu prodi apa?" Tanya Humaira

"oh aku prodi PGSD"

"Wah kita sama eliza" jawab Humaira dengan antusias

"Em, yasudah kita baris saja yu. Sebentar lagi acara nya dimulai" ajak Eliza

Maira dan Eliza pun duduk ketempat dimana sudah disediakan tempat duduk untuk mahasiswa baru. Jam pun menuju kan bahwa acara sebentar lagi selesai dan besok adalah ospek dimana mahasiswa diuji mental nya agar dilemah.

"Baik semua anak-anak semoga kalian menjadi mahasiswa yang bermanfaat, berguna untuk Nusa dan bangsa. Cukup sekian dan terimakasih saya ucapkan" pesan dari pa dekan untuk mahasiswa fakultas keguruan.

Semua mahasiswa pun berkumpul Dengan kelompok nya masing-masing, agar besok tau siapa aja dan dimana mahasiswa harus berkumpul dengan teman-teman nya.

"Hhhuuuffftt aku kelompok 3 lagi Eliza" kata Humaira

"Beneran kamu kelompok 3?"tanya Eliza

"Serius aku kelompok 3 Eliza" geram Humaira

"Wah aku juga kelompok 3" mereka saking antusiasnya berpelukan dan menjerit sampe orang yang disekitar melihat siapa yang menjerit. Humaira dan Eliza sangat malu, mereka pun diem dan menunduk agar tidak ketahuan.

Tiba-tiba Kaka pembina OSIS kami datang.

"Temen-temen, apa ini kelompok 3" tanya si Kaka

"iya ka" jawab kami serempak

"Ok baik, bla... jadi jangan lupa besok pagi jam 7 udah ada disini jangan sampe telat. Cukup sekian dari saya terima kasih, wassalamu'alaikum" kata si Kaka.

"Belum juga di jawab salam nya udah pergi aja" sahut ku

"Udahlah Ra mungkin buru-buru dia" Eliza menenangkan Humaira.

"Yaudah yu pulang" ajak Humaira.

"ayo"

Mereka pun tiba di parkiran motor.

"Kamu pulang naek apa Ra?" tanya Eliza

"Aku naek ojol za"jawab Humaira.

"Yaudah Ra, aku duluan yah. Hati-hati ya Ra"

"ok, Kamu juga hati-hati ya"

sesampainya dirumah, Humaira langsung masuk dan duduk di sofa sambil meregangkan otot kaki yang berat dan pegel.

"Pada kemana si ni orang-orang, sepi amat ini rumah"

"Umi..umi" teriak Humaira.

"Apa sih nak, teriak-teriak terus" jawab umi dengan muka kesal.

"Oalah kirain maira, umi pergi" sahut Humaira

"Udah solat Zuhur belum?" tanya umi

"Hehe belum"

"Yaudah sana solat Zuhur, abis itu makan dan istirahat"

"Ok umi ku sayang"

Maira pun melaksanakan kewajibannya solat Zuhur, setelah solat Zuhur maira makan dan istirahat.

Humaira memasang alarm pukul 3 sore, biar bangunnya tidak terlalu sore.

Next chapter