1 AWAL

Namaku adalah Helen seorang pahlawan yang lahir dari umat manusia untuk memerangi kejahatan dari ras Iblis yang membahayakan dan memberi ketakutan selama lebih dari seratus tahun kepada manusia (dikatakan begitu dalam buku pelajaran).

dan hari ini berkat dari kekuatan ku yang kulatih selama 10 tahun dan siasat dari sang raja akhirnya pasukanku berhasil mengalahkan bawahan2 Iblis diluaran sana dan memukul mundur sampai akhirnya aku berdiri pada Sebuah pintu megah dan besar berada di depanku ini.

Tidak salah lagi ini adalah kastil kediaman raja iblis terlihat dari megah bangunan dan besarnya pintu ini dengan ukiran2 cantik yang terbuat dari emas dan di balik pintu ini pasti terdapat sang pemimpin ras iblis yaitu yaitu Raja iblis itu sendiri.

Tetapi aku merasa sungguh aneh bahkan saat aku berjalan dari depan gerbang utama sampai ke dalam kastil ini padahal jaraknya lumayan jauh untuk jalan kaki akan tetapi anehnya tidak terdapat satupun iblis penjaga yang berkeliaran di sini dan yang lebih membingungkanya aku tidak merasakan adanya sihir sama sekali.

menurutku ini adalah sesuatu yang sangat mencurigakan bagiku.

Apakah dia sudah kabur duluan Saat akan tahu bahwa diriku yang sangat kuat ini akan datang untuk memenggal kepalanya atau terdapat suatu jebakan..? tetapi untuk sekarang aku tidak mau memikirkan hal-hal yang rumit dulu dan hanya akan fokus melangkah maju untuk memenuhi tujuan akhir dari misiku yang di berikan oleh sang raja yaitu membunuh raja iblis.

Ku pegang ganggang pintu yang terbuat dari logam dengan balutan emas berwarna kuning itu ternyata tidak dikunci dan kubuka sedikit pintunya kemudian Hawa dingin Keluar dari Dalam ruangan yang sangat menusuk di sekujur kulit2ku.

"Begitu gelap Tidak ada satupun penerangan sama sekali apa apaan dengan tempat ini" gumamku.

ku berjalan dan berjalan menjauh dari pintu dan kegelapan seakan semakin menelanku dan rasa khawatir dan was-was mulai menyelimuti pikiranku.

Tak papa aku membawa 5 potion healing 5poiton mana dan juga 5 potion energy dan juga 1 potion khusus.

Setidaknya aku bisa bertarung sampai titik darah penghabisan kalau itu benar2 harus di lakukan.

Setelah seratus tahun lebih manusia akhirnya bisa memukul mundur pasukan iblis dan bahkan sampai dapat masuk kedalam kastilnya tentu saja aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

Meskipun aku tidak merasakan adanya sihir yang besar tetapi setidaknya aku dapat merasakan bahwa ada sedikit sebuah Aura jahat samar-samar yang mencoba di kamuflasekan di ruangan ini mungkin saja raja iblis atau sesuatu yang lain aku tidak dapat mengkonfirmasikan secara akurat.

Ku tarik nafas dengan dalam dan kubungkam rasa takut dan khawatirku untuk sesaat sembari ku berteriak,

"RAJA IBLIS KELUARLAH!! SEMUA PASUKANMU SUDAH KUKALAHKAN AKU SUDAH TAHU KAMU ADA DI SINI JIKA KAMU SERAHKAN KEPALAMU TANPA PERLAWANAN AKU AKAN MEMBERIKAN KEMATIAN YANG TIDAK MENYAKITKAN!!".

Aku mencoba memprovokasi agar dia mau menunjukkan wujudnya akan tetapi sepertinya itu tidak berhasil tidak ada gerakan ataupun aliran sihir pun yang keluar disini.

"Jika kamu mengganggap ucapan ku hanyalah sebuah gertakan semata baiklah akan kutunjukkan Kekuatanku padamu".

