1 kepolosan yang di renggut paksa

" sakit ... lepaskan " serasa di belah menjadi dua entah berapa kali hujaman yang di berikan lelaki itu di tubuh ningsih rintihan keluhan ningsih tak di hiraukan oleh pria itu ia telah di liputih gairah yang menggebu di dalam diri pria itu semakin ningsih mengelak semakin bersemangat pria itu.

" tolong lepaskan aku... ku.. mo..hon " dengan sekuat apapun tenaga yang di lakukan ningsih pukulan tendangan serta gigitan pun tak membuat pria itu melepaskannya.

sakit malu itulah yang di rasakan oleh ningsih ia baru menyadarinya berada di ruangan ini hanyalah jebakan baginya untuk menodai kepolosanya.

menyesal,marah,kecewa semua nya bercampur menjadi satu sahabatnya yang ia sangat percaya telah menjebaknya ningsih tidak menyangka seseorang yang sangat berarti baginya yang telah ia anggap layaknya keluarga sendiri telah membohonginya.

menangis dan memohon pada pria ini pun percuma ningsih hanya bisa pasrah dengan keadaan yang di alaminya saat ini tidak ada gunanya melawan seorang pria yang telah di liputi gairah nafsu seperti serigala kelaparan.

dan saat pria itu memasukinya ningsih hanya menahan sakit memejamkan matanya, di sela isak tangis ningsih tak menyadari bahwa pria itu mengecup keningnya.

oo0oo

membuka matanya perlahan ningsih mengingat apa yang terjadi pada dirinya semalam kepolosanya telah di renggut oleh pria yang sedang terlelap di sebelahnya,

ningsih tak berani menoleh kesamping untuk melihat wajah pria itu, lelehan air mata pun jatuh satu persatu bagaikan hujan.

" frinka hahah tega kamu... kenapa....kenapa kamu tega "

suara lirihan ningsih yang tak habis pikir sosok frinka sahabatnya selama duduk di bangku SMA tega berbuat demikian dengan berat hati ningsih menenangkan pikiranya .

" tidak aku tidak boleh lemah, aku harus bangkit jangan lemah ningsih, frinka aku akan mengingat apa yang kamu lakukan padaku saat ini suatu saat kamu akan membayar seribu kali lipat apa yang aku rasakan saat ini "

dengan mengumpulkan kekuatan diri ningsih perlahan lahan turun dari tempat tidur dan memungut pakainya yang berserakan di lantai dengan langkah gontai ningsih memasuki kamar mandi membersihkan diri percuma saja menangis dan memikirkan semua yang telah terjadi kepolosannya telah hilang dan tak akan kembali lagi .

setelah membersihkan diri ningsih memandangi dirinya di cermin di tubuhnya banyak tanda lebam merah kebiruan ia tak habis pikir lelaki seperti seekor serigala yang melahap mangsanya seakan akan tak pernah makan ribuan tahun.

perlahan lahan ningsih menyentuh bekas kiss mark tersebut dan tersenyum getir menutup mata dan menarik nafas panjang ningsih memakai pakaiannya setelah itu ia keluar mengambil ponsel dan tasnya di meja samping ranjang yang ia yakini ponselnya sendiri setelah itu tanpa melihat pria yang sedang terlelap ningsih keluar dan meninggalkan ruangan.

berawal dari kejadian ini jalan hidup ningsih berubah ia melewati sebuah ruangan yang ia tahu itu adalah kamar tempat criss menginap yang seharusnya ia datangi semalam dari informasi yang di berikan frinka kepadanya jika criss menunggunya mempercayai perkataan sahabatnya itu dan rasa khawatir ningsih terhadap criss kata frinka criss mengalami sakit kepala dengan cepat ia beranjak dari tempat duduk dan menuju ruangan yang di beritahukan frinka yang alhasil bukanlah ruangan dimana criss berada melainkan ruangan yang telah di sediakan frinka.

dengan berat hati ningsih memasuki ruangan itu dan betapa terkejutnya ia di atas ranjang sedang berbaring sosok pria yang di cintainya sedang memeluk mesra wanita yang tak asing lagi bagi ningsih siapa lagi kalau bukan frinka sahabatnya sendiri . menutup mulutnya agar suara isak tangis itu tak di dengar oleh dua manusia keji itu perlahan ningsih mundur dan menutup pintu ruangan itu berlari kaluar dengan air mata berjatuhan.

setibanya di luar ningsih memanggil taksi dan pulang kerumahnya .

