1 Episode 01

Perkenalkan namaku adalah Irfandi, aku juga mempunyai saudara kembar bernama Arfan. 

Aku berkenalan dengan mahasiswa bernama Titah di media sosial (Facebook), dia membuat aku nyaman dan dia sungguh berbeda dari perempuan yang pernah dekat dengan ku, dia membuat aku jatuh cinta lagi setelah aku putus dari mantan pacarku. 

Umur kami berbeda empat tahun, ya saya akui dia lebih tua dariku. 

Dia baik, jujur, setia, dan bisa menerima aku apa adanya, tidak memandang pekerjaan ku yang hanya tukang ojek online. 

Purwokerto

Di rumah pak Joko,

Di kamar Irfandi dan Arfan.. 

"Hadeh..", Irfandi mengeluh pada dirinya sendiri. 

"Sampeyan punapa Fandi ?" 

(Kamu kenapa Fandi ?), tanya Arfan. 

"Inyong kesel Arfan" 

(Saya capek Arfan), jawab Irfandi. 

"Kesel punapa Fandi ?" 

(Capek kenapa Fandi ?), tanya Arfan lagi. 

"Setiap saya punya pacar pasti selalu memandang pekerjaan saya dan hanya menginginkan uang saya saja, ternyata susah ya mencari yang tulus dan bisa menerima apa adanya", jawab Irfandi lagi. 

"Maksute sampeyan niku matre ta Fandi ?" 

(Maksudnya kamu itu matre Fandi ?), tanya Arfan lagi. 

"Inggih Arfan.." 

(Iya Arfan), jawab Irfandi. 

"Sing sabar, sing legowo Fandi, gusti Allah uwis mempersiapkan wadon sing lewih apik, saka wingi" 

(Yang sabar, yang ikhlas Fandi, gusti Allah sudah mempersiapkan perempuan yang lebih baik, dari kemarin), Arfan memberikan saran pada Irfandi. 

"Sampeyan bener Arfan, eh hp ne inyong moni" 

(Kamu benar Arfan, eh hpnya saya bunyi), kata Irfandi yang mendengar hpnya bunyi. 

"Ana sing order ojek sampeyan ?" 

(Ada yang order ojek kamu ?), tanya Arfan. 

"Ora ono, Facebook" 

(Gak ada, Facebook), jawab Irfandi. 

"Oh Facebook sampeyan, sapa, bocah udu ?" 

(Oh Facebook kamu, siapa, bocah bukan ?), tanya Arfan lagi. 

"Udu Arfan, ana sing njaluk konfirmasi pertemanan nang Facebook e inyong" 

(Bukan Arfan, ada yang minta konfirmasi pertemanan di Facebook nya saya), jawab Irfandi lagi. 

"Lanang, wandon ?" 

(Laki-laki, perempuan ?), tanya Arfan lagi. 

"Wadon.." 

(Perempuan..), jawab Irfandi. 

"Oh.., ayu ora Fandi ?" 

(Oh.., cantik gak Fandi ?), tanya Arfan lagi. 

"Sik tak deleng sik nggih profil e" 

(Sebentar ku lihat dulu ya profilnya), jawab Irfandi lagi. 

"Inggih Fandi" 

(Iya Fandi), seru Arfan. 

25 menit lagi.. 

Masih di kamar Irfandi dan Arfan.. 

"Kepriwe Fandi ?" 

(Bagaimana Fandi ?), tanya Arfani. 

"Ayu.." 

(Cantik..), jawab Irfandi. 

"Mana njajal inyong deleng" 

(Mana coba saya lihat), pinta Arfan. 

"Kiye loh Arfan" 

(Ini loh Arfan), Irfandi memberikan hpnya pada Arfan. 

"Wah inggih nggih ayu banget" 

(Wah iya ya cantik sekali), kata Arfan.

"Eh panjenenganipun chat inyong loh.." 

(Eh dia chat aku loh..), sambung Irfandi yang mendapatkan chat dari Titah. 

"Nggih wis nang wales chat e" 

(Ya sudah di balas chatnya), kata Arfan lagi. 

"Inggih, kiye anyar kepingin inyong wales chat e" 

(Iya, ini baru mau saya balas chatnya), sambung Irfandi lagi. 

Bandung 

Di rumah Titah, 

Di kamar Titah.. 

"Duh yang ini susah banget sih, chat kak Fira saja deh..", Titah mengeluh saat mengerjakan tugas kuliah nya. 

Di ruang tv.. 

"Yo.." 

"Inggih pak" 

(Iya pak) 

"Titah pundi ?" 

