14 13. The Truth

Sore hari di Kamar Jojo...

Sudah hampir seminggu liburan semester dimulai, Jojo tak pergi liburan maupun juga pulang ke Korea. Dia lebih memilih menghabiskan liburannya dengan berada di studio musik di rumahnya. Jojo memang suka sekali memainkan gitar atau piano sembari bernyanyi. Sesekali dia melihat smartphone di atas piano. Berharap seseorang yang ditunggu menelepon kembali atau membalas pesannya. Ya, Jojo menunggu Anne. Namun tak ada pesan atau telepon yang dia tunggu. Sudah hampir dua minggu sejak sebelum liburan, ada yang berubah dari sikap Anne padanya. Mulai saat dia main ke kelas Anne, Anne selalu menghindarinya dengan berbagai alasan. Dan jika tidak sengaja berjumpa dengannya, Anne akan memilih untuk lekas pergi dan beranjak dari tempat tersebut. Sebenarnya apa salahnya sampai Anne selalu menghindarinya.

"Anne..kamu sebenarnya kenapa sih?" gumam Jojo sendirian di kamarnya.

"Aku ga bisa terus-terusan seperti ini. Aku harus cari cara buat tahu ada apa dengan Anne." Ucap Jojo sembari membuka smartphonenya dan menekan tombol di layar hpnya.

"Halo, Le....ini aku Jojo.." ucap Jojo dibalik telepon.

"Oh...kamu, Jo.. kok tumben kamu telepon aku jam segini..." sahut Lea sedikit kaget.

"Kamu tau ga.. sebenernya Anne kenapa? Akhir-akhir ini dia selalu ngehindar dari aku? Kamu kerasa nggak?" tanya Jojo serius.

"Kamu beneran ga tau?" Tanya Lea keheranan yang membuat Jojo terlihat serius mendengar sahabatnya.

"Iyaaa.. kamu pasti tau kan...? Please kasih tau aku.." Ucap Jojo memohon.

"Gimana yaa... ehm....okay....aku kasih tau... kamu masih inget ga.. tentang gossip kalian berdua dua minggu lalu?" tanya Lea mulai menceritakan penyebab Anne kesal dengan Jojo/

"Iyaa...aku inget..."

"Dan respons kamu sama berita itu so-so???!" lanjut Lea menceritakan apa yang dilihat dan didengarnya dari Anne.

"So so...? Maksud kamu gimana, Le... aku ga ngerti." Tanya Jojo kaget.

"Iyaa..kamu nganggep berita itu kayak lewat gitu aja. Kamu ga nanggepin apa-apa. Entah itu marah atau seneng. Kamu ga respons apa-apa. Dan Anne mungkin ngerasa hatinya ga enak aja." Ucap Lea menjelaskan.

"Seriusan? Aku....aku ga ada maksud kayak gitu. Aku cuma nggak ingin Anne menganggap itu semua serius dan jadi beban di hatinya. Dan aku sebenarnya mau ngejaga perasaan Anne. Tapi malah kayak gini hasilnya." Ucap Jojo masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.

"Dan...." Ucap Lea yang berhenti melanjutkan kalimatnya.

"Dan kenapa Le? apakah aku buat kesalahan lagi?" tanya Jojo penasaran.

"sebenarnya bukan kamu, Jo.. tapi Anne pas balik waktu itu dilabrak tiga orang kakak kelas, yang bilang Anne ga boleh deket kamu lagi karena kamu bakal jadian sama Kak Felisha." Ucap Lea pada Jojo.

Find authorized novels in Webnovel, faster updates, better experience, Please click www.webnovel.com/book/a-bittersweet-love_19236494005745505/13.-the-truth_51781509337632510 for visiting.

"Kak Feli? Ketua Cheers? Aku dan Kak Feli ga ada apa-apa. Dia tuh selalu muncul pas aku dan anak-anak basket sekolah tanding. Karena Cheers dan Basket itu kan selalu berdampingan. Dan aku juga ga kenal akrab kok sama kakak itu. Itu aja. Gak lebih."

"Oh... jadi ini semua salah paham?? Mending kamu mesti jelasin ini semua ke Anne deh, Jo..biar semua clear. Dan ga saling salah paham kayak gini." Ucap Lea menyarankan.

"Iya, Le.. aku mau nanya langsung ke Anne kenapa di akhir-akhir ini selalu ngehindar dari aku. Tapi telepon dan chat aku semuanya ga diangkat atau dibales. Le.. aku ga pernah ada maksud kayak gitu...aku ga pernah kepikiran Anne bakal berpikir seperti itu. Aku ga kepengen Anne terluka sama gossip-gossip itu, makanya aku nanggepin itu dengan bersikap biasa aja dan ga ngebahas berita itu di depan Anne. Aku juga ga tahu kalau Kak Feli bakal ngelabrak Anne. Aku pikir dengan sikap aku waktu itu bisa bikin gossip itu reda. Tapi malah jadi kayak gini...." Ucap Jojo yang menyesal akan apa yang telah dilakukannya.

