1 Bertemu Choi Na-yeong

Angin dingin berhembus dengan lembut di kota Seoul. Suasana taman begitu sepi karna pada saat  itu bukanlah weekend ataupun hari libur lainnya. Perpaduan suasana antara pohon, rumput nan hijau, dan kolam ikan membuat siapapun yang kesana menjadi tenang, namun tidak untuk seorang gadis asing yang sedang duduk dikursi taman.

Dia menangis sembari duduk di kursi taman itu, hingga pada akhirnya ada seorang gadis Korea menyapanya

"Annyeong... Ada apa? Dan siapa namamu?" Tanya gadis Korea itu sembari mengulurkan tangannya tanda untuk berkenalan.

"A-aku Choi Na-yeong" jawab Nayeong yang masih menaruh banyak kecurigaan kenapa wanita itu.

"Hahaha tak perlu takut... Kenalkan aku Ni-hyung Kim" ucap Ni-hyung sembari duduk disamping Na-yeong.

"Jadi, kalau aku boleh tau, kau kenapa? Kau sendirian? Dimana rumahmu?" Tanya Ni-hyung.

"A-aku tinggal di dorm trainer di JL entertaiment karena aku adalah salah satu trainer disana" jelas Na-yeong.

"Really? Wah daebak... Lalu apakah yang terjadi? Kau berhasilkan?" Tanya Ni-hyung menyelidiki.

"nee (iya), aku sudah diterima oleh mereka tapi mereka masih merahasiakan siapa saja dan berapa orang yang bersamaku nanti. Aku hanya takut tak bisa beradaptasi karna dari semua trainer dari negaraku hanya aku yang tersisa" jawab Na-yeong.

"Wah sepertinya nanti kita akan menjadi satu group karena mereka juga sudah menyatakan bahwa aku berhasil" ucap Ni-hyung tapi Na-yeong hanya menatapnya.

"Aish... Uljima (jangan menangis). Aku akan menjagamu dengan baik dan akan menganggapmu seperti keluarku sendiri" ucap Ni-hyung menenangkan Na-yeong sembari memeluknya.

"Benarkah itu?" Tanya Nayeong.

"pastilah... Kajja ikut aku" ajak Ni-hyung kemudian menggandeng Na-yeong dan mengajaknya.

"Kemana?" Tanya Na-yeong sedikit curiga.

"JL building" jawab Jennie singkat

*Skip perjalanan

"Annyeonghaseyo sajjangnim" Sapa Ni-hyung pada CEO JL Entertainment.

"Ni-hyung? Nayeong? Bagaimana kalian bisa bersama?" Tanya Kim Reyun sang CEO.

"Tadi kebetulan Ni-hyung melihat dia merengek di taman karena merasa kehilangan semua trainer dari negaranya. Dan sepertinya Anda juga tak memberitaunya bahwa Nihyung adalah anggota di grup yang sama dengannya" kata Ni-hyung menngejek Na-yeong.

"hahaha mian Nayeong-ah. Aku lupa untuk itu, sekarang kau telah resmi menjadi anggota girlgroup yang akan aku bentuk nanti tinggal mencari 2 orang lagi kemungkinan mereka akan bergabung Minggu ini tapi aku masih belum bisa memberitau kalian tentang siapa mereka dan kau juga akan pindah ke dorm yang sama dengan Ni-hyung" jawab Kim Reyun.

"Baik sajjangnim terimakasih atas fasilitasnya" jawab Nayeong sembari membungkukkan badannya.

"Nee. Aku harus pergi dulu, masih ada urusan lagi. Nihyung, kau jaga dongsaeng(adik)mu" ucap Kim Reyun lalu terburu-buru untuk pergi

"dongsaeng?" ulang nayeong dan Ni-hyung bingung.

"Jadi kau akan menjadi eonnieku? (kakak)" sontak Nayeong lalu memeluk Nihyung.

"Kau lahir tahun berapa?" Tanya Ni-hyung yang masih tak percaya.

"1998" jawab Na-yeong singkat karena sedang bahagia karena ia memiliki seorang eonnie.

"Wah daebak... Selamat datang di Korea nae dongsaeng (adikku) " kata Nihyung membalas pelukan Na-yeong.