(Titah mana ?), tanya pak Krisna. 

"Boten mangertos kula pak, cobi takon mas Renal wae pak" 

(Gak ngerti saya pak, coba tanya mas Renal saja pak), jawab Tiyo. 

"Nal.." 

"Muhun pak.." 

(Iya pak..) 

"Titah timanten ?" 

(Titah dimana ?), tanya pak Krisna lagi. 

"Teuing pak, tina tadi abdi teu melihat Titah timanten" 

(Entah pak, dari tadi saya tidak melihat Titah dimana), jawab Renal. 

"Hadeh.. Eta anak timanten nya, yo doja cari ka imah na Fitroh atau Fira meureun aya di ditu" 

(Itu anak dimana ya, Yo coba cari ke rumah nya Fitroh atau Fira mungkin ada di sana), pinta pak Krisna untuk mencari Titah. 

"Ulah pak ulah" 

(Jangan pak jangan), kata Renal. 

"Pamaksudanna anjeun teh kumaha nal ?" 

(Maksudnya kamu bagaimana nal ?), tanya pak Krisna. 

"Pamaksudanna abdi, Fira eta teh kabogoh na Tiyo, pak, ajeng bukan na cari Titah timanten malah kabogohan sarua Fira deui pak.." 

(Maksudnya saya, Fira itu pacarnya Tiyo, pak, nanti bukannya cari Titah malah pacaran sama Fira lagi pak..), jawab Renal. 

"Oh muhun nya, leres naon kata anjeun nal.." 

(Oh iya ya, benar apa kata kamu nal) 

"Nya atos lamun kitu, Yo, Yo.." 

(Ya sudah kalau gitu, Yo, Yo..) 

"Muhun pak, aya naon?" 

(Iya pak, ada apa?), tanya Tiyo. 

"Anjeun ulah ka imah na Fira, ka imah na Fitroh wae, nal.." 

(Kamu jangan ke rumah nya Fira, ke rumah nya Fitroh saja, nal..) 

"Muhun pak.." 

(Iya pak..) 

"Anjeun wae nya nal nu ka imah na Fira" 

(Kamu saja ya nal yang ke rumah nya Fira) 

"Naha abdi pak ?" 

(Kok saya pak ?), tanya Renal.

"Pan anjeun nu ngomong tadi lamun ulah Tiyo nu ka imah na Fira, nal" 

(Kan kamu yang ngomong tadi kalau jangan Tiyo yang ke rumah nya Fira, nal), jawab pak Krisna. 

Di kamar Titah lagi.. 

Percakapan Titah dan Fira lewat messenger. 

"Assalamu'alaikum kak Fira..", Titah memberikan salam pada Fira. 

"Wa'alaikumussalam adik ipar hehe..", Fira menjawab salam dari Titah. 

"Ada yang mau aku tanyakan nih", kata Titah. 

"Tanya apa ?", tanya Fira. 

"Soal nomer sembilan kak..", jawab Titah. 

"Kakak ke rumah deh nanti, kakak lagi di jalan nih..", kata Fira. 

"Oke, aku tunggu ya", sambung Titah. 

"Oke adik ipar..", seru Fira. 

"Assalamu'alaikum kakak ipar", Titah memberikan salam pada Fira. 

"Wa'alaikumussalam adik ipar", Fira menjawab salam dari Titah. 

                     ** 

Di ruang tv lagi.. 

"Nal.." 

"Muhun pak.." 

(Iya pak..) 

"Gancang.." 

(Cepat..), pinta pak Krisna. 

"Muhun pak, pilari konci motor baheula" 

(Iya pak, cari kunci motor dulu), kata Renal. 

"Nya atos gancang nya, atos wengi ieu sieun Titah kunaon-kunaon" 

(Ya sudah cepat ya, sudah malam ini takut Titah kenapa-kenapa), sambung pak Krisna dengan panik. 

"Muhun pak.." 

(Iya pak..) 

Di depan rumah.. 

"Assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada mang Udin. 

"Wa'alaikumussalam", mang Udin menjawab salam dari Fira. 

"Eh den cantik Fira", mang Udin. 

"Muhun mang.." 

(Iya mang..) 

"Mangga asup"

(silahkan masuk)

"Muhun mang"

(Iya mang)

Di kamar Titah lagi..

"Facebook, siapa ya?", Titah bertanya-tanya.

Di ruang tv lagi..

"Emm pak.."

"Naon nal ?"

(Apa nal ?), tanya pak Krisna.

"Henteu usah ka imah na Fira deh.."

(Tidak usah ke rumah nya Fira deh..), jawab Renal. 