"Thanks ya, Le..kamu udah mau cerita sama aku..aku jadi tahu apa yang harus aku lakukan." Ucap Jojo tulus.

"Iya, Jo.. Mending buruan kamu jelasin deh ke Anne, Jo. Sebelum dia semakin menjauh dari kamu." Saran Lea pada Jojo.

"Iya, Le.. Aku mesti ngejelasin ini secepatnya ke Anne. Lee...kamu tau ga...Anne dimana? Aku telepon ga diangkat, aku kirim pesan juga nggak dibales."

"Anne lagi pulang ke Jakarta.." ucap Lea singkat.

"Anne kapan balik, Le?" tanya Jojo penasaran.

"Tiga hari lagi. Dia pulang lebih awal dari jadwal berakhirnya liburan. "

"Le... aku butuh bantuan kamu.. kamu bisa bantu aku ga..?" ucap Jojo penuh harap.

"Bantuan apa..." Ucap Lea penasaran.

"Bantu aku buat ketemu Anne...please.." Pinta Jojo pada Lea.

"Ehmm... Baiklah... aku bakal coba bantuin kamu ketemu sama Anne.." Ucap Lea mengiyakan dia akan membantu Jojo.

"Makasih ya, Le.." Ucap Jojo tulus.

"Iya..sama-sama...aku juga ga pengen kamu berdua kucing-kucingan kayak gitu."

♥♥♥

Malam hari di Kamar Anne, Jakarta....

Malam itu Anne lagi rebahan di kamarnya. Dia barusan sampai setelah seharian pergi. Seharian dia bersama Adiknya Jason bermain ke Monas dan Wisata Kota Tua Jakarta. Hari itu mereka pergi berdua saja karena Papanya sedang sibuk di Kantor. Pagi, mereka ke Monas menggunakan busway Trans Jakarta. Dan siangnya dilanjutkan dengan menyusuri Wisata Kota Tua. Mereka pun mencoba pergi tanpa bantuan sopir pribadi Keluarga Anne dan lebih memilih naik busway dan KRL. Walaupun sempet nyasar karena kelewatan satu stasiun dan berdesakan di kereta, akhirnya mereka pun tiba di Wisata Kota Tua. Walaupun capek, namun Anne juga merasa senang karena sudah lama rasanya dia tak pergi bareng adeknya buat jalan-jalan. Jason pun sangat senang karena ditemani oleh Kakaknya.

Anne pun mengecheck smartphonenya, sudah beberapa chat dan telepon yang tak ia balas atau jawab dari Jojo. Anne pun ragu-ragu apakah ia harus membalasnya.

"Jo.. kenapa harus kamu yang bikin aku jadi gini. Kenapa hati aku jadi ga karuan gini." Gumam Anne sendirian di kamarnya.

"Aah.. sebaiknya aku main piano aja." Seru Anne sambil bangun dari tempat tidurnya.

Tiba-tiba Anne beranjak menuju ruang tamu di rumahnya. Disana ada sebuah piano. Yang sudah lama tidak dimainkan. Anne pun memainkan sebuah lagu. Sebuah lagu dari komposer yang menjadi favorit Anne, Chopin. Entah kenapa lagu-lagu dari Chopin terdengar tak asing bagi Anne. Dia suka sekali mendengar lagu-lagu klasik dan memainkan piano sesekali. Dengan memainkan piano, pikiran Anne menjadi tenang. Alunan piano Anne membangunkan Jason yang langsung tepar karena jalan-jalan.

🎶Chopin's Fantasia🎶

"Kak....lagunya keren banget...Jason suka.. mainkan lagi kak..." kata Jason yang tiba-tiba datang disampingnya.

"Iyaa...makasih yaa...kamu memang adekku yang paling baik. " kata Anne pelan.

"Jason boleh ikutan main?" Pinta Jason bersemangat.

"Iyaa. Ayok sini.." kata Anne sembari menggeser tempat duduknya.

Papanya yang barusan pulang dari kantor tak sengaja melihat Anne memainkan piano.

"Bagus banget sayang..." Puji Papanya sambil tersenyum.

"Makasih, Pa..." Sahut Anne terlihat senang.

Papa Anne kembali menonton anaknya bermain sebuah lagu. Ada rasa haru dibalik raut wajahnya. Ada suatu rahasia yang tersimpan. Dan ingin diutarakannya. Namun Papanya kembali terdiam. Dan hanya bisa tersenyum saat kedua anaknya bermain bersama.

♥♥♥

Next chapter