4 Bab 3 : Kelas Pro

Bulan dan keempat gadis itu berjalan menuju koridor kelas, tiba tiba seorang pria muncul tepat di samping Bulan membuat gadis itu sedikit tersentak.

"HAI! Cewe pendek" Sapa seseorang membuat Bulan terkejut dia menonggak dan menatap seseorang di hadapannya.

"Hm" suara singkat itu terdengar dari mulut Bulan,

"Boleh kenalan? Boleh dong kalau ngga boleh gue paksa Lo!" Pekik Cowok Badboy, Gila, stress, pencinta bolos hobinya terlambat siapa lagi kalau bukan Bintang Antares Mahesa.

"Gue Bul--"

"Gue tau kok Lo Bulan Adeeva Kusuma kan." Ralat Bintang membuat Bulan menghentikan langkahnya yang di ikuti oleh ketiga temannya.

"Kalau Lo udah tau ngapain nanya lagi? Buang buang waktu!" Ketus Bulan yang hendak berjalan namun dengan cepat di cegah oleh Bintang dengan meraih tangan mungilnya.

"Lo cewe pendek tapi cantik! Udah buat gue suka dalam satu kali pertemuan dan iya. Kalau kata Dilan kita akan bertemu di kantin tapi kalau kata gue kita bakalan ketemu di kelas nanti." Jelas Bintang yang tersenyum dan berlalu meninggalkan Bulan yang melongo akibat ulahnya..

"Gila tuh bocah!!! Huh!!" Pekik Bulan kesal.

"Anak itu benar benar gila! Urat sarafnya udah putus semua jadi gitu." Timbal Sherly yang di ikuti anggukan oleh Naya dan Agata.

"Maluuuu oii!! Maluuuu!!" Ralat Agata kesal,

"Malu malu, malu ku tapi.... Mau kau telah merubah dunia ku~."

"Udah Yu bubar!" Ucap Sherly menarik kedua tangan Agata dan Bulan. Naya memanyunkan mulutnya dan menyusul ketiga sahabatnya.

"WHAT!!!! GILAA!! Apa benar ini kelasnya??" Ucap Bulan heran.

"Demi hutan rimba jadi gundul gue ga nyangka kalau kita di pindahkan ke kelas yang benar benar ahhh." Ucap Agata yang melihat keadaan kelas barunya itu.

"Untuk saat ini gue ga bisa nyanyi melihat kondisi kita yang prihatin di antara para orang orang ini." Pekik Naya yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

"GILA!" satu kata yang keluar dari mulut Sherly.

Mereka berempat berdiri di depan pintu masuk Kelas IX IPS 2, mereka melongo beberapa saat. Melihat beberapa teman barunya hanya ada beberapa orang di barisan itu entah kemana sebagiannya lagi. Setahu mereka di sekolah ini setiap kelas terdapat 30 siswa dan ini? Mereka benar benar di buat heran juga terkejut. Benar benar Legendaris, padahal hari ini penjaga gerbang Pakk Odi!!! Tapi? Ah benar benar berandal!. Di kelas ini hampir semua perempuan, meski begitu mereka tetap memiliki etika meski bedak yang mereka gunakan sudah melebihi Badut pinggiran jalan.

Mata Bulan tertuju pada cewe berambut Bob pendek yang duduk di pojok kelas sambil menengelam kan wajahnya di atas lipatan tangannya itu.

"Anak anak sekarang kita kedatangan murid baru, bukan baru sih mereka ini anak pindahan dari kelas XI IPA 1. Silahkan perkenalkan diri kalian masing-masing." Jelas Pak Gemi wali kelas tersabar sepanjang masa menangani anak anak kelas XI IPS 2.

"Hai! Gue Bulan Adeeva." Ucap Bulan singkat dan sedikit senyum di bibir nya.

"Hallo!!! Perkenalkan gue Naya Aulialinda kalian boleh request lagu lagu terbaik ke gue ntar gue nyanyiin serius suara gue tuh melebihi suara burung beo dan Kaka tua, jadi jangan salah Lohh."

"Hhuuuuu." Sorak beberapa siswa yang berada di kelas itu.

"Hai! Gue Sherly Seaniva." Ucap Sherly dengan senyum manisnya.

"Annyeonghaseyoooo!! Hai! Perkenalkan gue istri sahnya Oppa Jimin dan tanggung jawabnya Oppa Jungkook nama gue Agata Blinda."

"Haluu neng haluu!"

"Hhuuuuuuuu..." Teriak teman teman barunya itu

"Pak!" Ucap pria yang duduk di pojok kanan yang mengenakan kacamata bulat, seragam yang masukan menggosok gosokkan hidung nya terlebih dahulu sebelum berbicara.

"Iya ada apa Yuki?" Tanya Pak Gemi.