"Lah kunaon ?" 

(Lah kenapa ?), tanya pak Krisna lagi. 

"Eta Fira na di tukang bapa" 

(Itu Fira nya di belakang bapak), jawab Renal lagi. 

"Oh, eh neng baru om mau kirim Renal ke rumah untuk bertanya sama kamu, Titah sama kamu apa enggak ?", tanya pak Krisna lagi. 

"Titah ada di rumah kok om, di kamar tadi barusan messenger Fira", jawab Fira. 

"Oh gitu, ya sudah kalau begitu yo, nal..", pak Krisna memanggil Tiyo dan Renal. 

"Muhun pak.." 

(Iya pak..), jawab Renal dan Tiyo. 

"Henteu usah ka imah na Fitroh atawa Fira, Titah aya di rumah jeung aya di kamar" 

(Tidak usah ke rumah nya Fitroh atau Fira, Titah ada di rumah dan ada di kamar), kata pak Krisna lagi. 

"Oh nya atos lamun kitu" 

(Oh ya sudah kalau gitu), sambung Tiyo. 

"Maaf om sebelumnya, assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada pak Krisna. 

"Iya tidak apa-apa, wa'alaikumussalam", pak Krisna menjawab salam dari Fira. 

"Mau ketemu Titah kan, langsung saja ke kamarnya, Fira", kata pak Krisna lagi. 

"Oh muhun om, punten" 

(Oh iya om, permisi) 

"Muhun, mangga" 

(Iya, silahkan)

Di kamar Titah lagi.. 

"Assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada Titah. 

"Wa'alaikumussalam", Titah menjawab salam dari Fira. 

"Tah.." 

"Asup teh Fira" 

(Masuk kak Fira) 

"Muhun.." 

(Iya..) 

"Soal nu manten tah ?" 

(Soal yang mana tah ?), tanya Fira. 

"Soal nu ieu teh.." 

(Soal yang ini kak..), jawab Titah. 

"Ok, kakak jelaskan ke kamu ya", kata Fira yang akan menjelaskan soal nomer sembilan pada Titah.

"Muhun teh.." 

(Iya kak..) 

Satu jam kemudian.. 

Masih di kamar Titah.. 

"Alhamdulillah" 

"Selesai.." 

"Nah sekarang kamu sudah paham kan tah ?", tanya Fira. 

"Sudah, terimakasih ya kak", jawab Titah. 

"Muhun duanana" 

(Iya sama-sama) 

"Nya atos lamun kitu teteh pamit wangsul nya" 

(Ya sudah kalau gitu kakak pamit pulang ya), kata Fira yang pamit pulang pada Titah. 

"Muhun teh.., abdi anteur wangsul nya" 

(Iya kak.., saya antar pulang ya), sambung Titah yang akan mengantarkan Fira pulang.

"Muhun tah.." 

(Iya tah..) 

"Antos sakedap nya abdi pilari konci motor abdi baheula" 

(Tunggu sebentar ya saya cari kunci motor saya dulu) 

"Muhun tah.." 

(Iya tah..) 

Di ruang tv lagi.. 

"Nduk.." 

(Nak..)

"Nggih bude.." 

(Ya bude..) 

"Kresa dhateng pundi ?" 

(Mau kemana ?), tanya bu Sari. 

"Ndherekne mbak Fira, bude.." 

(Antar mbak Fira, bude..), jawab Titah. 

"Mboten perlu tah.." 

(Tidak usah tah..) 

"Lah kenapa ?", tanya Titah. 

"Mas Iyo yang antar", jawab Tiyo. 

"Oh ya sudah, gimana kak ?", tanya Titah lagi. 

"Ya sudah tidak apa tah, ya sudah tante, semua, saya pamit, assalamu'alaikum", Fira memberikan salam pada semua yang ada di ruang tv.

"Wa'alaikumussalam", semua yang ada di ruang tv menjawab salam dari Fira. 

"Ya sudah deh..", kata Titah sambil menghela nafas. 

"Mau kemana ?", tanya pak Krisna. 

"Ke kamar lagi pakde", jawab Titah. 

"Oh..", seru pak Krisna. 

"Ya..", sambung Titah. 

Di kamar Titah lagi.. 

"Hp dimana ya, oh ini dia, ada messenger, di balas, balas juga ah..", Titah mencari hpnya dan mendapatkan pesan dari Irfandi di messenger. 

                     ** 

Percakapan Titah dan Irfandi lewat messenger. 

"Hai..", Titah menyapa Irfandi. 

"Walaikumsalam", Irfandi menjawab salam dari Titah. 

