23 Hanji

"Aaaaaaa!!!!!."Hanji Kehilangan ketenangannya dan Mulai Berteriak Sangat keras.

"Kenapa aku tidak memikirkannya, ya ampun, bagaimana ini, kita harus memberikan informasi ini kepada Erwin!."Kata Hanji.

"Tenang Mayor Hanji, Bukan berarti Kita tidak bisa melawan Armor Titan."Kata Arima sambil Melihat Ke Arah Eren.

"Jika benar Eren bisa berubah Menjadi Titan Dan Mengendalikan Kekuatannya, Ada kemungkinan besar kita bisa mengalahkannya, tapi ini hanya pertaruhan, jika Eren bisa memenangkan Pertarungan Satu lawan Satu."Lanjut Arima.

"Be-Benar Juga, kuta masih mempunyai Senjata Sendiri, dan Kita Harus mempercepat Eksperimen tentang Eren, agar bisa mengendalikan Kekuatannya."Kata Hanji Sambil menggigit Jari-jarinya.

"Itu benar, dan juga bukan berarti kita sebagai manusia Biasa Tidak bisa bertarung, kita bisa menembakan Sinyal berwarna Ke arah Pandangan Titan Tersebut, untuk mengaburkan Pandangannya, dan juga menurut Armor yang di pakai Di zaman dahulu, Armor tidak sepenuhnya Tertutupi, seperti bagian Ketiak, Selangkangan, Pangkalan Betis dan Mata kaki, jadi kita masih bisa menghabisinya."Kata Arima.

Semua Orang Memandang Arima dengan Kekaguman di Matanya, dalam situasi yang singakat ini Arima masih bisa setenang biasanya, dan berpikir Rasional.

"Ba-Baiklah Terimakasih Kepada mu Arima Aku akan Segera Menyuruh Orang untuk menyampaikan Pesan Ini kepada Erwin."Kata Hanji.

"Tidak apa Hanji-san. Eren Oleh karena itu kau harus mengetahui semua yang Akan Mayor Hanji Sampaikan,dan membicarakan Mulai darimana Eksperimen akan di lakukan."Kata Arima.

"Baiklah Demi Umat manusia Aku akan Mendengarkan Apa yang Mayor Hanji katakan, Hanji-san Tolong beritau Aku Semua yang harus kuketahui!."Kata Eren.

"Semangat Yang bagus, oleh karena itu Aku Izin meninggalkan Ruangan dan Tidur Selamat Tinggal."Kata Arima dan langsung melarikan diri karena Melihat Ekspresi Hanji yang abnormal.

Semua Squad Levi juga mengikuti Arima meninggalkan Ruangan tersebut dan hanya meninggalkan Eren bersama Hanji sendirian.

~~~~~~~~~

Ke esokan Harinya Arima bangun di pagihari seperti Biasa dia melakukan Beberapa Pemanasan Sebelum melakukan Joging ke dalam Hutan.

Di dalam hutan Arima melihat Sekitar setelah mengkonfirmasi Aman, Pupil matanya Berubah menjadi Merah darah dengan Pola Melingkar yang misterius.

[Kamui]

Di dalam Ruang kamui yang di isi dengan Bebatuan Tinggi dan tempat yang sangat Sunyi Arima mulai Menenangkan Dirinya Kembali, Arima Tidak pernah Mengendur kepada Latihannya, dia beranggapan Sebisa mungkin bahwa Setiap Hari bisa meningkatkan kan kekuataan nya Atau Mengolah potensi tersembunyi dari kekuatannya, untuk menjadi lebih dan lebih kuat.

Arima tidak bodoh, dia mempunyai Selusin Kartu, jika Situasi di luar kendali.

Arima mengatur Waktu di dalam Ruangan Kamui 10:1 Satu jam di luar sama dengan Satu jam di dalam.

Pertama Arima mulai menggunakan Kemampuan Pengerasan Titan pada Tangannya.

Lengan Arima Di tutupi Oleh Kristal Berwarna Bening, ketika itu juga Arima mengaktifkan Matanya.

[EMS]

Arima melihat Ke arah Lengannya, Dia bisa melihat dan Menganalisis Kumpulan Keistar yang berada Di lengannya.

Mata Arima yang sekarang belum bisa melihat Atom tapi, Arima sebisa mungkin menghilangkan Kekosongan Yang ada di dalam Kemampuan Pengerasannya, Agar lebih kokoh dan Lebih kuat, lebih padat, Jika ada Titik di mana Kemampuan Pengerasan Mengendur, Arima langsung mengolahnya Lebih dan lebih baik lagi.

Arima melakukan Itu Selama Beberapa jam, setelah itu Arima Meregangkan Membentuk kembali otot-otot yang ada di dalam Tubuhnya.

Setelah Berolahraga, Arima jatuh kembali kedalam Metitasinya untuk mengasah Insting Ackermannya.

Setelah Melakukan Rutinitas sehari-hari tersebut selain melatih kekuatan dan Persepsi Arima juga melatih kelincahannya.

Setelah Pelatihan Dia keluar dari Ruang kamui dengan di penuhi Banyak Keringat.

Arima kembali Ke dalam Kastil Membersihkan dirinya dan berpakaian Seragam Militer kembali.

Ketika Arima ingin berkumpul kembali Bersama Pasukan Pengintai, Arima melihat Ada seorang Anggota Dari Regu Hanji yang Dengan Panik Menerobos masuk dan ingin Berbicara Kepada Hanji.

Levi mengizinkannya Masuk ke ruang bawah tanah, tempat Hanji dan Eren berbicara semalaman.

Ketika Hanji mendengar bahwa Soni dan ben Kedua Raksasa Tersebut telah mati, Dia langsung berteriak Seperti orang gila dan langsung mempersiapkan Kuda menuju tempat Penelitian Raksasa tersebut.

————

Next chapter