1 Chapter 1

Namaku Lisa Fasyafatain, umur 16 tahun. Demi kakak kelas SMP yamg aku suka aku akhirnya mengikuti dia masuk SMA yamg sama dengan dia.

Brukkk!!

"lihat-lihat kalau jalan kutu buku" seorang pria berjalan tanpa menghiraukan siap yang ia tabrak.

"Maaf" Lisa berkata dengan lirih matanya tertuju kepada pria yang tadi menabraknya dan menjauh tanpa menghiraukan sekitar.

Apa yang dia percaya, apa yang dia harapkan. Senang, sedih, pertemuan dan perasaannya yang paling berarti. Semua bermulai dari saat ini, di musim bunga dan semuanya mulai bermekaran.

Bell berbunyi bertanda istirahat, Lisa duduk ditaman sekolah bersama temanya Miya.

"Lisa, kamu tau ngga? Hasil poling cowok terganteng satu sekolahan sudah keluar lo!" tanya Miya sambil mengeluarkan bekal ia bawa dari rumah. Lisa menjawabnya dengan menggelengkan kepala bertanda tidak tahu.

"Namanya Aldy, dia bahkan mengalahkan kak Galih" cetus Miya lagi. Lisa hanya tersenyum tipis.

"Belajar memang penting Lis, tapi kehidupan remaja Ngga hanyal soal itu. Dan semua orang pasti punya seseorang yang disuka, kamu sendiri ada ngga?" lanjut gadis kecil itu bicara dengan melempar pertanyaan soal cowok idaman temennya.

"Akuuu.... Nggak ada... Aku ngga mau buang-buang waktu buat hal seperti itu" jawab lisa dengan ekspresi yang canggung.

"ooohh.... " dalam hati Miya ngga percaya dengan jawaban temennya.

Sementara di lapangan bulutangkis ada seseorang yang masih bermain dengan lincah layaknya pemain profesional. "Eh bukanya itu kak Galih yang lagi main bulutangkis? Aku pergi kasih semangat dulu deh! Tolong jagain kotak makanku ya" dengan wajah senang Miya mendeket ke area lapangan.

"Aku sebenarnya juga punya seseorang yang aku suka.... Orang yang kusuka itu kak Galih, bisa mengungkapkan perasaan saja sudah lebih dari cukup" gumam Lisa.

Srreekk.. Srrekk...

Tiba-tiba muncul seseorang diatas pohon. "Woy brisik banget sih!" merasa terganggu orang itu berkata dengan nada santay.

"Heii! Kaa.. Kamu siapa?" dengan ekspresi kaget Lisa menjawab dengan pertanyaan. "Kalau memang suka tinggal bilang aja, jangan cuma bicara sendiri. Ganggu istirahat orang" gumam pria tersebut.

"Sial dia dengar semuanya.. " dalam hati Lisa berkata seperti itu. "Aku.. Aku peringatkan ya jangan pernah bilang hal ini ke siapa pun Kalau ngga... "

Belum gadis imut itu bicara, pria itu langsung turun pria itu mendekat ke arah gadis itu. Sontak lisa kaget dan mundur menjauh.

"Kalau ngga kamu akan apa? "gadis itu berkata dengan nada mengancam.

"Kalau ngga kamu... Kalau ngga kamu akan 5"

"Haaaha aku sama sekali ngga tertarik sama cinta rahasia ngebosanin Seperti itu tuh.. " pria itu tersenyum sinis dan sedikit senang bercandain gadis polos tersebut.

Entah cinta rahasia atau cinta yang terpendam memang membosankan bagi seseorang tapi tidak bagi Lisa karena cinta baginya sulit untuk diungkapkan ketika bertemu orang yang dia suka saja tidak bisa berkata-kata bagaimana orang yang dia suka bisa tau, apalagi cowok yang dia suka sempurna populer di satu sekolahan dia seorang yang ramah, murah senyum, bisa membaur sama adik kelas ataupun semua orang berbanding terbalik sama dia yang pendiam.

Tidak tahu caranya mengungkapkan cintanya dia berharap keajaiban ataupun waktu yang akan menjawab itu semua. Semakin dia tahan rasa itu semakin sakit dia rasa, tapi mau mengungkapkan itu semua dia belum bisa, sampai kapanpun tidak akan bisa tahu orang yang dia suka kalau perasaannya hanya dia pendam.

Next chapter