"Ndee Eonnie... Kamsahamnida (terimakasih) Bolehkan aku memanggilmu Eonnie?" Tanya Na-yeong.

"Tentu saja manis" jawab Nihyung menyanggupi.

Sebuah pertemuan singkat yang membuat kedua gadis itu semakin dekat untuk saat ini. Tapi akankah untuk selamanya? Akankah mereka bersama hingga mereka sukses?

***

11.00PM KST

Nayeong bersiap siap untuk tidur namun ia ingin malam itu Nihyung tidur bersamanya.

"Eonnie... Bisakah kau menemaniku tidur?" tanya Na-yeong yang menemui Nihyung di ruang keluarga.

" Nee kajja" ajak Nihyung tak keberatan sembari kembali ke kamar yang disediakan Nihyung untuk adiknya.

"Nayeong-ah bisakah kau berjanji pada Eonnie?" tanya Nihyung.

"Untuk apa Eonnie?"  tanya Nayeong yang awalnya dipelukan Nihyungpun terbangun untuk melihat wajah Nihyung.

"Untuk tidak meninggalkan Eonnie. Berjanjilah Nayeong-ah. Eonnie memang baru sebentar mengenalmu tapi Eonnie telah sayang padamu" kata Nihyung yang baru merasakan kehidupan yang sebenarnya setelah ia menjadi trainer di JL Entertainment.

"Eonnie benar-benar merasa dibutuhkan saat bersamamu, tidak seperti keluargaku yang selalu saja tak menganggap Eonnie berguna" ucap Nihyung yang memanglah terkenal dengan cerita kelam dibalik keluarganya yang kaya.

"Kau tak perlu sedih Eonnie, bagaimana jika adikmu ini ikut sedih? Nayeong janji tak akan meninggalkanmu dan Na-yeong juga sangat senang karna bisa kenal denganmu Eonnie" kata Na-yeong sembari memeluknya erat.

"Hahaha buat apa merasa sedih? Itu sudah tak penting tapi gomawo (terimakasih) Na-yeong" kata Nihyung yang mulai bisa melupakan keluarganya.

"Nee Eonnie " ucap Na-yeong yang kembali memeluk Nihyung, mereka terlalu asyik ngobrol hingga tanpa mereka sadari mereka telah tertidur karena lelah.

7am KST

Pagi ini begitu sepi karna dua yeoja (perempuan) yang ada di dorm masih enggan untuk kembali dari alam mimpinya. Hingga pada akhirnya suatu benda dengan suara nyaring membangunkan mereka.

Kkkkrrriiiinnngggg.....

Jam alarm di kamar Na-yeong pun berbunyi dan membangunkan Nihyung sang eonnie.

"Selamat pagi adikku" Ucap Nihyung sembari menguap... Namun tidak ada jawaban, Karena Nayeong masih terlelap dalam alam mimpinya.

"Kau masih tidur Yaya? Lihatlah wajahmu begitu lucu dan imut, terutama saat tidur. Kau sangat polos adikku andai aku bertemu denganmu bertahun-tahun yang lalu, pasti hidupku akan jauh lebih berarti... Tidurlah, Eonnie memasakkan makanan spesial untukmu" lanjut Nihyung sembari mengecup pipi adiknya itu.

Perlahan Nihyung beranjak dari kasur ke kamar mandi untuk mencuci mukanya setelah selesai mencuci muka ia pun segera ke dapur untuk membuat makanan. Tak butuh waktu lama bagi seorang Nihyung untuk membuat makanan yang spesial dan enak. Meskipun tergolong dari keluarga yang berada tapi ia tak merasakan kebahagiaan menjadi anak dari seorang sultan Korea Selatan.

"Yaya... Bab meogja (ayo makan) Eonnie sudah masakan spesial untukmu" ucap Nihyung yang berusaha membangunkan Nayeong.

"Emm beri aku waktu lima menit lagi Eonnie" jawab Nayeong dengan suara lirih.

"Anni (tidak) kita tak punya banyak waktu. Kajja bangun Nayeong-ah" ucap Nihyng yang memaksa Nayeong untuk bangun dan mengarahkannya ke kamar mandi.