"Assalamu'alaikum maaf ya mas sebelumnya salam kenal", Titah meminta maaf pada Irfandi dan memberikan salam pada Irfandi.  

"Hehe ok gak apa-apa, salam kenal juga", kata Irfandi. 

"Saya asli Kediri, tinggal di Bandung, mas nya ?", tanya Titah. 

"Saya Purwokerto, tinggal di Purwokerto", jawab Irfandi. 

"Oh, asmane sinten nggih, ngapura sadurunge ?" 

(Oh, namanya siapa ya, maaf sebelumnya ?), tanya Titah lagi. 

"Irfandi, nek panjenengan ?" 

(Irfandi, kalau kamu ?), tanya Irfandi juga. 

"Kawula Titah" 

(Saya Titah), jawab Titah. 

"Umur pinten ?" 

(Umur berapa ?), tanya Irfandi lagi. 

"Baru dua puluh enam, kamu ?", tanya Titah juga. 

"Baru dua puluh dua, lagi ngapain ?", tanya Irfandi juga. 

"Lagi tiduran saja mas, mas nya sendiri ?", tanya Titah lagi. 

"Lagi duduk saja nih, sama siapa nih ?", tanya Irfandi juga. 

"Sendiri mas", jawab Titah lagi. 

"Oo yaya hehe" 

"Kamu single apa janda?", tanya Irfandi lagi. 

"Single, belum menikah, Maaf mas nya?", tanya Titah juga. 

"Ooo yaya..", seru Irfandi.

"Iya..", sambung Titah. 

"Sudah makan belum ?", tanya Irfandi. 

"Belum mas, mas nya sendiri ?", tanya Titah juga. 

"Alhamdulillah sudah, kenapa belum ?", tanya Irfandi lagi. 

"Habis ngerjain tugas kuliah mas.., ini baru mau makan", jawab Titah lagi.

"Oo yaya,, masih kuliah toh ?", tanya Irfandi lagi. 

"Nggih mas" 

(Ya mas), jawab Titah lagi. 

"Mantep hehe..", seru Irfandi. 

"Maaf mas sebelumnya boleh minta nomer wa nya ?", tanya Titah. 

"Boleh", jawab Irfandi. 

"Boleh di tes mas ini nomer saya +62815xxxxxxx", Titah memberikan nomer hpnya pada Irfandi. 

"Oke nanti saya tes", seru Irfandi. 

"Di tunggu ya mas..", sambung Titah. 

                     ** 

Masih di kamar Titah.. 

"Makan dulu ah..", seru Titah. 

Di dapur.. 

"Den Titah.." 

"Muhun mang Udin" 

(Iya mang Udin) 

"Tuang baheula, kuring taruh di meja tuang nya den.." 

(Makan dulu, saya taruh di meja makan ya den..), kata mang Udin. 

"Muhun mang.." 

(Iya mang..) 

Di meja makan.. 

"Mang.." 

"Muhun den Tiyo" 

(Iya den Tiyo) 

"Kanggo saha ?" 

(Untuk siapa ?), tanya Tiyo. 

"Kanggo den Titah, tacan kulem" 

(Untuk den Titah, belum tidur), jawab mang Udin. 

"Oh..", seru Tiyo. 

Di dapur lagi.. 

"Nduk.." 

(Nak..) 

"Nggih pakde" 

(Ya pakde) 

"Dhahar rumiyen ampun ngantos padharan panjenengan kosong ugi lambung panjenengan kumat" 

(Makan dulu jangan sampai perutmu kosong dan lambungmu kumat), kata pak Krisna yang menyuruh Titah untuk makan malam. 

"Nuwun pakde, menika enggal kresa dhahar" 

(Iya pakde, ini baru mau makan), sambung Titah. 

"Nuwun sampun ngrika dhahar telas punika sare nuwun" 

(Iya sudah sana makan habis itu tidur ya) 

"Hp ku bunyi, siapa ya, nomer siapa ini ya ?", Titah bertanya-tanya sambil melihat hpnya. 

Di meja makan lagi.. 

"Den Titah.." 

"Muhun mang.." 

(Iya mang..) 

"Ieu tuang wengi na atos kuring siapkan di meja tuang nya" 

(Ini makan malamnya sudah saya siapkan di meja makan ya), kata mang Udin yang menghidangkan makan malam untuk Titah. 

"Oh nya, haturnuhun nya mang" 

(Oh ya, terimakasih ya mang) 

"Muhun den, duanana" 

(Iya den, sama-sama) 

                     ** 

Percakapan Titah dan Irfandi lewat whatsapp. 

