webnovel

Seorang Homoseksual?

"Baru kali ini aku melihat Tuan Muda Rafael datang secara khusus untuk mendekorasi, mungkin di persiapkan untuk orang yang spesial baginya?"

"Menurutku juga seperti itu!"

"Apa kalian tak tau, bahwa Tuan Muda Rafael sudah memiliki seorang tunangan?"

"Sungguh, mungkinkah dia sedang berencana untuk melamarnya disini?"

Para kariawan mulai bergosip, mereka sungguh penasaran dengan perempuan yang sangat beruntung itu.

Memiliki pria yang sangat kaya, setia dan bahkan sangat romanti, sungguh hal yang sempurna. Semua wanita menginginkan pria ideal seperti itu, mau tak mau rasa iri di hati mereka mulai berkembang.

"En.... Sepertinya begitu, kalau aku tidak salah nama tunangan Tuan Muda Rafael itu adalah Monica, ya... tidak salah lagi itu pastilah Monica!" ucap seorang kariawan dengan ekspresi yakin.

Beberapa bulan yang lalu, Monica sempat berkunjung ke daerah puncak wisata ini, dia bersama dengan Ibu Rafael. Seperti biasanya Ibu Rafael akan selalu mempromosikan Monica sebagai calon mantunya.

Sehingga semua orang menyangka bahwa dirinya dan Rafael adalah pasangan yang sudah bertunangan.

Panggilan sebagai tunangan Tuan Muda Rafael, membuat Monica merasa tersanjung dan tidak mengklarifikasi tentang hubungannya dengan Rafael yang tak terjalin sama sekali.

Di saat mereka sedang asik bergosip, salah seorang kariawan muncul dari arah pintu. Nafasnya tersengal-sengal akibat berlari dengan cepat.

"Berita baru... Berita baru...!" ucapnya bersemangat, membuat semua orang berpaling ke arahnya dengan penasaran.

"Kamu kenapa? Ada masalah kah?" tanya yang lain dengan bingung.

"Ah.. Bukan masalah, tapi berita yang menggemparkan!" ucapnya dengan nada penekanan, membuat semua orang semakin pebasaran.

"Kalian tau kan baru-baru ini Tuan Muda Rafael menyiapkan sebuah dekorasi yang romantis? Dan apakah kalian tau untuk siapa Tuan Muda Rafael melakukannya?"

"Tentu saja kami tau, semua itu untuk tunangan Tuan muda Rafael bukan?"

"Ah tunangan? Jadi mereka sudah bertunangan?" tanya kariawan yang baru datang itu dengan ekspresi terkejut.

"Bukankah kau juga sudah mengetahuinya, beberapa minggu yang lalu, Nyonya besar Pradianata datang kesini dengan tunangan Tuan Muda Rafael."

"Oh maksudmu wanita itu? wanita yang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Nyonya Pradianata?"

"Tentu saja, siapa lagi kalau bukan wanita itu!"

"Ck, aku fikir informasimu akan lebih uptodate di bandingkan punyaku!"

"Maksudnya?"

"Wanita itu bukanlah tunangan Tuan Muda Rafael, apakah kau tau banyak isu yang tersebar mengenai Tuan muda Rafael? Dan salah satu isu terbesarnya adalah tentang orientasi seksualnya!"

"Maksudmu Tuan Muda Rafael seorang Homoseksual? Tidak mungkin."

"Semua itu mungkin saja, aku sudah melihatnya beberapa saat yang lalu!"

"Tuan muda Rafael membuat dekorasi itu benar untuk seorang yang dia sukai, tapi taukah kalian siapa orang yang disukai oleh Tuan Muda Rafael?" tanya kariawan itu dengan wajah seolah mengetahui segalanya.

"Ah.. Tidak mungkin, jangan bilang kalau orang itu adalah pria tampan yang baru saja datang bersama Tuan Muda?" ucap seorang kariawan tak percaya.

"Benar sekali, aku melihatnya dengan kedua mata kepalaku sendiri, Tuan Muda Rafael membawa pria tampan itu ke bungalow. Kalian tau, bahkan sebelum mereka masuk Tuan Muda Rafael menutup mata pria itu, seolah dia akan memberikan sebuah kejutan pada kekasihnya!" ucap kariawan itu sambil melihat semua ekspresi temannya yang tidak percaya.

_________________________________

Iringan musik secara perlahan berhenti, Rafael berdiri tepat dihadapan Indah sekarang.

Mata elangnya memperhatikan tampilan Indah yang tampak seperti seorang pria, menatap Indah dengan penuh kelembutan.

Indah hanya berdiri terpaku di tengah-tengah hamparan bunga yang cantik, dia tidak dapat berkata-kata.

Rafael lalu menyerahkan bunga di tangannya, meskipun Indah masih merasa bingung, dia tetap menerima bunga itu.

Langkah Rafael selanjutnya membuat Indah tercengang.

Next chapter