Dia mengosok hidungnya nampak seperti gugup sekali, semua mata tertuju padanya "boleh ga - ga ak- aku di-di dinyanyikan lag-lag lagu Sam sama ka- ka kamu Naya." Ucapnya Gagap, semua orang tertawa di buatnya Naya yang kesal menghentakkan kakinya.

"Mampus Lo!"

"Cie pandangan pertama"

"Udah kaya di film Korea Korea ini Nay."

Goda ketiga sahabatnya dan mereka tentu berhasil membuat Naya kesal dan menghentakkan kedua kakinya.

"Eh lu yah denger gue ga mau banget nyanyiin lagu buat Lo!! Apaan? Lagu bocah? Eoohhh OMG Helowwww!!" Celetuk Naya sambil menunjukkan mata tajamnya ke arah Yuki.

"Sudah sudah, sekarang kalian silahkan duduk di bangku mana saja." Instruksi Pak Gemi

"Ah terimakasih pak." Ucap mereka serentak dan sopan.

Mereka mulai duduk di bangkunya masing masin. Bulan duduk di barisan ke dua bangku kedua dari Agata, dan Sherly di barisan pertama bangku kedua dari Naya. Bulan duduk dan mendengus dia melirik kesana kemari ntah apa yang dia cari rasanya ini sangat berbeda dengan kelasnya, biasanya setiap barisan terisi dan penuh lain hal dengan ini terlihat kosong dan bahkan dia merasakan bahwa dirinya ada di tempat Les yang hanya beberapa orang saja yang mengikuti.

'So soan pake ramal ramal segala, udah jelas dia anak bolos, berandal dan pasti dia tidak akan masuk hari ini.' Batin Bulan yang masih mempertahankan sekelilingnya.

"Jadi anak anak sekarang jadwal kita belajar Biologi untuk itu buka buku kalian masing masing."

"Ada yang bisa menjelaskan bah--"

Brak!!

"Assalamualaikum pak!!" Ucap seorang pria yang baru datang dengan pakaian seragam yang di keluarkan rambut yang basah dan acak keringat yang bercucuran menambah ketampanan cowok itu.

"Bintang! Kamu ini selalu saja telat." Pekik Pak Gemi yang mendekati Bintang.

Tak lama datang lagi tiga cowok yang sama seperti Bintang keadaannya, "Assalamualaikum Pak Gemi Tampan." Ucap mereka serentak.

"Reiko, Elvan, Rafael, Rico!! Kalian benar benar setia pada Bintang saking setianya bapa tidak habis pikir bahwa kalian akan ikut bolos dan mendapat hukuman yang sama seperti Bintang setiap harinya." Pekik Pak Gemi kesal.

"Bapa Persahabatan kita ini tuh legend jadi salah satu bolos ya kita juga harus ikut bolos, yang satu telat yah berarti kita juga harus telat dan ini menandakan bahwa persahabatan kita ini tuh benar benar Terbaik sepanjang sejarah dunia melebihi panjang nya jalan tol Cipularang."

"Bapa please! Bisa ga kalau marah marahnya pause dulu, kami ini baru datang dan kami sangat lelah akibat olahraga pagi mengelilingi lapangan." Ucap Bintang dan sekarang dia menuju bangku nya namun di saat dia hendak duduk matanya tertuju pada sosok Gadis datar yang tengah memperhatikan nya itu.

"Itu hobinya kamu Bintang, kamu selalu membuat keributan!!."

Bintang kembali menatap Pak Gemi "Pak, kalau masa masa SMA, kita ngga bikin keributan rasanya tuh hambar kaya cireng Bi Sumi." Ujar Bintang Enteng dia kembali menatap gadis datar itu.

Bintang bangkit dari dudukknya dan berjalan menuju barisan kedua "Kita ketemu!..." Ucap Bintang sambil meraih botol minum dari tas Bulan yang dia bawa dari rumah.

"HEI!! LO INI APA APAAN SIH!!" Bulan berdiri dan merampas kembali botol minum nya.

"BINTANG!! ITU MILIK ORANG LAIN!!" Teriak pak Gemi.

"Bapa benar ini milik orang lain, tapi sebentar lagi saya akan membuat dia bukan orang lain lagi bagi saya, melainkan dia akan menjadi ibu dari anak anak saya nanti!!." Jawab Bintang enteng dan duduk di belakang Bulan. Gadis itu melongo mendengar nya sedangkan Pak Gemi hanya mendengus.

"Gila Lo ya!! Lo minum di tempat minum gue!! Terus? Lo ngaku ngaku gue bakalan jadi istri Lo? He!! Sampai kecebong berubah jadi buaya gue ga bakalan mau!! Dasar Gila!!! GENDENG!" Bulan mengepalkan kedua tangannya di hadapan Bintang.

"Lo ini segitu gemasnya yah liat gue, pake melakukan itu segala kalau Lo gemas sama gue cium aja ga usah membuat bola bola di tangan kecil lo."

