1 Dia Sangat Pintar

Translator: Wave Literature Editor: Wave Literature

Bulan Agustus, matahari bersinar terik dan cuaca terasa kering dan lengket.

Pintu gerbang panti asuhan.

Seorang wanita paruh baya, matanya memerah karena menangis. Dia berdiri dengan tidak stabil, tubuhnya yang lemah ditopang oleh suaminya dan dia bertanya, "Ini adalah anak perempuan kita yang malang?"

Laki-laki dengan mata merah itu menganggukkan kepalanya dan hanya menjawab, "Hm."

Xue Cheng dan istrinya, Ye Li, sudah saling mengenal saat mereka masih kecil. Mereka selalu saling mencintai, tapi sayangnya mereka kehilangan anak perempuan mereka. Setelah mencari selama 18 tahun, mereka sudah tidak memiliki harapan apapun lagi, tapi tiba-tiba mereka mendapatkan kabar bahwa sebuah panti asuhan menemukan anak perempuan mereka.

Xue Cheng melihat ke arah 2 orang yang berjalan ke arahnya. Pandangannya jatuh pada tubuh seorang anak perempuan yang bersembunyi di belakang kepala panti asuhan.

Dia menggunakan topi berwarna putih, pakaian olah raga bersih berwarna biru, dan rambutnya yang berwarna hitam diikat kebelakang dengan rapi. Wajahnya putih dan cantik. Dia memiliki sepasang mata yang indah seperti burung phoenix dan dengan mata itu, ia menatap kedua orang di hadapannya dengan tatapan kebingungan.

Dibandingkan dengan Xue Cheng dan Ye Li, anak perempuan itu terlihat sedikit… terlalu tenang.

Xue Cheng juga tertegun melihatnya.

Mereka berdua berjalan mendekat kemudian kepala panti asuhan mendorong anak perempuan itu ke depan sepasang suami istri itu dengan perlahan dan berkata, "Tuan Xue, Nyonya Xue, ini adalah Xue Xi."

Kemudian kepala panti asuhan itu berkata kepada anak perempuan itu, "Xixi, ini adalah orang tuamu, mereka datang untuk membawamu pulang."

Setelah Xue Xi mendengar hal itu, matanya langsung tertuju pada Ye Li.

Anak perempuan itu terlihat menjadi emosional. Dia sudah menantikan untuk waktu yang sangat lama, saat-saat dimana dia dapat bertemu dengan ibu kandungnya. Bibirnya gemetar dan berusaha mendapatkan pengakuan dari Ye Li, tapi dia malah bersikap hati-hati karena takut akan ditolak.

Setelah beberapa saat, akhirnya Xue Xi perlahan membuka mulutnya dan menyapa terlebih dahulu, "Halo."

Sikapnya terasa dingin dan seolah berusaha untuk menjaga jarak.

Ye Li tidak merasakan ada yang aneh. Dia tidak bisa menahan diri untuk langsung memeluk Xue Xi dengan erat. Ia menangis dengan penuh kesedihan, "Anak mama, akhirnya mama menemukanmu! Selama ini kamu pasti sudah hidup sulit karena tidak ada kami…"

Tubuh Ye Li yang hangat dan lembut menempel pada tubuh Xue Xi. Pelukan ini membuat tubuh Xue Xi membeku. Dia tidak terbiasa berada begitu dekat dan memiliki hubungan yang akrab seperti ini dengan orang lain.

Dia ingin mendorong Ye Li tapi di sisi lain dia tidak bisa melakukannya.

Di saat itu Xue Xi melihat Xue Cheng sedang melihat ke arah kepala panti asuhan seolah memberikan kode. Mereka berdua kemudian berjalan menjauh dan setelah mereka mengira Xue Xi tidak akan mendengar saura mereka, Xue Cheng dengan suara pelan bertanya, "Kepala panti, Xixi, dia tidak…"

Dia menunjuk ke arah kepalanya.

Kepala panti asuhan dengan cepat berkata, "Tidak, Xue Xi sangat pintar, dia bahkan lebih dari pintar, dia adalah seorang anak jenius di panti asuhan ini. Anak ini sangat suka belajar tapi dia memang tidak pandai bergaul dengan orang lain dan responnya lebih lambat dari anak yang lain."

Maksud Xue Cheng, selama anaknya bukan orang yang bodoh sudah cukup, tapi setelah mendengar bahwa anaknya adalah anak yang jenius, dia menghela nafas lega. Setelah perasaan Ye Li menjadi stabil, mereka masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumah.

Xue Xi melihat pemandangan di luar melalui kaca jendela dengan tenang. Perlahan, pintu gerbang panti asuhan yang sudah terlihat usang itu mulai menjauh seiring dengan mobil yang melaju hingga akhirnya saat mobil berbelok, pintu gerbang itu sudah tidak terlihat lagi. Saat itu perasaan tidak rela meninggalkan panti asuhan mulai memenuhi hati Xue Xi...

Mereka tidak menyangka setelah mereka pergi, sebuah mobil Land Rover berwarna hitam berhenti di depan pintu gerbang panti asuhan.

Di dalam mobil ada 2 orang.

Supir mobil itu menolehkan kepalanya dan berkata, "Xiang Huai, kita terlambat 1 langkah."

Laki-laki yang duduk di kursi belakang duduk dengan posisi tegak sambil menggertakkan giginya. Cahaya redup di dalam mobil itu membuat wajah tampannya hampir tidak terlihat.

Tapi sorot matanya yang begitu tajam malah membuat orang yang melihatnya merasa ketakutan dan tidak berani melihat langsung ke dalam matanya.

Jari Xiang Huai yang lentik mengetuk-ngetuk pintu mobilnya 2 kali, kemudian dengan suara dingin berkata, "Kita di luar, ganti caramu memanggilku."

Supir itu dengan cepat mengubah cara bicaranya, "Baik bos."

Supir itu tidak bisa menebak apa isi pikiran laki-laki itu, kemudian dia bertanya, "Apa kita akan langsung pergi ke rumah keluarga Xue untuk mengambil anak itu?"

Walaupun status keluarga Xue tidak rendah, tapi dia tidak bisa menandingi laki-laki itu. Dia adalah 'ular' yang berasal dari kota Bing.

(Ular di sini melambangkan orang yang memiliki kekuasaan dan bisa menindas siapa saja di daerah kekuasaannya.)

Tapi supir itu tidak menyangka laki-laki yang duduk di belakang itu malah menjawab dengan tenang, "Tidak perlu terburu-buru."

Supir itu tertegun sesaat, 'Setelah melakukan penyelidikan yang lama akhirnya berhasil menemukan anak perempuan itu, kenapa sekarang bos malah mengatakan tidak perlu terburu-buru?'

Saat sedang memikirkan hal itu, dia mendengar perintah dari laki-laki itu, "Aku yang akan turun tangan secara langsung untuk mengurus masalahnya."

---

Dari 15 Februari 2020, koin yang sudah digunakan untuk membeli buku yang tidak terpilih akan dikembalikan dalam waktu 30 hari. Perlu diperhatikan Fast Pass yang sudah digunakan tidak bisa dikembalikan. 

Buku-buku yang terpilih untuk dilanjutkan akan memiliki tanda khusus di pojok sampul dalam 30 Hari untuk menunjukkan kelanjutannya. 

Terimakasih atas pengertian Anda.

Next chapter