1 A Prologue.

Disuatu malam yang senyap, aku menelusuri sebuah gedung tua, gedung tua yang menjadi tempatku bekerja sekarang. Menyelinap ke dalam kerumunan orang, untuk mencari tentang sebuah fakta. Fakta, yang bisa membawa semua orang ke dalam jalan kebenaran. Selama ini mereka hanya menonton sebuah pertunjukan bertopeng, tanpa tahu siapa pemain yang sebenarnya di belakang layar sana.

Ini bukan tentang kisah seorang penyidik polisi yang mengerjakan tugasnya, tapi ini tentang bagaimana aku menyelesaikan tugasku. Bagaimana aku memecahkan satu persatu teka–teki, mencari bukti yang tidak pernah terpikir keberadaannya, dan mencari tersangka yang sesungguhnya. Di dunia ini, kebenaran kebohongan tipis perbedaanya, mereka seolah menyatu, bagaikan butiran debu dan pasir, yang sulit untuk dipisahkan.

"Aku bisa melakukannya dengan caraku sendiri."

Ketika sebuah pertikaian terjadi, hanya ada satu jalan yang bisa di tempuh. Yaitu melakukannya sendiri, diam–diam mencari tahu, tanpa ada orang lain yang ikut campur dalam pekerjaan ini. Karena ini tugasku, caraku menyelesaikannya adalah masalah ku, orang lain yang ikut berperan, mereka hanya datang untuk mengacaukan, agar terlihat lebih betanggung jawab dari yang lain.

Disini tidak ada yang namanya kerjasama, satu persatu orang saling menjatuhkan satu sama lain, mengambil bukti yang sudah mereka kumpulkan, dan mempublikasikannya atas nama orang lain. Ini bukan tentang sebuah kejujuran, tapi ini mengenai sebuah kemenangan. Kemenangan yang ditempuh dengan segala cara, agar mereka layak di tempatkan diposisi yang terbaik.

Aku bukan seorang penyidik kepolisian, bukan juga seorang mata–mata handal. Aku adalah seorang pemain belakang, yang menyamar menjadi peran utama. Membongkar semua rahasia yang disembunyikan ke muka publik, dan mengungkapkan sebuah kebenaran yang mungkin tidak bisa diterima oleh nalar manusia normal.

Karena ini pekerjaanku, kalian hanya tinggal melihat caraku bekerja, tidak perlu membantuku untuk menyelesaikannya. Kalian tidak perlu ikut berpikir, walaupun sebenarnya perasaan itu selalu timbul kepermukaan, dan membuat tekanan darah kalian meningkat seketika. Mungkin kalian sekarang sedang bertanya–tanya, siapa aku? Apa peran ku dalam cerita ini? Sudah aku katakan, aku hanyalah seorang pemain belakang.

"Tapi kau hanya bisa menjadi miliku!"

Apakah cerita ini memiliki kisah romantis? Jawabannya iya. Namun, kisah romantis disini tidak menunjukan sebuah kasih sayang, tidak juga saling berucap cinta satu sama lain. Cerita romantis disini, tentang cara melindungi satu sama lain, mengorbankan diri untuk orang yang kita sayangi, dan pergi agar mereka tidak tersakiti. Ini, sebuah hubungan rumit yang akan menguras perasaan hati, dan membuat otak kalian berpikir keras.

Karena pada dasarnya, orang yang mencintai kita, akan melindugi kita dengan cara apapun, mencari cara agar kita bisa menjadi miliknya, dan terus berada disisinya, tidak peduli dalam keadaan hidup ataupun mati. Karena cinta itu adalah obsesi, jika obsesi sudah tidak bisa dikendalikan, maka hal buruk yang merugikan orang lain akan terjadi. Cinta itu bukan mengenai siapa yang bisa memilikinya, bukan tentang seberapa keras usaha untuk mendapatkannya, karena pada dasarnya, cinta itu bagaimana lawan main kita membalas. Karena mecintai, tidak harus memiliki, dan sesuatu yang kita miliki, belum tentu juga kita cintai.

