1 1. Awal

Dimulai dari semester 1 bangku perkuliahan yang menggemaskan di mata seorang Lulla Adelia, si mahasiswa baru yang mana menyukai seorang mahasiswa lain dalam sepersekian detik kedipan mata. Ternyata benar, cinta pada pandangan pertama itu memang ada. Lulla sudah membuktikannya. Struktur wajah yang tegas, monoeyelid yang Lulla sukai, dan postur tubuh yang tinggi tegap mungkin adalah alasan kenapa Lulla diam-diam kerap tersenyum seorang diri.

Tak banyak yang ia lakukan di sore hari yang mulai diliputi awan gelap saat itu, hanya duduk di bawah pohon seraya melukis, dan cinta pada pandangan pertamanya datang begitu saja. Padahal Lulla tidak mengundangnya. Dia adalah mahasiswa seni rupa, sama seperti Lulla. Namanya Arvan Oktano, dia ada di semester 1 juga, hanya saja mereka berdua berbeda kelas.

Kenapa ya Lulla bisa menyukai seseorang yang bahkan suaranya saja belum pernah ia dengar? Ia sendiri tak tahu pasti, tapi sepertinya takdir yang menggariskan demikian.

Angin mulai berhembus kencang, mungkin sebentar lagi hujan badai akan turun. Dengan tergesa, Lulla membereskan seluruh peralatan melukisnya dan berlari menuju koridor kampus yang paling dekat. Tapi si tinggi menjulang itu masih di sana, masih kesusahan membawa setumpuk peralatan miliknya yang sedari tadi berjatuhan.

Lulla menatap Oktano dalam diam, sebenarnya lumayan gemas karena anak itu tak juga menunjukkan tanda-tanda akan segera berteduh. Tidak tahan, akhirnya Lulla memutuskan untuk bergerak mendekati Oktano, mengangkut segala benda yang bisa ia raih agar tak terbasuh air hujan. Oktano sendiri dengan senang hati menerima uluran tangannya, dan sekarang justru sedang merentangkan jaket, menutupi kepala Lulla dan dirinya sendiri sebelum berlari menembus hujan.

"Terimakasih sudah menolongku. Ngomong-ngomong, namamu siapa?"

"Lulla. Lulla Adelia."

"Aku Arvan Oktano, panggil saja Oktano. Salam kenal."

Hari itu, diakhiri dengan sebuah senyuman mematikan seorang Oktano, Lulla sudah memutuskan akan membawa perasaannya lebih jauh lagi.

Gila?

Tidak, Lulla tidak gila. Ia memang menyukai Oktano, tapi ia tidak akan bertindak gila. Setidaknya tidak untuk sekarang.

Next chapter