"Assalamu'alaikum", Irfandi memberikan salam pada Titah. 

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh", Titah menjawab salam dari Irfandi. 

"Apunten saderunge menika sinten nuwun ?" 

(Maaf sebelumnya ini siapa ya ?), tanya Titah. 

"Kawula Irfandi ingkang teng facebook wau" 

(Saya Irfandi yang di facebook tadi), jawab Irfandi. 

"Oh nggih mas Irfandi, kawula simpan rumiyen nuwun nomer e" 

(Oh ya mas Irfandi, saya simpan dulu ya nomernya), kata Titah. 

"Iya, lagi ngapain ?", tanya Irfandi. 

"Lagi makan, mas nya ?", tanya Titah juga. 

"Sama dong..", jawab Irfandi. 

"Iya hehe.." 

                     ** 

Masih di meja makan.. 

"Eh yo.." 

"Nggih mas Pras.." 

(Ya mas Pras..) 

"Sesuk dadi ke omah mbah kakung yang neng solo ?" 

(Besok jadi ke rumah mbah kakung yang di solo ?), tanya Tiyo. 

"Dadi Yo.." 

(Jadi Yo..), jawab Pras. 

"Oh, mas..", seru Tiyo. 

"Punapa ?" 

(Kenapa ?), tanya Pras. 

"Punika mriksa rayi timur kita , Titah esem-esem piyambak kados punika" 

(Itu lihat adik kecil kita,Titah senyum-senyum sendiri seperti itu), jawab Tiyo. 

"Iya ya, emm kesana yuk" 

"Yuk.." 

"Alhamdulillah sudah kenyang, lanjut chat ah di kamar" 

"Hayo..", Tiyo dan Pras memergoki Titah yang ada di dapur sambil senyum-senyum sendiri. 

"Cie siapa tuh..", Pras meledek Titah. 

"Iih kepo dah, mang, tolong ya", kata Titah. 

"Muhun den.." 

(Iya den..) 

Keesokan harinya..

Purwokerto 

Di rumah pak Joko, 

Di depan rumah.. 

"Arfan..", bu Sri memanggil Arfan. 

"Inggih bu" 

(Iya bu) 

"Fandi pundi ?" 

(Fandi mana ?), tanya bu Sri. 

"Wau teng kamar, emange mboten wonten teng kamar bu ?" 

(Tadi di kamar, memangnya tidak ada di kamar bu ?), tanya Arfan juga. 

"Mboten wonten Arfan" 

(Tidak ada Arfan), jawab ibu Irfandi. 

"Haha..", Irfandi tertawa sendiri sambil chat dengan Titah. 

"Nah itu suaranya bu", kata Arfan yang mendengar suara Irfandi. 

Bandung 

Di kampus Titah (Institut Teknologi Bandung), 

Di kelas Titah.. 

"Tah, kamu sudah mengerjakan tugas belum ?", tanya Ridwan. 

"Sudah dong, haha..", jawab Titah yang sedang chat dengan Irfandi. 

"Hadeh.., adiknya Tiyo dan Pras kenapa lagi", keluh Ridwan yang melihat Titah sedang senyum-senyum sendiri sambil chat dengan Irfandi. 

Di depan kelas Tiyo.. 

"Mas.." 

"Iya.." 

"Renal mana ?", tanya Tiyo. 

"Ah elu kaya gak kenal dia saja, Renal kan ikut-ikutan Titah sekarang alias bucin hehe..", jawab Pras. 

"Eeh tunggu sebentar, Titah kan jomblo, gak punya pacar, gimana caranya dia bucin lagi ?", tanya Tiyo lagi. 

"Yah gak peka nih, kan kemarin kita lihat sendiri kalau Titah senyum-senyum di dapur, tadi juga di meja makan pas pada sarapan, Titah fokusnya kemana coba ?", tanya Pras juga. 

"Ke hp, bukan ke sarapan", jawab Tiyo. 

"Nah.., itu tau, dan tandanya apa coba ?", tanya Pras lagi. 

"Bucin lagi, oh iya ya..", jawab Tiyo lagi. 

"Hadeh.., dari tadi kemana saja Yo..", keluh Pras. 

"Nah itu dia, mas Pras dan mas Tiyo..", kata Ridwan yang melihat Pras dan Tiyo di depan kelas Tiyo, dan Ridwan memanggil Pras dan Tiyo. 

"Ada yang manggil mas", kata Tiyo yang mendengar namanya di panggil oleh Ridwan. 

"Iya, siapa ya?", tanya Pras. 

"Teuing.." 

(Entah..), jawab Tiyo. 

avataravatar
Next chapter