6 5. Popular Boy in the School

Namanya Lee Junsu, cowok atletis yang jago maen basket ini adalah idola cewek-cewek di sekolah. Kakak senior yang mungkin hanya bisa kalian jumpai dalam sebuah comic romantic teenlit yang kemana-mana pasti jadi sumber pembicaraan anak-anak di sekolah. Cara ngomongnya yang irit bicara membuat dia semakin misterius dan semakin digemari oleh cewek-cewek fanclubnya. Mukanya yang mirip oppa-oppa idol grup yang selalu mereka fangirling dan tonton di kamutube, menjadi salah satu alasan mengapa Junsu selalu digemari dan diidolakan. Dan aku denger dari Kelly ternyata sampai ada yang membuat fanpagenya di handbook dan slowgram pribadinya dilike serta difollow sudah lebih dari 10.000 orang.

Kadang sampai SMA tetangga pada nungguin di depan sekolah seusai jam pelajaran berakhir hanya untuk melihat Lee Junsu, kakak seniornya ini pulang sekolah. Ga heran pertandingan terakhir di hari itu ramai banget oleh cewek-cewek yang mau nonton Lee Junsu tanding. Kak Junsu orangnya humble banget. Dia juga aktif dalam kegiatan sekolah seperti Taek Kwon Do dan Pecinta Alam. Banyak murid SMA Victory berbondong-bondong untuk menjadi anggota kedua ekskul tersebut hanya untuk bertemu Kak Junsu.

Selain Lee Junsu, ada satu lagi cowok korea yang populer di sekolah Anne, Park Jonghyun atau juga lebih sering dipanggil Jojo. Salah satu sahabat Anne yang juga merupakan siswa kelas XI IA 5 sekaligus ketua basket sekolah. Popularitasnya hampir sama dengan Lee Junsu. Selama hampir dua tahun Jojo bersekolah disana, belum ada seseorang yang mengisi hati Jojo. Padahal siswi di sekolah tersebut banyak yang mengantre untuk jadi kekasihnya.

Park Jonghyun juga berasal dari keluarga yang lumayan terkenal. Papanya, Park Nam Il, seorang bussinessman terkenal tak hanya di Indonesia tetapi juga dunia internasional. Sedangkan Ibunya merupakan pelukis terkenal yang telah berkeliling dunia dan namanya dikenal di dunia internasional. Karya-karyanya telah dipajang pada berbagai gallery di dunia.

Flashback pertandingan basket classmeeting sore itu.. .

Walaupun hari telah siang, masih banyak penonton memadati halaman belakang tempat pertandingan siang itu berlangsung. Salah satu pertandingan yang ditunggu karena ada salah satu pemain basket yang menjadi idola para siswi. Lee Junsu, salah satu cowok korea yang bersekolah disana akan bertanding bersama teman kelasnya.

Lima menit kemudian, Junsu dan teman-temannya bersiap-siap tanding. Mereka melakukan warming up agar nanti main basket tidak cedera. Semua berjalan seperti biasa sampai terdengar suara bola basket yang mendarat kencang dan mengenai seorang penonton di pinggir lapangan.

"Bukannya ini cewek yang kapan lalu nanyain ruang guru?" gumamnya keheranan. Junsu pun segera bergegas menuju kerumunan anak yang bersama cewek itu. Sampai ada suara cowok dibelakangnya yang segera berlari sambil menggendong cewek itu.

"Ne, kamu nggak papa kan?? sini, biar aku gendong ke UKS." Kata seorang cowok yang dia sangat kenal dan familiar sambil meraih tangan cewek itu.

"Ah...it's not my timing. Sepertinya bukan waktu yang tepat buat ku masuk dalam kerumunan itu dan menolongnya. " gumamnya dalam hati sembari melihat dari kejauhan cewek itu digendong dibawa ke UKS.