oo0oo

Merasakan kekosongan di sampingnya pria yang terlelap itu perlahan membuka matanya menoleh kesamping mencari sosok wanita yang ia yakini telah berbuat curang semalam, ia yang di pengaruhi oleh afrodisiak tak bisa mengendalikan dirinya dan memangsa wanita yang tidak dia kenal meraba tempat kosong itu, serasa dingin tempat yang di sentuh ia tahu wanita itu sudah lama pergi, mengingat rintihan wanita itu memintanya untuk melepaskannya, entah setan apa yang mempengaruhinya semalam sebenarnya memanglah sebagian dirinya di pengaruhi oleh afrodisiak tetapi setelah mendengar suara wanita yang berada di bawahnya pikiranya sebagian kembali tetapi yang tidak ia mengerti setelah memandangi wajah wanita itu walaupun tak jelas tapi dengan samar ia mengetahui betapa cantik wanita di bawahnya mendengar lagi rintihanya yang kesekian kalinya pikirannya mulai kacau dengan bertambahnya efek obat ia pun tak memperdulikan wanita itu ia melahap dengan rakusnya setelah memasuki wanita itu ia yakini telah menembus dinding selaput, merasakan wanita itu merintih dan tetesan air mata jatuh ia pun mengecup kening wanita itu yang ia pikir akan mengurangi rasa sakitnya.

" sial...apa yang telah aku lakukan... di mana perginya wanita itu "

mengambil ponselnya dan menghungi nomor asistenya

" cari tahu siapa wanita yang keluar dari room 206 dan bawa el ke sini sekarang "

el yang telah memberikan minuman itu semalam dasar suadara bajingan apa yang ia pikirkan sampai berbuat demikian.

tak selang berapa menit sosok hitam memasuki ruangan dengan hormat pria tersebut memasuki ruangan di belakanganya di ikuti sosok tampan yang mirip dengan pria di atas ranjang yang sedang memakai pakaianya .

" tuan austin kami tidak menemukan siapa pun yang keluar dari rungan anda, dari kamera cctv tidak ada siapa pun yang mencurigakan " sang asistem melaporkan penemuanya .

Austin pun mengerutkan alisnya tanda tak puas dengan apa yang di sampaikan sang asisten.

sang asisten yang melihat tuan nya mngerutkan alis ia paham jika sang tuan dinginnya ini tak puas dengan apa yang di peroleh tapi ia yakin dari kamera cctv tak ada seorang pun yang keluar dari ruangan tuanya apa dia salah atau cctvnya sudah di rusak.

" tuan benar menurut rekaman pantau cctv tak ada seorang pun " dengan berat sang asisten tetap menyampaikan penemuanya itu.

semakin mendengarkan laporan sang asisten semakin berkerut dahi austin dan itu membuat sang asisten keringat dingin tak hanya sang asisten sosok di belakang asisten itupun gemetaran takut.

el yang melihat kakaknya seperti itu dalam hati tak henti hentinya memanjatkan kepada tuhan untuk menyelamatkannya dari maut dan murka sang kakak ia tahu dia akan mendapat hukuman yang berat dari kakak kejam nya ini.

" cari tahu secepatnya informasi wanita itu, cctvnya telah di rusak "

setelah mengucapkan kalimat yang harus dia ucapkan austin menyuruh sang asisten keluar.

dengan senang hati selamat dari maut asisten itupun keluar ruangan dan sosok di belakangnya pun mengikuti tapi tak seberuntung asisten itu belum selangkah suara dingin austin telah terdengar.

" siapa yang menyuruhmu keluar "

dengan gemetar el membalik badanya dan melihat tatapan mematikan dari sang raja iblis keringat bercucuran di dahinya serta bagian belakang bajunya telah basah oleh keringat dinginnya sendiri ia tahu bagaimana jika kakaknya ini marah.

" kak... ini bukan aku.. ini rencana ibu percayalah kak ibu yang menyuruhku untuk membiusmu ia khawatir jika kamu tak berselara terhadap wanita dan ini adalah cara satu satunya "

bersimpuh di hadapan sang kakak el memberanikan dirinya mendorong semua kesalahan terhadap sang ibu, tatapi memang benar apa yang di katakan el semua ini adalah rencana ibunya tapi otak rencana dari pembiusan adalah el sendiri dari mana sang ibu mendapatkan obat afrodisiak dengan dosis kuat jika bukan el .

austin paham semua itu dalam pikiran ia percaya jika ibunya salah satu dari semua ini tapi bukan berarti el tak ambil alih dari rencana ini.

karena tak ada jawaban dari sang kakak el semakin gemetaran ia takut si raja iblis ini akan membunuhnya tanpa berkedip.

" oohh tuhan selamatkan aku, aku masih ingin menikmati kehidupan mu yang indah ini , masih banyak wanita wanita cantik di luaran sana, ooh tuhan hambamu ini masih muda ku mohon selamatkanlah dari murka iblis jahat ini "

batin el tak henti hentinya memanjatkan segala jenis doa .

" keluar "

hanya satu kata yang keluar dari austin tapi satu kata itulah yang menyelamatkan el tak habis pikir dan tak di sangka sang raja iblis melepaskannya tanpa menunggu banyak waktu el melesat bagaikan angin .

Next chapter