Pekerjaanku, tidak hanya untuk menyelidiki sebuah kasus, tapi pekerjaanku untuk membongkar semua kebenaran dan pemain belakang. Disini, siapapun bisa menjadi peran utama, dan siapapun, tidak bisa mengelak jika harus menjadi second lead. Karena ini hanya sebuah cerita, cerita yang mungkin akan membawa kalian ke dalam wahana perasaan, dan juga pikiran.

"Semua yang kau lalukan, itu tidak ada manfaatnya."

Kekalahan bukan lah akhir dari segalanya, buktikan bahwa kita layak, tunjukan bahwa kita lah yang menang. Jangan pernah merasa jatuh, karena masih banyak tumpuan yang bisa kita raih. Dalam mengejar kemenangan, tentu perlu yang namanya perjuangan. Karena hidup bukan bagaimana kita memiliki tempat dihati banyak orang, hidup tentang bagaimana kita berjuang, untuk membuktikan bahwa kita tidak seperti yang mereka pikirkan.

Kelemahan bukan lah alasan untuk kalian kalah, dan tunduk begitu saja. Gunakan kelemahan itu sebagai kekuatan, jangan sampai kelemahan mu dijadikan alat untuk kemenangan orang lain. Setiap orang, memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri, gunakan kelebihan mu, tanpa harus menyombongkannya pada orang lain. Karena semua itu hanya titipan.

"Orang yang berhijab itu, tidak menjamin hatinya baik. Dan belum tentu, orang muslim yang tidak berhijab hatinya jahat."

Jangan pernah menilai seseorang dari covernya, apa yang kalian lihat dari luar, belum tentu adalah kebenarannya. Bisa saja, semua itu menjadi terbalik, antara peran antagonis yang seharusnya, tapi ia malah menjadi protagonis yang paling menyedihkan. Ingat, hidup itu bagaikan roda yang berputar, hari ini kita di bawah, esok hari belum tentu itu terjadi. Dan mungkin, hari ini kita adalah orang baik, dimasa yang akan datang, bisa saja kita adalah orang jahatnya.

Setiap orang, memiliki perannya masing–masing dalam hidup ini. Sebaik–baiknya citra kamu dimata orang terdekat, tetap saja, dipandangan orang lain kamu adalah lintah darat, peran jahat, dan orang yang selalu membuat mereka marah serta takut. Cara berpikir setiap orang itu berbeda, jangan pernah paksakan kehendak kita pada mereka, dan kita cukup ikuti alur main mereka, tidak peduli ada unsur menjatuhkan di dalamnya.

Lalu... siapa peran utamanya disini? Apakah mereka yang memiliki nama? Mereka yang tertutup? Atau kalian? Kalian yang juga memiliki hak dalam kehidupan ini. Sebelumnya sudah dikatakan, jika siapapun bisa menjadi peran utamanya, tinggal kita lihat, bagaimana alur cerita dan masalahnya. Jangan pernah terkecoh denga peran yang lebih menonjol, karena bisa saja mereka tidak ada sangkut pautnya dalam hal ini.

"Siapa orang yang bisa melakukan hal sekeji ini? Dia meninggalkan banyak bekas luka, dan tidak segan menyakiti korbannya terlebih dahulu."

Hanya manusia berhati iblis lah yang bisa melakukan hal itu, hatinya mungkin iblis, tapi wujudnya adalahnya manusia. Kembali lagi, jangan pernah menilai orang dari luarnya saja. Psychopath itu bagaikan bunglon, menyamar disetiap keadaan yang bisa saja membuat topengnya terbongkar. Dan seorang Psycho, akan melakukan apapun, untuk menutup mulut orang yang berusaha membongkar kedoknya. Mungkin... dengan cara melenyapkan nyawa orang itu juga.

Jangan pernah percaya pada siapapun, menaruh kepercayaan pada makhluk yang hidup, seperti kita berpegangan pada seutas tali yang hampir putus. Tidak bisa diharapkan. Lalu? Pada siapa kita harus menaruh kepercayaan? Pada tuhan setiap umat. Kalian sudah tidak sabar dengan basa–basi yang mungkin memikili makna tersendiri ini? Kita memiliki pikiran yang sama.

Baiklah, kita akhiri semua ini, ayo buka cerita ini bersama–sama, dan pecahkan teka–teki yang mungkin sulit untuk aku, dan kalian pecahkan. And now i said, welcome to Dark Vibes.

~~~~

Next chapter