1 prolog

Senja, dikala matahari mulai tenggelam, disitulah semua kebahagiaannya ikut tenggelam bersama sang matahari senja.

Senja pikir, dengan matahari yang esok akan terbit kembali, maka kebahagiaannyapun akan kembali, namun ternyata itu hanyalah pikiran bodoh yang ada di otaknya.

Kebahagiannya memang ikut tenggelam ketika sang mentari senja terbenam, namun kebahagiaannya tidak akan ikut kembali terbit bersama sang mentari pagi.

"Nama gue emang Senja."

"Tapi gue gak suka senja!"

"Gue benci senja!"

***