1 AKU DEPRESI

Sebanyak banyaknya Aku adalah Kosong

Seramai ramainya Aku adalah Kopong

Rutinitasku berkembang, namun Rasaku Bercabang

Pura-pura menebar senyuman, biar nantinya banyak Teman.

Pura-pura Bahagia, biar kaya orang-orang bisa Nostalgia

Mencari jati diri maka menyukai Perempuan

Jatuh Cinta sendiri karna tidak Berkemampuan.

lagi-lagi uang uang uang.

tak cukup modal Berjuang,

maka kabar Buang

tak Berpeluang

tak memiliki Ruang.

menjadi patah hati lagi,

menjadi Bodoh dari Malam ke Pagi.

banyak Ingin tapi banyak Angin

Hatiku rasa coba-coba hingga memasuki fase Pancaroba.

Rambut berantakan, Badan tak terawatkan

penuhi paru-paruku dengan Tembakau,

karna itu satu satunya pelepas yang murah dan terjangkau.

Hidup semakin sulit,merayap pada kulit

pikiran berbelit belit, Keluhku takbisa berkelit.

Aku sulit tidur, Produktivitas jadi kendur

tak sehat punya kantung mata,

mau rehat tapi jadi perih di mata.

apa yang salah dengan diriku ?

tepuk bahu juga tepuk siku,

air mataku tumpah, aku melankolia sumpah.

sosial media buatku pusing, banyak konten tersedia isinya bising.

sekarang harus kuapakan ?

menjadi Pecundang tidak apa apa kan ?

semuanya Sepi, hanya bisa Bermimpi

Marah berapi api, mengeluh yang tidak tercukupi

aku ingin Senang, aku ingin Menang, ingin Tenang bukan Genang.

kamu dimana Tuhan ? aku butuh bersentuhan

tolong kirimkan Malaikat, hingga aku sujud pada Hakikat.

apa lebih baik aku menyerah ?

tapi kau suruh aku berserah.

kenapa suasana begitu Jahat

kenapa dengki begitu Terpahat

Aku Melantur semakin tak teratur

hentikanlah siapa Aku.

mengapa semuanya begitu berat, begitu kaku,

banyak hening berjibaku, tidak hening berperilaku.

Aku tak pantas.

banyak Bicara sedikit Kuantitas.

tak bisa lari dari Perantara

terjebak hari juga di Antara

sedih sedihku panjang,

Jiwaku kejang kejang.

Aku Mengutukmu wahai Malam

Aku Meludahimu wahai Kelam

diburu denting denting

terbanting di sudut sudut hening

Aku tak berdaya, Aku apalah daya.

Bajingan, Anjing, Setan, Iblis, Bedebah, Brengsek, Goblok, Tolol.

2020 hidup dalam naungan Pandemi seperti Epidemi

aku Terkontaminasi Cemasku mendominasi.

apa ini yang namanya Diskriminasi

atau Keteguhan hati yang Tereliminasi.