"Cepat bersiap sebentar lagi Eonnie akan mengajakmu ke mall" lanjut Nihyung sembari merapikan beberapa barang milik gadis berumur 23 tahun ini.

"Mall? Kita ke mall Eonnie?" Jawab Na-yeong dari dalam kamar mandi.

"Ndee(iya).. Cepat bersiap" perintah Nihyung.

"Nee Eonnie" jawab Nayeong kembali dan ia segera mandi.

Siapa sangka Na-yeong bertemu seseorang yang memiliki hobi sama dengannya. 'Shoping Is My Life' adalah salah satu mottonya.

Berbeda latar belakang dengan Nihyung, Na-yeong adalah gadis berasal dari Singapore dan berasal dari keluarga sederhana. Tapi siapa sangka kemampuannya dalam dance, vocal, rapp, bahasa, dan memainkan beberapa alat musik mampu merubah hidupnya.

"Hmmm Eonnie memasak apa?" tanya Nayeong yang baru memasuki dapur.

"Eonnie membuat pancake, Yaya harus coba karna banyak orang mengatakan pancake buatan Eonnie sangat enak" jawab Nihyung. .

"Jinja? Daebak Na-yeong mau coba, aromanya sangat enak" jawab Na-yeong begitu bersemangat, Nihyungpun memberikan sepiring penuh pancake untuk adiknya.

"Ndee gomawo Eonnie (terimakasih Kak)" ucap Nayeong dan mereka memakan pancake itu bersama-sama.

Nb: kata 'gomawo' dan 'kamsahamnida' berarti sama ya readers yaitu terimakasih, cuma 'gomawo' bersifat informal atau digunakan hanya untuk orang yang akrab ya guys;-)

Sejak sekolah tingkat menengah hingga menjadi trainer Nihyung terkenal dengan sifat yang dingin, cuek, acuh, dan tak peduli terhadap sekitar. Sebuah pertengkaran keluarga memaksanya untuk menjadi gadis yang tak pernah terbuka dengan siapapun dan tak pernah mempercayai siapapun tapi kini Nihyung berubah menjadi seseorang yang perhatian, penyayang, dan sabar semenjak ia benar-benar menjadi anak kesayangan di JL Entertainment serta memiliki Nayeong sebagai adiknya.

"Tuhan jangan pernah lagi Kau mengambil adikku, sudah cukup nae eomma(ibuku) yang tinggal bersamamu dan meninggalkanku disini. Aku berjanji akan menjaga dan juga akan membuatmu bahagia adikku. Kumohon stay with me. Kita buat kebahagiaan bersama aku, kau, dan 2 member yang akan datang nantinya.... Jebal (kumohon) jangan tinggalkan aku" ucap Nihyung di kamarnya yang tak disangka Na-yeong mendengar perkataan sang eonnie.

"Eonnie, Yaya sayang Eonnie. Yaya berjanji tidak akan meninggalkan Eonnie dan 2 member yang akan datang nantinya. Yaya yakin bisa membawa nama baik girlgroup kita nantinya Eonnie... Eonnie juga jangan tinggalkan Yaya, Yaya tak mau sendirian lagi Eonnie. Jebal jangan biarkan Yaya sendirian Eonnie" lirih Na-yeong yang masih berada di pintu kamar. Kemudian iapun masuk ke kamar Nihyung dengan airmata yang sudah membasahi pipi tirusnya.

"Eonnie" panggil Na-yeong berlari ke pelukan Nihyung.

"Aigo wae (ada apa)?" tanya Nihyung sembari menghapus airmata Na-yeong.

"Kau tak perlu merasa sendirian dan kesepian sendiri Eonnie hiks, Yaya ada disini dan Yaya juga akan selalu menjagamu sampai kapanpun" ucap Na-yeong sembari memeluk tubuh ramping Nihyung.

"Nee hahaha gomawo" jawab Nihyung.

Next....

Jangan lupa untuk selalu datang dan menunggu kelanjutan part 1 dari Comeback and Stay With Me ❤️

Always support

Instagram: Nayya_mnbn97

Wattpad: RenaSungkar_3718

Webnovel: RenaSungkar_3718

감사합니다

Next chapter