1 Kutukan Baik My diary

"Kalian tak pernah salah ini semua adalah salah ku. Tolong pergi dari hidupku tolong menjauh lah jangan membuatku pusing."

"Kalian terlalu mudah memengucapkan kata cinta, sayang, hidupku, nyawaku, nafasku dan aku sudah sangat bosan mendengar gombalan itu."

"Bukti jangan tanyakan bukti bahkan ketika aku sakit pun kalian tidak peduli, itu yang dikatakan cinta dan itu yang dikatakan sayang dan kamu adalah hidup ku?"

"Aku bosan dengan kata-kata cinta dari mulut buaya itu, tapi apa aku tidak pernah menggap mereka bersalah, tapi aku malah menyalahkan diri ku sendiri mungkin ini kan kutukan?"

Iya itu semua adalah isi dari buku diary Kezya yang dtulis karna bosan dengan gombalan dari mahluk yang berjenis laki-laki itu, tapi kalian jangan salah paham dia bukanlah seorang LGBT, Oh tentunya dia masih normal terbukti dia bakhan pernah pacaran di waktu SMA ya walaupun itu mungkin untuk pertama dan terakhir.

Masa lalu yang buruk

"Asalamuaikum warahmatullahi wabarakatuh

pagi semua...., apakabar? saya Kezya putri anak pindahan dari SMA Negri 1 Seputih banya." kata Zya pada tema-tema sekelasnya.

"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,hahhahah...." kata taman-taman barunya yang berada di dalam kelas di sertai dengan tawa mengejek melihat seragam Zya.

Zya hanya menunduk dan merasa malu, bagai mana dia tidak di tertawaan bahkan pakaiannya tidak umum, dia memakai baju putih polos dengan rok pramuka dan jilbab coklat, tentu itu adalah pakaian yang tidak sesuai dengan siswa lainnya. Dan bahkan bukan hanya siswa tetapi beberapa guru pun mentertawakannya dan ada juga yang menganggapnya aneh. Ini semua adalah seputusan pamannya yang tidak mau Zya putus sekolah dan mengulang tahun depan, terpaksa dia harus berseragam seadanya karna mamanya akan mendaftarkan ya dihani ini .

"Sudahlah jangan mentertawakan teman baru kalian dia belum tau aturan di sini dan kalian harus memakluminya dia anak pindahan dan akan beradaptasi terlebih dahulu dengan teman dan lingkungan baru. Kezya putri bisa duduk di belakan Agus, Agus silahkan berdiri dan duduk kembali." Kata-kata bu Eka yang menghentikan tawa siswi dalam kelas dan menerbitkan senyuman menatap iba pada anak baru itu.

Zya hanya menunduk karna malu dan berjalan kearah bangku kosong dibelakang Agus, dia duduk sendiri bahkan siswa lain mereka banyak yang menatapnya aneh, kagum, penasaran dan lainnya. sebenarnya Zya sangat tidak nyaman dengan tatapan mereka tapi dia tetap harus sekolah karna sekolah sangat penting untuk kehidupan nya.

"Hay Kezya, perkenalkan namaku Ketty kamu sangat unik, apakah kamu menggunakan seragam seperti itu di tempatmu bersekolah?" kata Ketty dengan senyum meledek, tapi tetap mengulkan tangan sebagai salaman perkenalan.

"Tentu saja tidak , aku hanya lupa membawa seragam ku yang ada di asrama." kata Zya dengan raut muka takut, tetepi tetap menjabat tangan kety dengan sedikit gemetar.

Zya merupakan perempuan yang tidak mudah bergaul orang baru, dia sangat introver, bahkan kadang dia takut jika ada yang mendekatinya karna dia berfikir mereka akan melukainya atau mengejeknya. Dia Zya hanya sekitar rumahnya buku novel dan kompor, selain suka membaca novel Zya juga suka memasak.

"Kamu tidak perlu takut padaku karena sekarang kita adalah teman aku adalah sepupu dari teman mu Yesi A sewaktu SD, dia pernah bercerita tentangmu." kata Ketty dengan tersenyum tulus .

"Terimakasih, Yesi A kelas mana?" kata Zya dan berusaha tersenyum menatap Ketty.

