1 Part 1

pagi itu dirumah besar bak istana, tinggalah keluarga jaya nan makmurnya tak kekurangan sama sekali bahkan lebih dari apa yang mereka punya, pagi ini mereka sedang duduk bersama untuk sarapan pagi, terlihat makanan yang sudah di hidangkan oleh ART

"ayo sayang dimakan.." ucap nita seorang wanita berumuran 34 tahun kepada anak laki-laki dan anak perempuannya dan kedua anak itu hanya tersenyum

"mas aku ambilkan" ucap nita sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk

sedangkan disisi lain seorang gadis berumur 17 tahun menuruni anak tangga dengan ceriannya, senyumannya yang begitu manis dan ramah sesekali menyapa ART dirumahnya

"pagi bi.." sapa naya dengan sopannya, ART itu membalas dengan senyuman

naya berjalan sambil berlari kecil hingga sampai dimana ia berkumpul dengan keluargannya yang tengah makan dan tak menunggu dia sama sekali, sorot mata tajam mulai menatap naya dan tatapan itu menunjukan ketidak sukaannya keberadaan naya, naya pun duduk di sebelah alvareza atau yang bisa di panggil eza

eza adalah anak pertama dari 3 bersaudara, sebelum naya duduk eza langsung menarik kursi disebelahnya yang membuat naya terjatuh, disaat itu juga seorang gadis tak jauh lebih tua darinya hanya terpaut 3 tahun darinya tertawa dengan kerasnya, ya itu adalah kakak kedua dari naya yang bernama jihan

"akhhh!! sakit kak" rintih naya

"suruh siapa kamu duduk huh?" tanya eza dengan sinis

"hahaha ululu kasian yah kamu" ejek jihan pada naya

naya pun bangkit dan berdiri dengan tegap sembari membersihkan dirinya sendiri lalu ia tatap bergantian dari mulai kakak pertama, kedua beserta kedua orang tuannya

"aku hanya ingin sarapan bersama kalian" gemetar naya

"dasar anak cengeng cuman segitu doang nangis" ejek eza pada naya

"lo itu nggak pantes duduk bersama disini, kalo mau makan nih sisa punya gue, lo habisin" jihan menyodorkan sisa makannanya yang hanya tersisa sedikit nasi dan tulang ayam

"makan sana di dapur, membuat selera makanku hilang saja" pekik nita pada naya

sebegitu hinanya kah naya dimata keluarganya hingga ia diperlakuakan tak adil seperti ini, dengan gemetar dan menahan air mata yang ingin sekali jatuh, naya pun hanya pasrah dan mengambil piring bekas jihan

"kali ini aku berbaik hati padamu" ucap eza melempar paha ayam pada naya dengan sigap ia mengambil paha ayam yang jatuh kelantai itu

"terimakasih kak" senyum naya pada ezra ia pun pergi meninggalkan mereka

dan kini naya berada didapur berkumpul dengan para ART yang sedang sarapan juga, raut wajah naya begitu menyedihkan, para ART yang melihat naya merasa iba dan kasihan tak ada yang berani mendekati naya satupun karena apa? karena mereka takut jika pekerjaannya hilang gara" naya, kenapa begitu? karena rian ayah dari naya membencinya ia menegaskan pada semua ART agar tak membantu ataupun mendekati naya maka mereka akan di pecat

"sabar non.." ucap mbok siti sambil membelai rambut naya

"mbok tidak bisa membantu" lanjut mbok siti, naya pun membalas dengan senyuman yang begitu menyedihkan di mata mbok siti

"mbok lebih baik pergi sebelum yang lain melihatnya" titah naya

mbok siti pyn menuruti perkataan naya, naya pun mulai menyantap sarapan paginnya baginya hidangan hari ini sudah cukup baginya tentunya naya bersyukur

Bersambung...