1 Awal Mula

Senja yang begitu indah di selimuti warna warni orange awan yang menakjubkan. Di atas pasir putih pinggir pantai inilah awal pertemuan terlarang ini di mulai.

Hari itu luke mengadakan launching cabang perusahaannya di kota Z, begitu banyak orang-orang yang berpengaruh datang di pesta itu. Pada saat itu luke mengenali aku dengan teman dekatnya sewaktu mereka masih SMA.

"babe, ini temen aku yang sering aku ceritain ke kamu. kamu kan pengen banget ketemu sama sahabat aku ini. nih sekarang dia jauh-jauh dari inggris aku datengi ke sini untuk ku kenali sama kamu"

"Liana. Akhirnya aku bisa berjumpa dengan heronya pacar aku"

" Marcel. Senang bertemu dengan gadis secantik kamu. pantes luke betah bertahun-tahun sama kamu, ternyata kamu memang sangat cantik" sambil tertawa candaan.

entah apa yang ada di pikirannya pada malam itu tapi aku merasa pandangannya mempunyai maksud, mungkin juga itu hanya perasaan ku saja.

Satu minggu setelah perkenalan itu berlalu aku berjumpa lagi dengannya kali ini situasinya sangat berbeda, aku di utus oleh manejer ku untuk menjumpai klien yang sangat berpengaruh di perusahaan ku bekerja karena aku adalah sekertaris manejer maka dari itu aku yang di tunjuk olehnya. Ku lihat pria tampan duduk di dekat jendela sambil menikmati secangkir teh, tak ku kira pria tampan berbadan tegap berkulit putih berbibir merah muda berambut lurus itu adalah dia, marcel. Tak menunggu lama aku langsung menghampirinya memberi salam dan berjabat tangan. Kali itupun tatapan marcel sama seperti pertama kali kami berkenalan. Namun pada hari itu aku tidak terlalu memikirkan hal yang menurutku tidak perlu di pikirkan, ini adalah pekerjaan dan aku harus tetap bersikap profesional.

Pagi itupun kami berbincang masalah pekerjaan tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat, pukul sudah menunjukkan waktu makan siang. Marcel mengajak ku untuk makan siang bersama, dengan senang hati aku mengatakan "Ya" padanya.

Kamipun beranjak dari tempat itu dan pergi menuju restoran jepang kesukaan ku dan ternyata entah ini hanya sebuah kebetulan saja atau apalah, kami berdua memiliki kesukaan yang sama. Aku dan marcel sama-sama suka makanan jepang. Tak menunggu lama kami segera memesan makanan dan kami pun berbincang-bincang.

"ngga di sangka kamu juga suka makanan jepang, ana"

"....." aku terdiam

"kenapa? ada yang salah sama perkataan ku, ana?"

" haa, ngga. ngga ada kok, cuman kamu sama mama ku yang panggil aku seperti itu"

" owh ya. kalau begitu kita berjodoh" jawabnya sambil tersenyum manis.

" hahahahaha. owh ya, luke bilang kamu ngga lama di negara ini?"

" sepertinya kali ini luke salah, mungkin aku akan lama disini" sambil tersenyum. Aku terdiam pada saat marcel menjawab itu.

Haripun berlalu begitu cepat , belakangan ini aku dan luke sangat jarang berjumpa. Dia sangat sibuk dengan proyek barunya dan aku juga sibuk dengan pekerjaan ku, sudah hampir satu bulan aku tidak bertemu dengan luke. Hari itu aku sangat ingin sekali berjumpa dengannya dan tak disangka handphone ku berdering dan itu adalah luke yang menelfon ku. Dia mengajak ku untuk berlibur ke pantai seon selama beberapa hari dan aku menyetujuinya.

Sangat indah pantai seon ini, dulu aku dan luke juga sering kesini dan akhirnya aku kembali lagi kesini. Malam itu luke menyiapkan sebuah diner romantis untukku, kamipun menghabiskan malam itu dengan penuh cinta kasih. Aku sangat mencintai luke bukan hanya sebuah cinta saja tapi luke telah membuat ku sangat tergila-gila.

Di pinggir pantai seon kami berdua menikmati keindahan matahari tenggelam, luke merangkul ku dari belakang dan berbisik di telinga ku dengan suara manja dan menggoda " sayang, aku harap kita selalu seperti ini" dia mencium bibir ku dengan hasrat yang tak tertahankan aku dan diapun bergegas pergi menuju kamar hotel. Kami bercinta dengan penuh kehangatan, luke tau bagaimana cara membuat ku merasa sangat puas ketika bercinta dengannya.