Dan akhirnya pertandingan basket terakhir sore itu dilanjutkan kembali. Lapangan Basket tetap ramai oleh penonton setelah insiden singkat tersebut, yang tentu saja mayoritas cewek-cewek karena tidak ingin ngelewatin pertandingan sore itu. Dan seperti dugaan, penonton tersenyum puas sore itu karena score telak diraih oleh tim basket XII IA 1.

Setelah bertandingan berakhir, para pemain pun menuju ruang ganti yang terletak diseberang lapangan basket tersebut. Fasilitasnya lumayan lengkap, ada loker pemain, bangku panjang di kedua sisi muka loker, serta kamar mandi luas yang cukup untuk sekitar sepuluh orang orang. Sore itu, Junsu dan temannya masing berada di loker ruang ganti pemain, walau pertandingan telah berakhir setengah jam yang lalu. Pikirannya pun melamun sejenak mengingat kejadian sebelum pertandingan tadi.

"Bagaimana kabarnya gadis kecil tadi ya. Sudah siuman belum. Siapa ya tadi namanya? Tapi mungkin dia udah baik-baik saja. Ada cowoknya yang ngejagain. Sebentar-sebentar, kenapa tiba-tiba mikirin gadis kecil tadi sih. " gumam Junsu dalam hati.

"Drrrrt...ddrttt...drrrt...."ponsel Jojo tiba-tiba berbunyi.

"Yeobeoseyo!...Jonghyun ah.. ini Hyung.." ucap Junsu melalui telepon.

"Ah..Hyung...ada apa hyung, kok tiba-tiba telepon jam segini? " kata Jojo sambil melihat jam tepat pukul sembilan malam.

"Ah..ga papa. Tadi itu...neo yeoja chingu gwenchancha, apakah pacarmu baik-baik saja?" tanya Junsu tiba-tiba.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/a-bittersweet-love_19236494005745505/5.-popular-boy-in-the-school_51689574203716380 for visiting.

"Hah? Yeochin? Pacar? Maksud Hyung, Anne?" jawab Jojo sedikit kaget.

"oh, Anne namanya..iya..iya itu dia namanya. " Balas Junsu yang mulai mengingat nama yang Jojo panggil-panggil tadi di pinggir lapangan.

"Dia bukan pacar Jonghyun, hyung. Anne adalah sahabatku, tadi dia pingsan, tapi udah ga papa, udah dibawa ke UKS dan udah siuman beberapa jam kemudian." Penjelasan Jojo meyakinkan kakak seniornya ini.

"it's relief....syukurlah kalau dia tidak apa-apa." Ucap Junsu lega.

"Jonghyun ah..." Lanjut Junsu lagi.

"Nee...Hyung" sahut Jojo dibalik telepon.

"Kamu ingat kan besok sore ada pertemuan orang korea yang ada di Malang?" ucap Junsu mengingatkan.

Jojo dan Junsu sudah saling kenal semenjak mengikuti meet up dengan warga korea yang tinggal di Malang. Mereka berbagi suka dan duka terutama kerinduan akan kampung halamannya di Korea. Untuk Jojo dan Junsu selain acara meet up bulanan, mereka juga tergabung dalam satu ekskul yang sama yaitu basket. Sehingga setiap hari dapat bertemu dan berbagi pengalaman bagaimana

"Tentu dong, saya ingat." ucap Jojo pasti.

"Okay.. Hyung jemput biar bisa bareng-bareng. Bibi belum pulang kan dari Surabaya?" Ucap Junsu yang tahu orang tua Jojo yang biasanya selalu sibuk.

"iya Hyung, eomma masih di Surabaya ada meeting katanya. Appa juga masih di Korea ada bisnis yang mesti diurus, minggu depan baru pulang." Lanjut Jojo menjelaskan panjang lebar.

"arraseo.. jam empat sore aku kesana bareng Omma. Tunggu kita yaa.." Sahut Junsu pasti.

"Nee...Hyung. sampai jumpa nanti sore." kata Jojo menutup telepon.

"Okay..see you soon.."

♥♥♥

Next chapter