1 awal kisah cinta Baim dan rere

Rere dan baim sudah lama menjalin hubungan, sudah 3 tahun mereka menjalin hubungan asmaranya.

Mereka memang sangat berbeda sekali Baim adalah anak pengusaha yang kaya raya sedangkan rere adalah anak yang terlahir dari keluarga yang sederhana.

Mereka sangat menginginkan restu dari orang tua nya baim, sedangkan orang tua Baim tidak menyetujui hubungan nya dengan rere.entah apa yang ada di benak pikiran orang tuanya baim tidak menyetujui hubungan anaknya yang bernama Baim, orang tua baim menginginkan Baim menikah yang derajat nya sama dengan keluarga nya.

Tidak seperti rere gadis yang malang selalu saja di hina dan di rendahkan oleh keluarga baim, terutama ibu baim selalu saja merendahkan dan menghina rere.

Tetapi Rere tak pantang menyerah meskipun sudah di hina dan di rendahkan Rere selalu berjuang untuk mempertahankan hubungan nya dengan baim.

****

Pagi menjelang siang, seperti biasa nya Baim menjemput Rere ke rumah nya. Baim akan mengajak Rere makan siang dirumah Baim beserta keluarga besarnya.

"Tinnnn."tinnn"

Klakson mobil Baim, berbunyi ternyata Baim sudah sampai di depan rumah Rere, sedangkan Rere sedang bersiap diri di kamarnya.

Bergegaslah Rere ke arah pintu luar, lalu Rere berlari ke arah baim

"Lho mas sudah lama kamu Disni"ujar rere dengan senyuman ramah

"Baru tadi kok re, yaudah kamu sudah siap kan kerumah"jawab Baim dengan buru-buru

"Kamu ga pamit ke ibuku yang ada di kebun belakang?"Rere sambil menarik tangan Baim dan menuju ke arah kebun belakang.

"Bu aku mau pamit, ini ada mas Baim"

"Oh nak Baim, mau kamenana"sahut ibu dengan ramah.

"Aku mau mengajak Rere kerumah Bu"jawab mas Baim sambil menyium punggung tangan ibu.

"Yasudah kalo begitu, ibu hanya menitipkan ini opak singkong dan pisang untuk di goreng untuk keluargamu maaf ya ibu tidak bisa memberi lebih untuk keluargamu hanya ini adanya."jawab ibu dengan menyodorkan karung bewarna putih.

"Ga apa-apa ibu aku seneng sekali diberi pisang dan opak singkong ini kesukaan bapak ku dirumah"

Rere dan baim segera masuk ke dalam mobil yang begitu mewah dan keren dengan bernuansa cat mobil berwarna silver.

Di sepanjang jalan Rere hanya kawatir dan merasa minder setelah sampai di rumah nya Baim, karena memang Rere selalu saja di jatuhkan bahkan disindir oleh adik sepupu nya Baim dan ibunya Baim.

Tapi Rere pantang menyerah karena Rere akan bertahan sebagai mana pun ibu baim terhadap rere, karena cinta itu butuh sekali perjuangan bahkan badai yang kencang pun akanku tantangi

Setelah nya sampai dirumah Baim, Rere hanya menarik kerah baju baim, karena Rere sangat kawatir jika hal yang membuatnya nya tersinggung dan sakit hati.

Rere sangat terkejut melihat wanita sedang duduk di sofa yang sangat empuk, wanita cantik bertubuh langsing dan berkulit putih itu sedang asyik mengobrol dengan ibu. Wanita berpakaian modis itu dan gaya rambut bergelombang serta pirang dia rupanya bukan keluaraga dari Baim?

Setelah Rere dan baim masuk, Baim mempersilahkan Rere duduk di sofa bergandengan dengan baim, namun Rere hanya mematung dan terdiam diri di Lawang pintu.

"Re kenapa kamu berdiam diri disitu"ucap baim

"Aku disini saja mas, lagi pula sepertinya ada tamu ibumu"

"Hah tamu?, Kamu bilang ini tamu ini calon menantuku dan ini adalah calon istrinya Baim, ga usah mimpi kamu re bisa mendapatkan Baim, karena baim tidak pantas menikah dengan perempuan miskin kaya kamu!!!"cetus ibu baim dengan berdiri menantang Rere.

"Cukup Bu cukup!!!, Baim sudah dewasa Baim bisa memilih siapa yang pantas Baim jadikan seorang istri, Baim tidak memandang Rere miskin atau tidak!, Yang terpenting Rere sayang dan cinta kepada baim!"jawab Baim dengan penuh emosi dan menarik nafas menghemhusnya dengan kasar.

Rere hanya bisa terdiam memutar bola matanya kearah Baim, yang sedang berdebat dengan ibunya, kemudian wanita berwajah tirus itu menyambungkan pembicaraan dengan ibu dan Baim

Perempuan itu memutar bola matanya ke arah Rere, dan mengangkat alis nya menatap ke arah Rere dengan tatapan sinis.

"Kau pikir kau akan menjadi ratu dirumah ini"ungkap nya dengan menunjukkan telunjuk kearah batang hidung tere.

"Aku tidak berharap menjadi ratu dirumah ini, dan aku pun tidak menginginkan hartanya mas Baim, aku hanya menginginkan kasih sayang dan cinta dari mas Baim"jawab Rere dengan netra mata yang sebentar lagi akan mengeluarkan air mata namun Rere tahan.

Rere hanya bisa menahan bulir-bulir air mata di netra matanya yang sebentar lagi akan keluar, Rere hanya bisa mematung dan terdiam di sudut ruangan bahkan perempuan yang bernama ghina itupun menjadi-jadi menghakimi Rere.

"Kau itu seharus nya tahu diri, kau wanita yang tidak tahu diri selalu bermimpi untuk menjadi istrinya mas Baim, sedangkan kau tidak berpendidikan atau kehidupanmu yang pas-pasan itu!"celoteh perempuan yang bernama ghina

"Apakah kau juga tidak pernah bermimpi akan menjadi istriku ghina"jawab baim dengan wajah memandang sinis kearah ghina.

"Tentu saja karena ibumu mimilihku dan sebentar lagi kita akan menikah mas"

"Kau jangan berkhayal terlalu tinggi nanti kau gila, aku tidak akan menikahi wanita sombong dan angkuh sepertimu!!"ucap baim dengan menunjukkan telunjuk ke arah batang hidung ghina, lalu pergi ke arah Rere yang sedang mematung di sudut ruangan.

Lalu bagaimana kisah Rere dan baim selanjutnya?, apakah mereka menikah atau mereka berpisah

Bersambung!

Next chapter