"Dia kelas sebelah kelas A, sedangkan kelas kita kelas B, nanti jika kau mau aku akan mengantarkan mu menemuinya." kata Ketty tersenyum ramah.

Sementara siswi lain yang berada didalam kelas banyak yang menatapnya tidak suka karna mencuri perhatian siswa dikelas banyak memperhatikannya dan bahkan anda yang miminta nomor hpnya, dan ada juga yang terang-terangan ingin menjadikannya kekasih tetapi mereka semua Zya tolak, Zya lebih suka membaca novelnya yang selalu dia bawa kemanapun dari pada memperhatikan mahluk bermulut buaya itu.

"Hay Yesy?" tanya Zya pada lamanya itu, tapi dia ternyata telah berubah baik penampilan maupun pergaulan, dan Zya hanya menatap heran.

"Hay, siapa ya, ada perlu apa?" kata Yesi a yang seperti nya lupa akan dirinya.

"Aku Kezya, Yes... kamu lupa?" kata Zya dengan suara sedih.

"Kezya siapa? emang kita pernah kenal, penampilan kamu aja aneh kayak gini, kayaknya gak level deh klo sama aku yang cantik ini?" kata Yesi dengan muka songongnya.

"Ya udah maaf klo gtu aku pergi aja." kata Zya denga nada lirih, Zya sangat kecewa dengan kata-kata Yesi A.

Sementara Ketty yang mendengarkan itu semua hanya menatap bingung, mereka berdua, dan kemudian Ketty menarik zya kembali kekelas, sebenarnya dia tidak mengerti dengan arah pikiran sepupunya itu bagaimana bisa dia melupakan Zia yang munurutnya merupakan teman satu-satunya yang paling dekat saat Sd, sedang kan dulu dia tidak Sd dengan sepupunya itu. Tapi dia tidak menyangka kalau sepupu nya sejahat itu.

"Hai Ketty, siapa dia?" kata seseorang dari belakang Zia.

"Hai An, dia Kezya teman baru dikelas kami." kata Ketty sambil menatap orang yang memanggilnya.

"Kezya? sepertinya nama temanku dulu." kata orang itu. Kemudia karna penasaran berjalan dihadapan Kezya dan menatapnya.

Sedangkan Kezya hanya memejamkan mata dan menunduk, karna takut akan dihina diejek, atau di hina seperti tadi.

"Kau benar-benar Kezya teman Sd ku dulu tapi bedanya sekarang kau sudah memakai jilbab dan semangkin cantik." Kata gadis berambut kering itu.

Kemudian Kezya membuka matanya secara perlahan, ternya didepannya adalah temanya sewaktu SD yaitu Anna. dulu Kezya, Yesi a dan ana merupakan teman dekat tapi ana sering sakit dan akhirnya pindah sekolah, dan sekarang mereka kembali bersama dengan sifat yang sama tentunya kecuali Yesi A yang berubah sifat .

"Ana..., kamu benar-benar ana..? bagaimana kabarmu?" kata Kezya di sertai senyumannya.

"Alhamdulilah aku sangat baik, dan sekarang aku tidak sakit-sakitan lagi. kamu juga baik-baik saja kan an?" kata ana sambil tersenyum tulus.

Kezya tidak perbah berubah selalu saja murah senyum dan ramah walaupun kadang ketakutan, karna teraumanya dulu.

"Alhamdulilah akhirnya kamu bertemu dengan sahabat lamamu yang berhati baik. Aku akan mengintrogasi sepupuku nanti, agar dia menjaga mulutnya itu jika bicara dengan sahabatnya. Kamu tidak perluh sedih atau pun takut kita akan berteman dan aku meneng orang nya sedikit jail, tapi aku tidak suka melihat orang bersedih dan terasingkan." kata Ketty dengan tulus sambil menatap Zya.

"Terimakasih, aku sangat senang berteman dengan kalian, kalian sangat baik." kata Zya dengan raut muka tulus.

"Ada apa dengan Yesi? sepupukan hanya dia?" kata ana penasara.

"Sudah lah lebih baik kita kantin saja dan membicarakannya disana sambil makan, aku sangat lapar, ayo Kezya." kata Ketty sambil menarik tangan Zya berjalan ke arah kantin dan diikuti oleh Ana.

Next chapter