Webnovel

1 Prolog

Gelap.

Kosong.

Dan terlalu sakit.

Tidak ada yang tersisa dari diri Kalina Diandra Vinn. Keluarga, masa depan dan kehidupannya hancur. Bisnis kecil orang tuanya bangkrut, sang ibu meninggal dunia. Dan ayahnya yang semula bersikap hangat, penyayang kini berbanding terbalik. Lalu, masa depannya... Musnah.

Diandra, wanita cantik bermata lentik di usia mudanya tak pernah merasakan indahnya masa dimana ia menjadi mahasiswa dengan banyak teman, berbincang ria, berkencan dengan beberapa pria atau sekedar menghabiskan waktu minum kopi di cafetaria. Karena kesalahan yang tak pernah ia perbuat, masa mudanya terampas. Dia harus mendekam di dalam jeruji besi. Dan itu semua gara-gara keluarga Baxter.

Kini, Diandra Vinn perempuan 28 tahun dengan tubuh sintal dan otak cemerlang itu hanya bisa tertunduk akan nasib yang ia alami. Dia sudah tak punya apapun lagi.

Satu hal yang membuat ia bertahan hidup adalah dia masih punya tujuan, yakni membalas dendam.

"Aku akan melakukan segala cara untuk balas dendam." Ucapnya penuh tekad. Tangannya terkepal, kelereng hitamnya menatap lurus ke sebuah bangunan tinggi menjulang.

Perusahaan besar 'Baxter Company'.

***

Darren Baxter 29 tahun sang pewaris salah satu perusahaan konglomerasi terbesar di Amerika, dengan bisnis inti adalah properti. Tampan, pintar, tubuh tinggi dengan otot ramping yang kekar dan seorang konglomerat. Wanita mana yang tak tertarik dengannya. Namun di balik topeng sempurna itu, tersimpan sisi gelap. Ia pemuda yang keras, licik, arogan dan penuh ambisi.

Bersaing dari saudara tirinya, tepatnya anak haram ayahnya untuk merebut tahta pewaris 'Baxter Company'. Segala keinginan harus ia dapat. Perusahaan, maupun seorang wanita yang berhasil menarik perhatiannya.

"Aku akan melakukan apapun demi mendapatkannya."

***

Seorang pemuda dengan senyum menawan penuh kharisma. Mata abu-abu yang menghipnotis dengan garis wajah menunjukkan keramahan. Penampilan sedikit acak-acakan, namun tak membuat kharismanya memudar.

Devan Revee 30 tahun, sang anak haram. Hidup dengan kesederhanaan bersama ibu tercinta ia tumbuh menjadi anak yang cerdas. Dirinya datang untuk pengakuan.

"Aku akan melakukan semuanya agar bahagia."

****

Hidup ini ambigu.

Tidak ada yang benar-benar baik dan tidak ada yang benar-benar buruk.

****

#Jangan lupa kasih semangatnya dengan vote dan koment ya!

Salam Uwa 😙😙

Next chapter