1 prologue

Phantom adalah julukan bagi manusia yang mempunyai kekuatan khusus yang berbeda-beda pada setiap orangnya, ada yang menggunakannya untuk kebaikan dan ada yang menggunakannya untuk kejahatan.

Di dunia yang amat sangat luas ini hanya ada beberapa orang yang beruntung dilahirkan dengan kekuatan misterius tersebut.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Aduh, males banget besok hari Senin lagi"

"Ihh, masih mending kau bisa pergi ke sekolah, daripada aku" cetus Alan.

"Enak tau jadi kamu gausah sengsara sama ulangan apalagi ulangan mendadak, huh sebel" balas lydia

"Ok,ok... Sabar, sabar..." Alan mengalah

Rumah Lydia terletak di kompleks yang cukup mewah, mayoritas disana adalah horang kaya.

Namun walaupun keluarga Lydia adalah keluarga yang tergolong sangat bercukupan, orangtua-nya tidak pernah memanjakan Lydia, mereka ingin agar Lydia tumbuh secara mandiri.

Tepat diseberang rumah Lydia terdapat kantor yang Alan saat ini sedang bekerja disana.

Bernama "the wish grantor"

"BTW, bentar lagi sore aku mau ketemuan sama temen di kafe janji jiwa, ikut gak?"

"Gak ah, gabisa nanti sore aku ada janji mau ketemuan sama klien"

"Ok, deh, semangat bikin duit ya~ setengahnya kasih aku ya, ehehhehhe"

"Yee... Okelah"

Kantor "the wish grantor" selalu sepi, bukan sepi pengunjung namun lingkungan sekitarnya sangat sepi dan tenang, maka dari itu Alan suka bekerja disana.

"Heyy Alan, ketemu klien lagi?" Sapa Si pemilik gedung Maykel.

" Iyap, nanti jam setengah 5 kliennya datang"

Ruangan Alan cukup besar daripada ruangan lain yang ada di gedung.

Ruangan yang bercat putih cocok untuk membuat suasana lebih tenang, meja yang diisi dengan buku dan peralatan tulis, juga buku komik yang tertata rapi di rak atas meja, kalau Alan bosan menunggu klien datang ia mengambil salah satu dari buku komik tersebut untuk dibaca.

Tiba-tiba Bunyi lonceng yang terpasang di depan pintu kantor berbunyi menandakan ada seseorang yang masuk, Alan mengintip dari kaca ruangannya yang berwarna kehitaman namun masih bisa melihat sedikit, terdapat gadis yang berusia semumuran dengannya.

"Apakah dia klienku?" Pikir Alan.

Next chapter