"GUE NGGA KECIL!!!!!" Pekik Bulan kesal dia berbalik dan kembali duduk di bangkunya.

"Kalian ber - empat duduk sekarang!!!" Pekik Pak Gemi kepada Elvan, Reiko, Rafael dan Rico mereka berempat langsung menuju bangkunya masing masing.

Tringg Tringg

"Ke kantin yuk, perut gue udah serasa di blender sama Mak gue." Naya berjalan ke arah bangku Bulan.

"Ahhh gue males banget masa iya gue di bilang pendek sama tuh cowok!" Bulan tidak terima bahwa dirinya di sebut pendek oleh Bintang.

"Bukannya Lo emang pendek Lan?" Celetuk Sherly enteng.

"Ehh Sukijah!! Lo tuh yah sama aja kaya si Gendeng Bintang itu!! Gue tuh bukan pendek hanya saja gue belum tinggi, jadi ngga usah sebut sebut gue pendek!!"

Yeah, Bulan memang gadis kecil Di antara keempat sahabat nya dia lah yang paling pendek, dengan rambut panjang yang bergelombang dan poni diatas mata membuat gemas setiap melihatnya.

Di tempat lain, tempat ternyaman, tempat istimewa, tempat kebebasan, sudah bagaikan surga bagi Para Siswa SMA GARUDA BANGSA itu Kantin namanya. Ke empat Badboy itu memasuki area kantin dengan pancaran yang mereka keluarkan, banyak para cewe yang tergila gila karena ketampanan Ke lima cowok tersebut.

"Hallo Bi Sumi!!." Ucap mereka serentak, memang benar mereka di kenal sebagai cowok yang suka sekali menggoda dan menjahili Ibu Kantin terutama Bila Sumi ini.

"Hallo Den Tampan."

"Kita memang tampan Bi, Semesta juga tau." Celetuk Bintang yang duduk di atas meja bersebelahan dengan Rico.

"Bi Nanti malem sibuk ngga?" Tanya Elvan, Bi Sumi yang tengah menyiapkan minuman itu mendadak berhenti dan memandang anak muda di hadapannya.

"Ngga? Knp? Mau ngajak bibi makan? Ahh Ndak usahh malam ini bibi mau makan bareng pacar bibi." Celetuk Bisa Sumi sambil tersenyum.

Rafael dan Elvan di buat bingung "Bukan Bi, kita mau ngajak bibi kerjasama." Ujar Rafael sambil duduk di bangku tepat di hadapan Bintang.

"Kerja sama apa?" Tanya Bi Sumi yang masih fokus pada kegiatannya.

"Masa bibi ngga tau, ini Bisnis entertainment paling populer dan gampang kok, Bibi cuman diem sambil jagain lilin jangan sampai apinya mati kalau mati bisnis kita gagal total." Jelas Elvan enteng.

Bi Sumi yang tengah Memegang Centong baso itu mendadak melayangkan pukulannya ke arah Elvan dan Rafael dengan cepat Elvan menangkapnya.

"Eh Den! Denger ye baik baik! jangan kan jaga lilin bibi yang berkeliaran pun jadi kok, ngga tau yah? Bibi tiap malam jaga." Celetuk Bi Sumi membuat kelima Cowo Itu melongo,

"Bagus dong Bi!!"

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/cinta-bulan-untuk-bintang_18073740506303205/bab-3-kelas-pro_48516486725167846 for visiting.

Tok tok tak!!! Jreng.....

Reiki memainkan tangannya di atas meja, Bintang memainkan gitarnya menimbulkan suara yang keras membuat seisi kantin fokus kepada mereka.

Mereka mulai memainkan musiknya, sudah tak aneh untuk Anak SMA GARUDA BANGSA itu mendapatkan Bintang dan Gengnya membuat onar, namun di kantin ini lah mereka dapat melihat sisi wajah tampan kelima Cowo itu.

"Kamu makannya apa?!!"

"BANGKE!!"

"GILA LO BIN!"

"SAYA JURU MASAKNYA!."

"Dih gue ogah kalau Lo yang masaknya, bisa bisa gue OD!" Celetuk Reiko menghentikan tangannya.

"Bukan OD lagi Lo bisa aja mati di tempat." Timbal Rico.

"HAHAH!! GILA LO!!"

"Oi!! Cewe pendek tapi Gue suka!!" Teriak Bintang yang melihat Bulan berjalan ke arah teman temannya sambil memegang botol minuman.

Bulan menoleh dan memincing matanya lalu kembali berjalan "Gue ga denger!" Celetuk Bulan Enteng dan ikut gabung bersama teman temannya.

"Untung Gue itu suka sama Lo kalau ngga gue bakalan ke dokter buat rubah hati gue jadi tetap suka sama Lo!" Pekik Bintang.