Kemudian ku tarik sebuah pedang dari belakang punggunggungku kurapalkan sebuah sihir didalam nya hingga terpancar cahaya energi Yang sangat besar dalam bilahnya lalu kusabetkan ke atas langit-langit hingga keluar sebuah plasma yang cukup kuat untuk merubuhkan puing2 atas kastil.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!".

"CLIANKKKKK". "GUBRAKKKKKKK".

sebuah lubang terbentuk di langit-langit dari atas kemudian cahaya mulai merembet masuk menerangi sedikit ruangan ini yang sebelumnya sangat gelap sekali.

...

...

tempat ini ternyata jauh lebih besar daripada yang ku bayangkan Aku menginjakkan kakiku tepat di tengah dengan sebuah karpet merah sebagai penanda nya kalau begitu di depan ku seharusnya terdapat kursi tempat biasanya raja iblis duduk.

dan di saat itulah untuk pertama kalinya aku mendengar suara dari raja iblis.

*klatakkk *klatak... sebuah suara dari batu-batuan kerikil kecil yang jatuh menggelinding sampai berhenti di depan kakiku.

"huuff.. setelah menginvasi wilayahku, kemudian membantai pasukanku, berteriak akan memenggal kepalaku dan sekarang menghancurkan kastilku..".

Ehh....suara wanita..? suaranya begitu lembut dan lirih akan tetapi serasa terdapat perasaan kesedihan dan kesepian yang sangat mendalam dalam suaranya..

".....".

apapun itu tak peduli ku ancungkan pedangku mengarah kepadanya.. tidak peduli dia wanita, pria ataupun tak bergender juga kalau dia adalah raja iblis yang selama ini merusak kedamaian maka tugas ku sebagai seorang yang di beri kekuatan untuk menegakkan keadilan tidak akan berubah yaitu "MEMBASMINYA"..

"Maaf... apa aku mengotori mu sebentar lagi kamu juga akan kotor dengan darahmu sendiri ". kujawab perkataanya dengan sombong.

dia berjalan beberapa langkah menuju sedikit Cahaya dari langit2 yang kemudian meneranginnya dan silluet dari sesosok tubuh wanita berambut merah dengan tinggi yang hampir sama denganku mulai tergambar jelas wajahnya begitu cantik Hampir mirip sekali dengan manusia tetapi mempunyai dua tanduk kecil di atas kepalanya tidak salah lagi dia adalah iblis.

Matanya berwarna merah sedikit oranye dan itu terlihat bersinar mengeluarkan cahayanya sendiri meskipun di kegelapan.

Aku pernah membaca dalam buku petualang apabila seorang yang mempunyai sihir dan mana yang sangat besar kau bisa melihat dari matanya biasanya di matanya akan terpancar cahaya yang menggebu2 meskipun sudah berkali2 aku bertemu dengan seseorang yang matanya bersinar akan tetapi tidak pernah kutemui yang seperti kekaguman serta kengerian seketika menusuk dadaku.

"sungguh bocah yang sangat sombong siapa yang mendidikmu sampai bisa sombong seperti itu" balasnya dengan nada yang sangat tenang.

"berisikk kau tidak perlu tahu dengan siapa aku belajar karna sebentar lagi kau akan mati " aku mencoba tetap untuk bersikap sangar didepanya.

karna dikatakan dalam buku petualang ketakuan di depan iblis hanya akan memberikan kekuatan padanya.

Meskipun begitu dia tenang sekali itu yang membuatku sedikit takut seperti kedatangan ku bukan ancaman sama sekali dihadapannya.

Wanaita itu kemudian dengan santai membersihkan debu2 kotor bekas runtuhan puing-puing yang menempel pada gaun panjangnya.

"tenananglah sebenarnya aku juga sudah lelah dengan peperangan dan kebencian tak berujung ini".

"Aku ingin berdamai dengan kalian para manusia dan hidup berdampingan seperti ras2lainnya".

Itu adalah sebuah kata2 tulus yang terucap darinya aku tidak melihat kebohongan sedikitpun dari matanya.

Kemudian kuturunkan pedang ku dan kutarik nafas perlahan untuk mengendalikan sedikit emosiku yang tadi tidak terkontrol.

Next chapter